Senin, Maret 8, 2021

Semangat Sumpah Pemuda, Semangat Berbahasa Indonesia

Dilema Seniman dan Gerakan Sosial

Belum lewat ingatan kita tentang Ratna Sarumpaet, seorang seniman Teater yang cukup senior yang menjadi sorotan. Bukan karena karya monumental yang dipentaskan, namun karena...

Menyoal Usulan KPK Tentang Pendanaan Parpol

Ketua KPK Agus rahardjo mengusulkan agar partai politik dibiayai pemerintah. Namun perlu dibuat sistem audit agar penggunaan dana yang berasal dari pemerintah itu bisa...

Gibran, Dinasti Politik, dan Kaderisasi Parpol

Akhir-akhir ini media sosial kita seperti twitter, instagram, facebook dan whatsApp ramai memperbincangkan topik Gibran dalam dekapan dinasti politik. Seolah perbincangan Gibran ini mengalahkan...

Sistem Zonasi PPDB dan Siasat Miskinisasi

Dunia pendidikan kita lagi-lagi mengalami persoalan rumit dan krusial. Sistem pendidikan nasional yang menjadi salah satu landasan utama untuk mendidik manusia-manusia Indonesia berkualitas di...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Sumpah Pemuda diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan salah satu penyemangat para pejuang bangsa ini untuk merebut bumi pertiwi. Ikrar Sumpah Pemuda ini meleburkan segala perbedaan suku, agama, ras dan golongan serta menyatukan bangsa Indonesia.

Menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia sesungguhnya merupakan janji suci yang kadang dilupakan. Generasi muda kadang lebih memakai Bahasa gaul terutama di media sosial, sms, chat, facebook, twitter dan lainnya.

Menggunakan Bahasa Indonesia merupakan wujud penghargaan kepada bangsa dan negara. Tujuan menggunakan Bahasa Indonesia juga bagian dari menghargai jasa-jasa pahlawan dan mempelajari sejarah Indonesia. Bahasa Indonesia resmi penggunaannya pada setelah proklamasi kemerdekaan, yaitu 18 Agustus 1945 bersamaan dengan berlakunya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa penghubung antar etnis dan suku-suku yang beragam di Indonesia. Kenapa Bahasa Indonesia diambil dari Bahasa Melayu? Bisa jadi karena Bahasa Melayu mudah dipelajari dan mudah dikuasai daripada Bahasa Jawa yang lebih sulit dan kerumitan struktur bahasanya.

Orang-orang Jawa pun ikhlas menerima bahasa Melayu yang digunakan meskipun jumlah orang Jawa jauh lebih banyak daripada suku-suku lain di lingkungan pemimpin di Indonesia pada waktu itu.

Meskipun Bahasa Indonesia dipakai di 90% warga Indonesia, tapi Bahasa Indonesia bukan merupakan bahasa ibu dari warga Indonesia. Bahasa Ibu warga Indonesia merupakan bahasa daerah masing-masing. Di Indonesia ada 748 bahasa daerah.

Bahasa Indonesia digunakan di media massa, sastra, surat-menyurat resmi dan forum diskusi resmi sehingga dapat disimpulkan Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia. Bahasa Indonesia juga merupakan simbol kemerdekaan bangsa.

Bahasa Indonesia sekaligus bahasa resmi dan bahasa nasional. Maka Indonesia sangat beruntung dan berbangga hati karena memiliki bahasa nasional yang sekaligus bahasa resmi. Dan di Indonesia tidak pernah ada pertengkaran tentang penggunaan bahasa Indonesia.

Sumber Foto: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/pengumuman/585

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.