Senin, Januari 18, 2021

Sex (in) Equality

Indonesia, Kopi dan Pemuda

“Kopiku tinggal sedikit, tapi harapku untuk memiliki mu masih terjaga” Begitulah sebuah kutipan yang banyak berseliweran di media sosial. Bagi para pemuja bucin kutipan tersebut...

Al-Ghazali dan Dimensi Filsafat yang terabaikan

(Tulisan ini disarikan dari dua buah buku Prof. Dr. M. Amin Abdullah dengan judul Antara al-Ghazali dan Kant: Filsafat Etika Islam dan Islamic Studies...

Nikahsirri.com : Tantangan Baru Upaya Pemberdayaan Perempuan

Fenomena sosial media untuk mencari pasangan(dating app) tentunya bukan hal yang baru di Indonesia. Sebutlah beberapa pemain yang sudah aktif sejak beberapa tahun yang...

Mahasiswa, Antara Membaca dan Karaoke

Solo Membaca, tajuk acara yang keterlaluan tidak tahu menakar diri itu sudah sejak lama kisruh. Bahkan di internal Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kentingan UNS...
bean03
Mahasiswa jurusan Jurnalistik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Diskriminasi atau bias gender sering ditemykan dalam pemberitaan dalam media konvensional amaupun media online, dan secara tidak langsung konten dari pemberitaan tersebut merepresentasikan bentuk eksploitasi wanita, dalam mayoritas frekuensi pemberitaan yang sering dimuat dalam media sering kali menggunakan angle “women as a suspect” daripada “men’s Involvement.

Dalam kasus Vanessa Angel proporsi pemberitaan yang dimuat serta-merta hanya melihat dari sudut pandang yang sangat subjektif dan bersifat personal, namun seharusnya karya jurnalistik yang ideal adalah karya yang menjunjung tinggi nilai-nilai jurnalistik dan tidak hanya melihat dari satu sisi.

Namun, melihat dari segala sisi yang memungkinkan (NEWS North East West South), konten pemberitaan vanessa angel yang sering kali dimuat tersebut adalah representasi bagaimana bias gender masih ada dapam dapur redaksi mesia massa yang seharusnya menjadi konsumsi primer masyarakat akan informasi.

Konstruksi masyarakat sendiri mengenai gender yang dilihat dari sisi nilai sosial, budaya, pendidikan dll, masih menjadi persoalan mengenai bagaimana stereotip perempuan di mata masyaraka.

Meskipun, bentuk patriarki sudah mulai kurang pengaplikasiannya dalam masyarakat, wanita masih memiliki steroitip mengenai ruang lingkup kerja yang tidak bisa dijangkau oleh kaum hawa.

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa bagi insan media, isu-isu yang mengandung unsur gender dapat mempengaruhi aspek pasar media dan memiliki segmentasinya sendiri, entah dalam media massa lokal, nasional, hingga ke internasional. Gambaran marginalisasi perempuan dalam konten media massa sering kali ditemukan di sinetron, iklan dan bahkan berita kriminal dimana wanita menjadi korban yang selalu tersudutkan.

Jurnalisme berperspektif gender menurut Yusuf (2004) merupakan sebuah kegiatan jurnalisme yang menginformasikan, mempermasalahkan, dan menggugat secara terus menerus mengenai adanya hubungan yang tidak setara atau ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan, yang dimana hal ini dapat diimplementasikan dalam pemberitaan media massa yang kian sering memunculkan konten pemberitaan yang bias gender.

Dalam sebuah dapur redaksipun idealnya adanya jumlah seimbang dari segi jumlah wartawan dan wartawati dalam sebuah redaksi, dan juga baban kerja yang setara antara laki-laki dan perempuan yang memungkinkan dapat memunculkan konten-konten yang bebas dari bias gender karena adanya sudut pandang dari jurnalis perempuan dalam pengolahan berita tersebut, hal ini juga bisa menjadi amunisi untuk meng-counter pemberitaan bias gender yang kerap di muat dalam media massa.

Picture source : tribunjatim.com

bean03
Mahasiswa jurusan Jurnalistik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.