Minggu, Oktober 25, 2020

Si Fasik yang Terbaptis

Flash Sale Hantu Konsumtif

Gempuran promo akhir tahun melalui media daring mendistraksi seseorang untuk membeli produk dengan iming-iming Flash Sale. Potongan harga yang diberikan pun tidak biasa, promo...

Stereotip Manusia Papua: Pembenaran Kekerasan Kultural

Awal tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, memperbolehkan Kongres Rakyat Papua II dan pengibaran bendera Bintang Kejora. Pengibaran bendera itu...

Terowongan Silaturahmi dan Ilusi Ruang Temu

Rencana pembangunan terowongan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagaimana disebutkan Presiden Joko Widodo (7/2) tampak menjadi polemik. Berbagai pro dan kontra muncul dari...

Post-truth, Internet, dan Politik

Istilah post-truth pernah diungkapkan oleh Steve Tesich pada tahun 1992 di majalah The Nation, ia merefleksikan kasus Perang Teluk dan kasus Iran yang terjadi...
Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known

Didalam Dunia Postmodern Kristen ini, Harus menjadi awasan bagi Para Peminpin Gereja untuk terus tegak Berdiri mengajarkan Apa artinya Menjadi “Kristen Sejati” 

Kelahiran Kembalai, Pembaharuan, Kesempurnaan biasanya tidak menjadi Mata Pelajaran standart didalam Sekolah -Sekolah Theologis pada umumnya. Jika Hal ini tidak diajarkan bagaimana tidak. Gereja diera ini kebanjiran Para “Fasik yang terbaptis”. 

Nb : Fasik terbaptis = ( Mereka yg menerima Baptisan tetapi tetap hidup dalam dosa bahkan menjadi anggota setia gereja/ menjadi murid gereja bukan murid Tuhan Yesus ) Hal ini bertujuan untuk menangani Persoalan parah ini yang semakin mengancam kehidupan Gereja pada Titik intinya, bukan pada keberadaan Gereja sebagai lembaga Kultural atau religius, tetapi pada keberadaan Gereja sebagai Tubuh Kristus yang hidup dan Efektif 

Kampus – kampus Theologi Terkemuka hanya menerima mahasiswa yang dapat memenuhi Standart yg telah ditetapkan dalam ujian masuk, semakin berkuaitas kampus tersebut semakin ketat persyaratan yg mereka tetapkan. 

Gereja bukanlah lembaga Akademiki, gereja Berkarakter Rohaniah bukan akademik, Persyaratannya dengan demkian bersifat Rohaniah bukan akademik, namu apakah itu berarti bahwa hal-hal kerohanian ini meniadakan persyaratan ataupun standart ? Apakah tidak sebaliknya, yaitu persyaratan2 rohani tidak kalah penting ? Bahkan kenyataannya lebih penting dari persyaratan akademik. 

Apakah Lulus ujian lebih penting daripada Bertobat ? Apakah kualitas akademik lebih penting daripada kualitas moral ? Apakah semakin terpelajar lebih penting daripada menjadi semakin rohani? Lalu mengapa kita begitui kendor dalam hal2 rohaniah ? 

Kalau Lembaga Akademiki yg baik menerapkan persyaratan ketat, bagaimana mungkin banyka Greja yg tidak Pernah Bicara soal “Standart Kerohanian?” Bukankah persyaratan2 tersebut semuanya tertulis didalam Alkitab ? Lalu mengapa kita tidak mengetahuinya ? sehingga banyak orang yang dibawa masuk ke dalam Gereja Kristus secara Gampangan, dengan sekedar memenuhi beberapa syarat dankal saja,itupun kalau ada 

Baptisan sering dilakukan tanpa persiapan serius dipihak calom baptisan, jika demikian halnya, kita harus bertanya lagi; bagaimana Gereja dapat menghindar dari dipenuhi dengan “SiFasik Terbaptis” dan karenanya menjadi “Fasik” sendiri ? 

Bagaimana gereja dapat terhindar dari kondisi tenggelam didlam Keserupaan dunia, dan kehilangan Identittas Rohaniahnya ? Mari kita perlu memperhatikan dengan saksama peringatan serius ini dari Kepala Gereja Yesus Kristus “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang “(Matius 5 : 13). (Locus : Blimbingsari Desa Wisata Kristen – Kamis 11September 2014 – 14:48 Wita – ERIS)

Pdt. Musa Haisoo
El Roi Israel Sipahelut I Know God And Make Him Known
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Berlindung di Balik Topeng Kaca, Public Figure juga Manusia

Ketika Candil lewat Grup Band Seurieus, salah satu Band Rock Kenamaan tahun 2000-an awal ini menyuarakan pendapatnya lewat lagu Rocker juga Manusia, saya seratus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Memperkuat Peran Politik Masyarakat

Salah satu kegagalan konsolidasi demokrasi elektoral adalah tidak terwujudnya pemilih yang cerdas dalam membuat keputusan di hari pemilihan. Menghasilkan pemilih cerdas dalam pemilu tentu...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Refleksi Bulan Bahasa: Apa Kabar Perpres 63/2019?

Oktober adalah bulan yang sangat bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pada bulan inilah, 92 tahun silam terjadi peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak lahirnya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.