Sabtu, Februari 27, 2021

Sejarah Peradaban Di Pulau Jawa

Negara Agraris menjadi Negara Miris

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk...

Historiografi Gerakan 30 September1965 dalam Pandangan Asvi Warman Adam

Setelah lebih dari setengah abad peritiwa kelam bangsa ini berlalu, historiografi  terhadap peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) terus mengalami perkembangan yang...

Kekangan Berjilbab Masa Orde Baru

Beberapa waktu yang lalu muncul polemik tentang aturan wajib berjilbab bagi siswi non-muslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat. Aturan yang dianggap khalayak sebagai...

Berpura-Pura Dalam Kenyataan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pura-pura berarti tidak sebenarnya. Atau dalam dalam kontek umum pura-pura berarti Bohong.Saya sependapat dari Almarhum Didi Petet. "Akting itu...
Satrya Tunggal
Penulis Lepas

Jawa memiliki sejarah epik dan menjadi tempat tinggal manusia dimulai sejak 1,7 juta tahun yang lalu ketika ‘Orang Jawa’ menjelajahi tepi Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah.

Lalu bagaimana mereka bisa sampai di Pulau Jawa dan siapa mereka?

Bangsa Austronesia

Sampan menepi di pasir dan mereka melangkahkan kakinya di pesisir pantai. Mereka adalah bangsa Austronesia, pelaut terhebat pada masanya. Mereka dan nenek moyangnya bangsa Polinesia menjadikan samudra Pasifik sebagai teritorinya dengan dituntun angin dan petunjuk dari bintang untuk menjelajahi banyak pulau, dari Filipina sampai Hawai. Tetapi Pulau Jawa sangat lah spesial. Terbentuk dari letusan gunung dan terletak di jalur perdagangan laut yang sangat penting, sebuah pulau yang sangat cocok untuk mendirikan sebuah peradaban.

Awal berdirinya kerajaan

Kesuburan pulau yang sangat luar biasa memungkinkan pengembangan pertanian sawah intensif, yang pada akhirnya mewajibkan kerja sama yang erat antar kelompok. Dari persekutuannya, kerajaan kecil mulai berkembang, contohnya Raja Purnawarman dari Taruma, namun kerajaan besar pertama dipimpin oleh Raja Sanjaya, yang mendirikan kerajaan Mataram pada awal abad ke-8. Agama yang dianut Mataram berpusat pada penyembahan dewa Hindu Siwa, dan menghasilkan beberapa candi Hindu di Dataran Tinggi Dieng.

Lalu muncul Dinasti Sailendra, mengikuti masa kejayaan agama Buddha yang diperkiraan sebagai awal mula pembangunan candi Borobudur. Kerajaan penganut Hindu dan Budha terus hidup berdampingan dengan kompleks, kerajaan Hindu tampaknya tidak mau kalah dalam hal membangun Kuil-kuil dengan mulainya melakukan proyek pembangunan candi Prambanan yang besar satu abad setelah Borobudur.

Kerajaan Majapahit

Dalam sejarah dunia, Kerajaan Majapahit tidak terlihat seperti kerajaan besar pada masa itu. Hal itu didasari karena, tak seperti kerajaan Asia Tenggara lainnya yang bertahan berabad-abad lamanya bahkan ada yang masih berdiri sampai sekarang seperti Thailand dan Brunei. Majapahit hanya bertahan kurang lebih seratus tahun lamanya yang diperkirakan dari tahun 1295 sampai 1389. Dan juga pada saat kerajaan-kerajaan lain yang meninggalkan banyak sekali bangunan seperti candi-candi dan tempat megah lainnya, Majapahit hanya meninggalkan reruntuhan di ibukotanya, bahkan hanya sedikit catatan sejarah yang terdapat pada masa itu.

Namun mengapa kebanyakan orang Indonesia mengagumi Kerajaan Majapahit ini.

Faktanya, Majapahit sangat berhasil, bahkan pada saat kerajaannya telah musnah kerajaan-kerajaan muslin yang menaklukan Majapahit mulai mengklaim banyak hal tentang kerajaan hindu-buddha ini dan banyak orang Indonesia modern yang mengagumi kisah dari kerajaan ini.

Kerajaan Islam

Islam menyebar di Jawa dengan jumlah yang banyak, melahirkan banyak kalangan elit, dan pada abad ke-15 dan ke-16 kerajaan Islam seperti Demak, Cirebon dan Banten sedang naik daun.

Kerajaan Muslim Demak adalah kerajaan pertama membuat terobosan militer di Jawa, menyerang sebagian besar Jawa Timur dan memaksa banyak penganut Hindu-Buddha dari arah timur untuk pergi ke Bali. Beberapa, masih memustukan tetap tinggal bahkan masyarakat Tengger di Bromo dapat menelusuri sejarah mereka tentang kerajaan Majapahit.

Periode Belanda

Ketika Belanda mulai mendirikan kemah di tempat yang sekarang menjadi Jakarta, Banten masih tetap menjadi rumah penguasa pribumi yang kuat dan pelabuhannya menjadi pesaing dengan asing. Hubungan perdagangan yang mengesankan diatur di bawah penguasa Banten, Sultan Agung, tetapi sayangnya perang saudara di dalam internal kerajaan tersebut menyebabkan intervensi Belanda yang akhirnya runtuh.

Pendiri Yogyakarta, Hamengkubuwono I, adalah penguasa yang sangat cakap, tetapi dalam 40 tahun setelah kematiannya penerusnya telah merusak hubungan dengan Belanda dan para pesaingnya di Solo. Tepat pada tahun 1812 pasukan Eropa, didukung oleh saudara sultan dan Mangkunegara, menjarah istana Yogyakarta yang menyebabkan sultan diasingkan ke Penang, lalu digantikan oleh putranya.

Jawa saat ini

Jawa masih menjadi kunci dalam hal kehidupan politik dan ekonomi di Indonesia. Indonesia memiliki sebagian besar industri negara di pulau ini, pulau yang paling berkembang dengan cepat di Indonesia, dan selama bertahun-tahun sudah menerima bagian terbesar dari investasi asing.

Setelah diterjang banyak masalah Pulau Jawa dan dengan sebagian besar sumber daya di belakangnya, Jawa akan menjadi pulau yang dapat pulih kembali dengan sangat cepat.

Satrya Tunggal
Penulis Lepas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.