Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Selamat Hari Palang Merah Sedunia | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Selamat Hari Palang Merah Sedunia

Guru dan Politik Partisan di Ruang Kelas

Sedang ramai diperbincangkan dugaan seorang guru SMA negeri di Jakarta Selatan, melakukan kampanye anti-Jokowi terhadap para siswanya di sekolah. Publik bereaksi, terkhusus di media...

Bagaimana Memahami Gempa Sebagai Kemarahan Alam

Dalam dua minggu terakhir ini kita menemukan orang-orang yang menghiasi timeline dengan analisis receh hubungan antara gempa dan politik. Pendapat itu, di tengah kesedihan...

Komunikasi dalam Berdemokrasi

Setiap manusia yang ada di dunia ini adalah zoon politicon, yaitu tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup sebagai makhluk sosial. Fitrah sebagai makhluk sosial...

Politik Out of the Box!

Generasi milenial saat ini dianggap hanya selalu berfokus pada bidang seni budaya, olahraga, dan dunia daring semata. Namun nyatanya, secara tidak langsung, generasi milenial...
Hasnah Harahap
Mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta

Palang Merah hadir sebagai wujud kepedulian terhadap kemanusiaan. Setiap 8 Mei ditetapkan sebagai Hari Palang Merah Internasional. Peringatan ini diadakan sejak tahun1948 hingga kini. Tak terbilang banyaknya jasa yang diberikan Palang merah terhadap kemanusiaan.

Manusia sudah selayaknya memiliki jiwa kemanusiaan. Rasa ingin menolong sesama saat kesulitan. Rasa inilah yang dipegang teguh oleh Palang Merah hingga mampu bertahan hingga kini. Berjuang untuk kesejahteraan orang banyak. Hal ini tentunya akan memberikan perasaan senang bagi yang melakukannya.

Saat ini Palang Merah mungkin tidak terlalu banyak dilihat. Di Indonesia Palang Merah sangat sering melakukan kegiatan donor darah. Bahkan banyak kampus yang bergabung melakukan kegiatan. Seringkali kegiatan donor darah ini menjadi program kerja beberapa organisasi kampus. Selain berguna untuk membantu proses pendonoran darah, pihak Palang Merah bersedia melakukan kerjasama dengan mahasiswa.

Kegiatan donor darah biasanya diminati oleh banyak orang. Donor darah sering dianggap sebagai kegiatan amal. Selain itu manfaat kesehatan si pendonor akan lebih baik. Sehingga tidak ada salahnya jika melakukan donor darah. Bahkan beberapa orang rutin mendonorkan darahnya agar kesehatannya tetap terjaga.

Kebutuhan akan darah terkadang meningkat, dengan adanya kegiatan donor darah maka bisa menjawab kebutuhan tersebut. Palang Merah bisa menyuplai darah untuk yang membutuhkan. Sehingga saat seseorang membutuhkan darah tidak perlu sulit mencari. Terkadang ada pasien yang tidak tertolong karena darah yang dibutuhkan tidak tersedia. Dengan adanya kegiatan donor darah diharap dapat membantu pasien-pasien tersebut.

Palang Merah Indonesia memang selalu identik dengan kegiatan donor darah. Namun perlu diketahui bahwa Palang Merah juga berpartisipasi dalam penanganan bencana. Ketika suatu daerah terkena bencana alam, Palang Merah akan siap sedia membantu. Bantuan yang diberikan pun beragam, dari obat-obatan hingga bantuan lainnya.

Saat bencana melanda daerah tertentu, Palang Merah akan berusaha membantu dengan segala sumber daya yang ada. Bekerja sama dengan berbagai orang agar penanganan  bencana berjalan dengan baik. Pertolongan yang diberikan tentunya sangat bermanfaat bagi banyak orang. Meski harus mengorbankan nyawa sekalipun, mereka akan terus maju atas nama kemanusiaan.

Jiwa kemanusiaan Palang Merah tidak perlu diragukan lagi. Demi membantu sesama mereka akan bergerak dengan cepat dan baik. Atas nama kemanusiaan semua harus dilaksanakan. Menyelamatkan segala nyawa agar tidak menjadi korban bencana ataupun korban kekurangan darah. Loyalitas tidak perlu dipertanyakan lagi. dalam hati mereka sudah teguh akan mengabdi untuk kemanusiaan.

Organisasi seperti Palang Merah sangat dibutuhkan negara. Bila terjadi perang, Palang Merah akan menjadi penolong pertama. Bukankah manusia pun harus hidup layaknya relawan Palang Merah? Bertindak dengan jiwa kemanusiaan bukan kerakusan. Sepertinya kita sebagai manusia harus banyak belajar dari relawan Palang Merah. Belajar tentang kemanusiaan.

Terkadang kita lupa bahwa diri kita manusia dan bertindak tidak seperti manusia. Rakus akan tahta dan rupiah. Sehingga apapun dilakukan demi dua hal tersebut. Kita lupa bahwa sejatinya manusia harus hidup seperti manusia. Namun kenyataannya tidak. Miris rasanya ketika melihat seseorang senang dengan penderitaan orang lain.

Manusia semakin merajalela dan tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Bertindak mengikuti hawa nafsu dan omongan-omongan setan. Semua hal yang dilakukannya untuk mencapai kekayaan materi sehingga membuatnya miskin simpati. Tidak lagi peduli akan kepedihan teman sendiri. Kebahagian pribadi menjadi tujuan abadi.

Semakin kesini manusia menjadi makhluk individu. Melupakan bahwa sejatinya dia adalah makhluk sosial. Orang lain dianggap sebagai alat peningkatan kualitas diri. Saat ini manusia saling memanfaatkan satu sama lain. Seperti pepatah lama habis manis sepah dibuang. Hal ini seakan sering terlihat dan menjadi hal yang diwajarkan.

Sudah sepatutnya manusia hidup sebagai manusia. Hidup dengan nilai kemanusiaan. Sesuai nilai yang dipegang teguh oleh Palang Merah. Bertindak demi kemanusiaan. Saling peduli dan merangkul. Memperbaiki satu dengan yang lain. Hidup bersama dalam dunia yang sama. Terus berusaha bermanfaat bagi yang lain bukan memanfaatkan yang lain.

Sungguh indah dunia bila setiap manusia menyadari perannya. Hidup akan lebih bahagia bila tetap memegang teguh nilai kemanusiaan. Tentu kita sebagai manusia ingin diperlakukan dengan baik sehingga kita pun perlu bertindak demikian terhadap orang lain.

Filosofi kemanusiaan dari Palang Merah patut menjadi contoh bagi manusia yang sudah lupa akan nilai itu. Peringatan Hari Palang Merah Internasional akan lebih bermakna bila membawa perubahan sikap dari diri kita masing-masing. Memulai peduli dari hal terkecil hingga bisa melakukan perubahan yang lebih besar lagi.

Perubahan kecil bisa dimulai dari diri sendiri. Namun untuk melakukan perubahan besar kita butuh tangan lain untuk mewujudkannya. Saat kita kembali melihat nurani kita maka kemungkinan perubahan besar itu akan datang. Karena kita bergerak atas nama kemanusiaan bukan keegoisan.

Bangsa Indonesia merdeka karena nilai kemanusiaan yang kuat dalam diri pahlawan kita. Mereka peduli akan masa depan bangsa sehingga mereka bersatu melawan penjajah. Teladan itu sangat baik untuk ditiru. Tidak akan ada ruginya. Sudah menjadi tugas kita menjaga dan mengisi kemerdekaan. Lalu untuk mewujudkan itu, mengapa kita tidak mencoba bersatu atas nama kemanusiaan? Hal ini tentunya akan menjadi kekuatan yang sangat super untuk bangsa ini.

Hasnah Harahap
Mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.