Senin, April 12, 2021

Selain NU Sering Disebut Muhammadiyah

Bambu Runcing atau Nalar Runcing?

Pahlawan kita telah berjuang mati-matian di medan tempur untuk merebut kemerdekaan dari penjajah atau para pahlawan telah mengorbankan nyawa mereka di medan perang untuk memerdekakan...

UNESCO Masih Eurosentrik, Indonesia Menjadi Korbannya

Meski dipisahkan oleh Atlantik, gaung Black Lives Matter memiliki animo yang tidak kalah besar di kota-kota besar Eropa. Protes terhadap diskriminasi rasial menjadi topik...

Denny Siregar Benar, Jokowi Bukan Soeharto

Denny Siregar kesal. Saat ini ada yang terang-terangan menyatakan Jokowi sama saja dengan Soeharto. Mengingat ketidaksanggupannya dalam membedakan antara sipil dan militer dalam konsepsi...

Johnny English: Kekonyolan yang di Eksploitasi

Rowan Atkinson sang maestro komedi kembali hadir dengan karakter usil dan konyol di layar bioskop tahun ini. Sejak awal kemunculannya di layar kaca sebagai...
Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas

Muhammadiyah secara bahasa berasal dari kata Muhammad diambil dari nama Nabi Muhammad dan Iyah yang artinya pengikut. Jadi, Muhammadiyah artinya pengikut Nabi Muhammad, yang merasa pengikut Nabi Muhammad bisa juga disebut sebagai Muhammadiyah (Pengikut Nabi Muhammad SAW). Semua yang merasa Islam berarti Muhammadiyah juga, Kalau mengaku Islam tapi tidak mengikuti nabi Muhammad SAW terus meneladani siapa lagi?

Muhammadiyah secara Istilah adalah sebuah Organisasi Islam. Gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 M atau 8 Dzulhijah 1330 H di Kauman Yogyakarta. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam menempatkan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai dasar organisasi dan pergerakan Islam yang berkemajuan.

Muhammadiyah mempunyai ciri khusus agar tidak semua yang berbeda dengan NU selalu disebut sebagai Muhammadiyah. Yang pertama Muhammadiyah mempunyai Majelis Tarjih, yang bertugas melakukan pengkajian, penafsiran dan penerapan ajaran dalam agama Islam. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Majelis Tarjih memegang prinsip dan metode tertentu yang tertuang dalam Manhaj Tarjih.

Jadi kalau ada ustadz atau ulama yang fatwa-fatwanya tidak berasal dari Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah jangan terburu-buru di sebut sebagai bagian dari warga Muhammadiyah.

Istilah tarjih berasal dari disiplin ilmu ushul fikih yang berarti melakukan penilaian terhadap dalil-dalil syar’i yang secara zahir tampak saling bertentangan atau evaluasi terhadap pendapat-pendapat (qoul) fikih untuk menentukan mana yag lebih kuat. Maka Muhammadiyah mempunyai Himpunan Putusan Tarjih, Harusnya dalam menentukan fatwa warga Muhammadiyah mengutip HPT, Bukan ustadz lain yang bahkan mengerogoti paham Muhammadiyah.

Muhammadiyah mempunyai wawasan tadjid yang mempunyai dua arti, yakni dalam bidang akidah dan ibadah, tajdid bermakna pemurnian dalam arti mengembalikan akidah dan ibadah kepada kemurniannya sesuai dengan sunnah Nabi saw. dalam bidang muammalat duniawiyah, tajdid berarti mendinamisasikan kehidupan masyarakat dengan semangat kreatif dan inovaif sesuai tuntunan zaman.

Persyarikatan Muhammadiyah harus tertib adminitrasi menjadi seorang organisatoris haruslah memperhatikan berbagai macam aspek. Salah satunya adalah dengan perwujudan tertib administrasi dalam organisasi. Tertib administrasi dan tertib organisasi menjadi salah satu ciri organisasi modern.

Secara mendetail segala ketentuan administrasi organisasi, baik dari bidang kesekretariatan maupun keuangan. Muhammadiyah itu organisasi yang menerapkan asas kolektif kolegial. Ketua sebagai pembuat keputusan dari musyawarah semua anggota.

Secara umum menurut masyarakat awam apa itu Muhammadiyah. Menurut pengetahuan saya yang tinggal dengan masyarakat di lingkungan yang belum kenal dengan Muhammadiyah. Mungkin sebagian warga hanya tahu nama Muhammadiyah saja, Karena dilingkungan tersebut belum ada perkembangan dan gerakan Muhammadiyah.

Opini yang berkembang bahwa, yang dinamakan atau identik dengan Muhammadiyah mempunyai ciri-cirinya sebagai berikut; shalat tarawih 11 rakaat, yang tidak ikut yasinan, yang tidak ikut tahlilan. Ditambah pakai celana cingkrang, Jenggot panjang, Jidat hitam, Bagi yang perempuan pakai cadar. Dengan keterangan seperti itu, Beda dengan ciri-ciri saya yang simpatisan dan lagi belajar Muhammadiyah ini. Emang siapa saya, baru bisa memahami secara tekstual himpunan putusan tarjih.

Pernah saya mendapatkan sebuah kabar dari tetangga rumah. Ketika itu ada tetangga saya yang memberikan informasi, Karena tetangga rumah tahu kalau saya adalah simpatisan Muhammadiyah, karena saya perantauan belum paham daerah sekitar maka sering diberi Info begini “itu orang yang rumahnya diatas beliau itu orang Muhammadiyah mas”.

Setelah saya tabayun kepadanya dengan datang kerumahnnya ternyata beliau bukan berorganisasi Muhammadiyah, Tapi orang tersebut berormas Persis (Persatuan Islam), Kalau ormas Persis (Persatuan Islam) bisa masuk akal karena lambang Ormas Persis hampir mirip dengan Ormas Muhammadiyah berbentuk sinar matahari, jadi Ormas Persis pun disebut oleh warga yang awam bagian dari Muhammadiyah.

Ada lagi yang memberi info begini “itu yang rumahnya disebelah atas juga Muhammadiyah lho mas “, Setelah saya datangi rumahnya dan saya pahami ternyata “Orang tersebut bermanhaj salafi”, walapun orangnya tidak menyebut dirinya sebagai Salafi mungkin karena demi persatuan tidak mengkelompok-kelompokkan atau kerukunan sesama umat islam dan saling bersaudara agar tidak kelihatan merasa paling benar sendiri. Cuma saat tukar fikiran sama apa tidak dengan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah, Ternyata ada perbedaan pandangan gerakan.

Misalnya Muhammadiyah membolehkan dan setuju dengan sistem demokrasi, Muhammadiyah melakukan Jihad konstitusi UU yang merugikan Masyarakat, Dan masih banyak lagi perbedaan itu, Tapi saya tidak sedang mencari perbedaan-perbedaan itu, Semakin banyak perbedaan disebutkan akan semakin banyak yang ketinggalan untuk disebutkan.

Jadi menurut lingkungan yang awam tentang Muhammadiyah, Membentuk pola fikir masyarakat bahwa yang selain mengikuti jamaah NU kemungkinan mereka mengikuti pedoman Muhammadiyah. Jadi yang dikenal di Indonesia hanya Muhammadiyah Dan NU, Ini hanya pengalaman saya saja bukan untuk mengadu domba, Memang opini yang berkembang dimasyarakat awam seperti itu.

Jadi menurut pengalaman saya, misal seandainya itu Salafy, Persis, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad Al Islamiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dimata orang awam bisa disebut sebagai Muhammadiyah bisa jadi karena dianggap mirip gerakannya. Atau bisa jadi tidak mengamalkan tradisi seperti warga NU dan terdapat perbedaan masalah khilafiyah dengan warga NU. Sudah bisa diambil opini bahwa selain mengikuti NU berarti Muhammadiyah, Banyak donk anggota Muhammadiyah seandainya cara menghitung model seperti itu. Padahal kalau lagi rapat tidak sebanyak itu.

Ada beberapa pahlawan dari Muhammadiyah, Contoh Ir Soekarno dulu pernah masuk anggota Muhammadiyah karena pernah mengabdi menjadi guru disekolahan Muhammadiyah saat di asingkan oleh penjajah. Bahkan ketika wafatnya Bung Karno, jenazahnya ini ditutupi dengan bendera Muhammadiyah. Ada lagi pahlawan Ki Bagus Hadi Kusumo, Sampai-sampai Pak Soeharto pernah diakui sebagai anggota Muhammadiyah pada waktu itu.

Karena Pak Soeharto dalam sejarah hidupnya, pernah mengenyam pendidikan SD Muhammadiyah, Muhammadiyah pernah mengeluarkan aturan siapa yang pernah sekolah di Muhammadiyah adalah bagian dari anggota Muhammadiyah. Ada Jendral Sudirman panglima TNI kader Hizbul Wathan pandu Muhammadiyah, ada Ir Djuanda, Ada KH Ahmad Dahlan selaku pendiri persyarikatan.

Sekolahan islam yang mengajarkan pakai kursi, meja, papan tulis sampai dituduh sekolahan kafir pada zamanya, Lembaga yang mengajarkan bagaimana menghimpun zakat umat, lembaga yang mengajarkan bagaimana biro haji dan umroh, di Indonesia dipelopori oleh Muhammadiyah. Hanya metode penentuan awal lebaran dan puasa yaitu metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipelopori oleh Muhammadiyah tapi belum ditiru oleh Negara Indonesia.

Jadi bagi yang masih suka sebut Salafi sebagai Muhammadiyah apakah sudah paham tentang ciri khas masing-masing gerakan. Takutnya nanti salah dalam menyebut, misalnya saja ada oknum aliran radikal karena mirip di cap sebagai anggota Muhammadiyah, saya tidak mau lagi mengulang-ulang berita yang bahasanya seperti bahwa Muhammadiyah itu sangat moderat. Tapi agar masyarakat sendiri yang menilai. Apa sih Muhammadiyah menurut masyarakat awam. WaAllahu ‘Alam..

Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas
Berita sebelumnyaOSS Saja Tidak Cukup
Berita berikutnyaDemo Starter Pack Ala Joker
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.