Rabu, Januari 27, 2021

Siapa Kita Indonesia, Timnas U-16 Juara AFF 2018

Karena Teknologi (Juga) Hadir untuk Perempuan

Coding Like A Girl. Bila selama ini coding selalu identik dengan laki-laki, bagaimana upaya coders perempuan di seluruh dunia melawan narasi yang terlanjur mendominasi tersebut? Pada...

Kelemahan Capres Prabowo Tampil “Asal Beda”

Dalam debat calon presiden pada Sabtu, 30 Maret 2019, penonton disuguhi suasana kurang pas. Mungkin banyak orang jadi marah. Marah karena Prabowo menghina, meremehkan...

Ketika DPP Golkar Restui Dedi Mulyadi

Oleh   : Widdy Apriandi (Penulis adalah Pegiat Kopi Tanah Air Sekaligus Founder Kedai Kopi “Bandit” – Purwakarta) Selamat ngopi di awal bulan ini, teman! Mestinya,...

Haidar Bagir, Rumi, dan Tasawuf

Bagi penulis, Pak Haidar Bagir adalah guru. Beliau juga merupakan idola. Penulis belajar melalui buku, tulisan, video, sosial media, dan forum diskusi secara langsung...
Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia

Bagi Timnas Indonesia, Thailand tak ubahnya seperti hantu yang menakutkan. Ini mesti disepakati lantaran di berbagai ketegori usia, Thailand kerap menjadi batu sandungan terbesar Timnas Indonesia untuk merengkuh gelar di pentas internasional. Mari hitung sejak Piala AFF 2016. Dalam ajang tersebut kedua tim berhadapan sebanyak tiga kali. Timnas Indonesia menelan dua kekalahan.

Memang, ada satu kemenangan yang dicatatakan ‘Merah-Putih’ pada leg pertama partai final di Stadion Pakansari dengan skor 2-1, tetapi itu seakan sia-sia karena pada leg kedua yang dihelat di Stadion Rajamangala, Timnas Indonesia keok dengan skor 0-2 . Atas hasil itu, asa Timnas Indonesia untuk mrengkuh gelar juara Piala AFF pun sirna untuk kelima kalinya.

Setahun berselang, giliran Timnas U-19 bersua Thailand pada babak semifinal Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon. Laga tersebut berjalan dengan tensi tinggi dan ketat. Sebagai buktinya, duel itu berakhir tanpa pemenang sampai waktu normal habis dan diwarnai satu kartu merah.

Petaka Timnas U-19 tiba di babak adu tendangan penalti. Ya, Timnas U-19 menyerah dengan skor 2-3 dari Thailand. Lagi-lagi hasrat memasukan trofi ke dalam lemari piala urung terlaksana.

Di Piala AFF U-16 2007, Timnas U-16 dapat mengakhiri hasil minor saat bersua dengan Thailand. Saat itu, Timnas U-16 menang 2-1 dalam laga pamungkas Grup A di Stadion Army Phnom Penh. Karena kemenangan itu, Timnas U-16 dapat melaju ke babak semifinal. Namun, di babak semifinal, Timnas U-16 keok 0-3 dari Laos. Asa merengkuh gelar pertama kembali pupus.

Seperti tak bisa lama-lama memegang catatan baik, Timnas U-16 kembali menelan kekalahan dari Thailand saat kedua tim bertemu pada babak penyisihan grup Piala AFF U-16 2011. Berlaga di Stadion Nasional Laos, Timnas U-16 keok dengan skor 0-2. Nattawut Sombatyotha dan Chaowat Veerachat jadi antagonis bagi Timnas U-16 karena gol yang mereka lesakan.

Skenario serupa terjadi di Piala AFF U-16 2017. Timnas U-16 kalah 0-1 dari Thailand pada fase grup Piala AFF U-16 di Stadion Kampus Chonburi. Kekalahan tersebut menggambarkan bahwa dominasi Thailand atas Timnas U-16 tak bisa terbantahkan.

Namun, tunggu dulu. Thailand boleh saja lebih banyak menacatatkan kemenangan daripada Timnas U-16 saat kedua tim bertemu di Piala AFF U-16. Akan tetapi, situasi saat ini berbeda. Lihat saja hasil pertemuan teraktual kedua kesebelasan pada babak kualifikasi Piala Asia 2018.

Berlaga di Stadion Rajamangala pada 20 September 2017, Timnas U-16 menang dengan skor 1-0 melalui gol Amanar Abdillah pada menit ke-20. Mari garis bawahi juga bahwa Thailand saat itu berstatus sebagai tuan rumah.

Atas hasil itu, dari enam pertemuan di semua ajang, Timnas U-16 dan Thailand sama-sama mengoleksi tiga kemenangan. Akan tetapi, jangan lupa bahwa Timnas U-16 akan tampil di hadapan ribuan suporter fanatik Indonesia faktor yang berperan penting dalam perjalanan Timnas U-16 sejauh ini. Dan, bukan tak mungkin bahwa mimpi buruk itu dipercaya akan lenyap.

Semuanya ternyata terbukti mimpi buruk itu telah hilang. Masyarakat Indonesia tentunya malam ini sedang bergembira karena Timnas U-16 sepakbola menjuarai Piala AFF tahun 2018. Prestasi yang luar biasa sungguh kado manis bagi Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke 73. Sangat spesial.

Penonton di stadion dan hampir seluruh penonton di Indonesia menangis bahagia menyaksikan tim kebanggaan kita berhasil menjadi juara, mengharumkan nama bangsa Indonesia. Semoga saja peristiwa ini bisa memberikan motivasi lebih kepada Timnas Senior untuk bisa menjadi juara AFF. Karena sampai saat ini Timnas senior sangat sulit untuk menjadi juara AFF.

Walaupun masih usia belia mereka Timnas U-16 telah gigih berjuang untuk menjadi yang terbaik. Akhirnya berjuangan mereka berbuah manis. Walaupun Tim Thailand memberikan perlawanan yang super a lot, sehingga memaksa memainkan adu pinalti. Karena sampai 2 x 40 menit kedudukan tetap imbang 1-1. Setelah pada babak pertama Indonesia berhasil mencetak gol terlebih dahulu. Tetapi pada menit ke 72 Thailand berhasil menyamakan kedudukan.

Penjaga gawang Timnas U-16 berhasil memblok 2 pinalti dari pemain Thailand. Sorak soray langsung membahana di seluruh penjuru stadion. Bahkan mungkin para penonton di rumah ikut berteriak merayakan kemenangan, kesuksesan Timnas U-16 Indonesia menjuara piala AFF Tahun 2018.

Sumber:

https://kumparan.com/@kumparanbola/thailand-kerap-hadirkan-mimpi-buruk-tapi-tidak-untuk-timnas-u-16-1533814983435185096

Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Hukum Tata Cara Mengendus Kuasa, Kuliah Gratis untuk Refly Harun

Semoga Saudara Refly Harun dalam keadan sehat akal wal afiat!! Awalnya saya merasa tidak begitu penting untuk memberi tanggapan akademis terhadap saudara Refly Harun. Kendati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.