Sabtu, Desember 5, 2020

Sidang Ratna Sarumpaet Jalan Mulus Kemenangan Jokowi

Ketika Urang Banjar Bertemu Wong Jowo

Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang tak terbendung, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan budaya ini juga melahirkan kekayaan bahasa yang sangat berharga. Hal ini...

Gerakan Pemberontakan Para Guru

Apa yang ada dalam bayang Neill, kegagalan dalam mendorong munculnya perubahan secara radikal di sekolah karena keberadaan guru-guru yang berpikirian progresif makin minim. Para...

Mempertanyakan Dana Otonomi Khusus di Asmat Papua

Baru-baru ini kita digegerkan dengan masalah kemanusian yang begitu mengerikan, masalah gizi buruk, campak dan masalah kesehatan lainnya yang menimpa saudara-saudara kita yang ada...

Beban 100 Juru Bicara Tim Pemenangan Koalisi Jokowi-Ma’ruf

Ingat, sebelum memikul atau menerima sebuah amanah harus mengerti dan faham akan tugas dan kewenangan, beserta tanggungjawab dari amanah yang akan diamanahkan kepada dirinya. Banyak...
Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi

Seperti pertama kali munculnya kasus ini. Sidang yang rencananya akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut, dipastikan akan menjadi perhatian khalayak.

Ya, kasus ini tidak berdiri sendiri. Disinyalir erat kaitannya berkaitan dengan Pilpres 2019. Ratna sebagai pemeran utama rangkain cerita yang ujungnya untuk mendiskriditkan Pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf Amin. Tujuannya sudah pasti akan meruntuhkan elektabilatas pasangan nomor urut 01.

Babak baru, pelangaran Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut. Akan membongkar latar belakang berita bohong yang dilakukan Ratna.

Siapa yang terlibat dan apa motifasinya. Yang akan dinantikan khalayak dalam persidangan tersebut. Kasus berita Hoaks Ratna Sarumpaet ini memang menyentak perhatian publik. Saat itu, Ratna yang merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga Uno fotonya beredar di media sosial dalam kondisi lebam wajahnya.

Sejumlah tokoh terutama dari kubu pasangan nomor urut 02 mengatakan, Ratna Sarumpaet dipukuli orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat. Namun, tiba-tiba Ratna Sarumpaet mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam habis menjalani operasi plastik. Akibatnya, polisi memeriksa sejumlah orang sebagai saksi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Para petinggi BPN pun harus mempertangung jawaban atas tersebarnya berita bohong tersebut. Mereka yang telah dimintai keterangan Antara lain Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi yakni Nanik S Deyang, Koordinator Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni Dahnil Anzar Simanjuntak. Kemudian Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dan Hannun Rais.

Disaat persiapan Pilpres yang menyisahkan waktu kurang dari dua bulan. Sudah tentu akan mempengaruhi kosentrasi BPN Prabowo menjelang coblosan. Apalagi mereka yang sudah dipanggil sebagai saksi. Mempunyai posisi strategis di BPN.

Nah, jalanya persidangan akan menghasilkan temuan-temuan baru yang mengejutkan khalayak. Yang butuh diklarifikasi yang bersangkutan. Dan, tentunya berimbas kepada progam dan strategi pemenangan Prabowo – Sandi.

Jalan Mulus Jokowi

Sementara itu berbanding terbalik dengan pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf Amin temuan baru dalam sidang, akan medekontruksi stigma negatif yang selama ini dilekatkan kepada  Jokowi.

Mengutip pernyataan mantan Presiden RI ke-3 BJ. Habibie, lawan terberat Jokowi adalah Fitnah dan Hoax. Nah, dengan pembuktian di persidangan tersebut.  Akan merubah persepsi kepada Jokowi. Bahwa, isu miring yang selama ini beredar tidak lah benar.  Hanya fitnah yang disebarkan untuk kemenangan Prabowo – Sandi belaka.

Semburan Hoaks di media sosial memang merepotkan Jokowi. Visi dan kerja nyata selama memimpin. Tertutupi dengan banyaknya berita Hoaks yang tidak subtansial dengan masalah kenegaraan.

Sidang kasus Hoaks Ratna Sarumpaet akan menjadi jalan mulus kemenangan Jokowi. lebih leluasa mesosialisasikan gagasannya. Menjalankan semua progam yang disusun tanpa halangan yang berarti.

Hasil rekam lembaga survey yang kredibel. Pasangan Jokowi – Kiai Ma’ruf unggul dengan selisih 20 %. Ini modal besar bagi Jokowi hingga saat pelaksanaan coblosan.

Persidangan kasus Ratna Sarumpaet memang akan banyak merubah tatanan politik nasional akhir-akhir ini.  Perkembangan media sosial jadi ajang baru trend komunikasi politik publik.  Ruang publik menjadi terbuka semua orang bebas mengaktualisasi informasi. Dengan terkuaknya kasus Ratna. Tentunya akan menjadi aturan main baru dalam komunikasi politik kekinian.

Maka tidak salah,  apabila jalanya sidang kasus hoaks ini.  Akan menjadi perhatian publik. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di politik tanah air menjelang Pilpres 2019

Raylis Sumitra
Presedium PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivitis 98) Jawa Timur Mantan Jurnalis pengemar kopi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.