OUR NETWORK

Setetes Cinta Untuk Golkar Jabar

Munculnya surat bodong dari DPP Golkar ternyata menimbulkan berbagai gejolak di masyarakat terutama pemerhati situasi politik saat ini khususnya dalam Pilgub Jabar. Puncaknya kemarin pada hari Selasa 26/9 terjadi demonstrasi masa Golkar Jabar yang mengutuk politik transaksional yang terjadi di tubuh di DPP Partai Golkar.

Bila kita cermati dengan seksama, peristiwa demo besar besaran yang terjadi di kantor DPD Golkar Jabar ini membuktikan bahwa adanya kekecewaan yang besar dari para kader atau anggota partai Golkar Jabar terhadap munculnya surat bodong tersebut.

Ini membuktikan bahwa kecintaan kader Golkar Jabar terhadap sosok Dedi Mulyadi begitu kuat. Andaikan Dedi Mulyadi tidak jadi diusung oleh Golkar mungkin para kader ini tetap akan mendukung penuh pencalonan Dedi Mulyadi. Artinya, loyalitas mereka teruji dan tak melihat partai lagi, melainkan sosok figur karena melihat kinerja dan prestasinya.

Seperti yang kita tahu semenjak Dedi Mulyadi menjadi Ketua DPD Golkar Jabar. Dia rutin berjunjung ke kabupaten/kota bahkan ke pelosok-pelosok daerah di Jawa Barat. Agenda ini dengan tujuan adalah mengembalikan nama besar Partai Golkar sebagai partai rakyat.

Semenjak tongkat kepemimpinan DPD Partai Golkar Jawa Barat beliau emban, maka dimulailah konsep kemasyarakatan dalam tubuh partai Golkar Jawa Barat. Sebagai contoh, misalnya pelantikan ketua DPD Kabupaten/kota yang dilaksanakan di rumah warga kurang mampu. Bukan di tempat mewah dan jauh dari urat nadi kehidupan warga.

Selain itu, sejak ia memimpin Golkar Jabar, Dedi Mulyadi tak pernah bosan  menginstruksikan kepada jajarannya agar lebih memperhatikan masyarakat kurang mampu yang berada di wilayahnya masing-masing.  Tentu, ia tak sekadar instruksi, melainkan memberi teladan sehingga banyak membantu kelompok masyarakat kecil.Itu sebabnya, tak aneh jika masyarakat Jabar sangat mendukung pencalonan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Perjalanan hidup dan kiprah Dedi Mulyadi yang dituangkan dalam Buku Mengayuh Negeri Dengan Cinta sangat gamblang menjelaskan sosok dan kinerjanya. Falsafah yang kuat dalam  kiprahnya seperti halnya cinta kepada Ibunya. Ada sebuah kalimat yang berbunyi “demi cinta itulah saya melakukan banyak hal, saya terus menerus membuat prestasi. Bagi saya, prestasi itulah monumen cinta saya pada ibu”.

Dedi Mulyadi membangun dan berkiprah dengan cinta, maka tak heran dia sangat peduli pada warga yang lemah dan acapkali dimarginalkan oleh pembangunan.

Salah satu masyarakat di Kota Kecil

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…