Senin, Maret 8, 2021

Sejarah Peradaban Di Pulau Jawa

Kritik terhadap Media Massa

Sejak reformasi bergulir tahun 1998 lalu, pers telah mengalami suatu tahapan metamorphosis yang luar biasa. Institusi ini telah menemukan wahana kebebasan, terutama setelah diluncurkannya...

Paradoks Gerakan Front Pembela Islam

Siapa yang tidak mengenal Front Pembela Islam (FPI)? Hampir seluruh rakyat Indonesia mengenalnya. Organisasi yang didirikan oleh Rizieq Shihab adalah organisasi yang cukup menjadi...

Ketika Mereka Bertemu Rakyat

Siang ini matahari menyorot tajam di atas ubun-ubun. Terik panasnya menyengat seluruh kerumunan massa di lapangan dekat alun-alun. Massa bergemuruh ramai layaknya lautan manusia...

Telaah “Asal-Usul” Tindakan Bos First Travel

Sahabat saya yang seorang essais muda, yakni Khudori Husnan, di dalam calistoeng.blogspot.com, mengulas soal kehidupan pencitraan akut sejoli yang tengah menjadi hot issue belakangan...
Satrya Tunggal
Penulis Lepas

Jawa memiliki sejarah epik dan menjadi tempat tinggal manusia dimulai sejak 1,7 juta tahun yang lalu ketika ‘Orang Jawa’ menjelajahi tepi Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah.

Lalu bagaimana mereka bisa sampai di Pulau Jawa dan siapa mereka?

Bangsa Austronesia

Sampan menepi di pasir dan mereka melangkahkan kakinya di pesisir pantai. Mereka adalah bangsa Austronesia, pelaut terhebat pada masanya. Mereka dan nenek moyangnya bangsa Polinesia menjadikan samudra Pasifik sebagai teritorinya dengan dituntun angin dan petunjuk dari bintang untuk menjelajahi banyak pulau, dari Filipina sampai Hawai. Tetapi Pulau Jawa sangat lah spesial. Terbentuk dari letusan gunung dan terletak di jalur perdagangan laut yang sangat penting, sebuah pulau yang sangat cocok untuk mendirikan sebuah peradaban.

Awal berdirinya kerajaan

Kesuburan pulau yang sangat luar biasa memungkinkan pengembangan pertanian sawah intensif, yang pada akhirnya mewajibkan kerja sama yang erat antar kelompok. Dari persekutuannya, kerajaan kecil mulai berkembang, contohnya Raja Purnawarman dari Taruma, namun kerajaan besar pertama dipimpin oleh Raja Sanjaya, yang mendirikan kerajaan Mataram pada awal abad ke-8. Agama yang dianut Mataram berpusat pada penyembahan dewa Hindu Siwa, dan menghasilkan beberapa candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng.

Lalu muncul Dinasti Sailendra, mengikuti masa kejayaan agama Buddha yang diperkiraan sebagai awal mula pembangunan candi Borobudur. Kerajaan penganut Hindu dan Budha terus hidup berdampingan dengan kompleks, kerajaan Hindu tampaknya tidak mau kalah dalam hal membangun Kuil-kuil dengan mulainya melakukan proyek pembangunan candi Prambanan yang besar satu abad setelah Borobudur.

Kerajaan Majapahit

Dalam sejarah dunia, Kerajaan Majapahit tidak terlihat seperti kerajaan besar pada masa itu. Hal itu didasari karena, tak seperti kerajaan Asia Tenggara lainnya yang bertahan berabad-abad lamanya bahkan ada yang masih berdiri sampai sekarang seperti Thailand dan Brunei. Majapahit hanya bertahan kurang lebih seratus tahun lamanya yang diperkirakan dari tahun 1295 sampai 1389. Dan juga pada saat kerajaan-kerajaan lain yang meninggalkan banyak sekali bangunan seperti candi-candi dan tempat megah lainnya, Majapahit hanya meninggalkan reruntuhan di ibukotanya, bahkan hanya sedikit catatan sejarah yang terdapat pada masa itu.

Namun mengapa kebanyakan orang Indonesia mengagumi Kerajaan Majapahit ini.

Faktanya, Majapahit sangat berhasil, bahkan pada saat kerajaannya telah musnah kerajaan-kerajaan muslin yang menaklukan Majapahit mulai mengklaim banyak hal tentang kerajaan hindu-buddha ini dan banyak orang Indonesia modern yang mengagumi kisah dari kerajaan ini.

Kerajaan Islam

Islam menyebar di Jawa dengan jumlah yang banyak, melahirkan banyak kalangan elit, dan pada abad ke-15 dan ke-16 kerajaan Islam seperti Demak, Cirebon dan Banten sedang naik daun.

Kerajaan Muslim Demak adalah kerajaan pertama membuat terobosan militer di Jawa, menyerang sebagian besar Jawa Timur dan memaksa banyak penganut Hindu-Buddha dari arah timur untuk pergi ke Bali. Beberapa, masih memustukan tetap tinggal bahkan masyarakat Tengger di Bromo dapat menelusuri sejarah mereka tentang kerajaan Majapahit.

Periode Belanda

Ketika Belanda mulai mendirikan kemah di tempat yang sekarang menjadi Jakarta, Banten masih tetap menjadi rumah penguasa pribumi yang kuat dan pelabuhannya menjadi pesaing dengan asing. Hubungan perdagangan yang mengesankan diatur di bawah penguasa Banten, Sultan Agung, tetapi sayangnya perang saudara di dalam internal kerajaan tersebut menyebabkan intervensi Belanda yang akhirnya runtuh.

Pendiri Yogyakarta, Hamengkubuwono I, adalah penguasa yang sangat cakap, tetapi dalam 40 tahun setelah kematiannya penerusnya telah merusak hubungan dengan Belanda dan para pesaingnya di Solo. Tepat pada tahun 1812 pasukan Eropa, didukung oleh saudara sultan dan Mangkunegara, menjarah istana Yogyakarta yang menyebabkan sultan diasingkan ke Penang, lalu digantikan oleh putranya.

Jawa saat ini

Jawa masih menjadi kunci dalam hal kehidupan politik dan ekonomi di Indonesia. Indonesia memiliki sebagian besar industri negara di pulau ini, pulau yang paling berkembang dengan cepat di Indonesia, dan selama bertahun-tahun sudah menerima bagian terbesar dari investasi asing.

Setelah diterjang banyak masalah Pulau Jawa dan dengan sebagian besar sumber daya di belakangnya, Jawa akan menjadi pulau yang dapat pulih kembali dengan sangat cepat.

Satrya Tunggal
Penulis Lepas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.