Jumat, Januari 15, 2021

Sebuah Permohonan Maaf

Meneladani Cara Bernegara Rasulullah SAW

Dalam sebuah cuplikan video yang viral di media sosial, Eggi Sudjana mengatakan bahwa hanya agama Islam yang bisa diakomodir oleh Pancasila sila pertama (Ketuhanan...

Kejamnya Terorisme dan Ambiguitas Sikap Umat Islam

Sekarang ini terorisme bukan lagi hantu, tetapi telah menampakkan dirinya secara telanjang bulat mengancam keindonesiaan kita. Ancaman terorisme dengan ideologi maut dan jaringan internasional...

5 Wanita Sukses Memaknai Kehidupan untuk Inspirasi Awal Tahun!

Kesuksesan mungkin bisa diraih dengan segala upaya, namun terkadang banyak yang memandang sebelah mata tentang proses yang dicapai oleh seseorang hingga bisa menjadi sukses. Sama...

Tafsir Perdamaian

Inna arsalnaka rahmatan lil alamin adalah pesan universal yang disampaikan Tuhan dengan instrumen bahasa Arab kepada Muhammad Saw. untuk membumikan Islam rahmah kepada setiap...
Muhammad Arkhan
Penyair. Penulis cerita mini. Esais

Ilustrasi permohonan maaf. Sumber: desicomments.com

Saya perna menulis dan memuat artikel di GeoTimes yang berjudul “Kebebasan Berpendapat Dan Masyarakat Kita Yang Belum Dewasa” (yang sudah saya ganti judulnya dengan “Kebebasan Berpendapat dan Masyarakat Kita Yang Belum Dewasa”, karena kata ‘dan’ harus diawali huruf kecil. Artikel tersebut dimuat pada tanggal 08 Oktober 2017.

Jujur, saya menyadari bahwa saya sudah banyak melakukan kesalahan yang lumayan fatal.

Yaitu, pertama saya melakukan kesalahan dengan tidak menulis nama lengkap korban terlapor. Korban terlampor yang saya maksud adalah Dandhy Dwi Laksono yang dilaporkan Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) atas tuduhan ujaran kebencian. Seharusnya saya tulis nama lengkap beliau Dandhy Dwi Laksono. Tetapi saya malah menulis namanya kurang lengkap, Dandhy Laksono.

Dan kedua. Saya salah menulis nama penulis yang karyanya menjadi sumber referensi  di Daftar Pustaka saya. Saya mengambil referensi dari buku Soe Hok Gie yang berjudul catatan seorang demonstran. Seharusnya saya menulis di bagian Daftar Pustaka: Gie, Soe Hok. 2011. catatan seorang demonstran. Jakarta: LP3ES. Bukannya: Hok, Gie Soe. 2011. Catatan Seorang Demonstran. Jakarta: LP3ES.

Ketiga, kesalahannya pun serupa. Saya mengambil referensi informasi dari artikel Arman Syah Putra yang berjudul “Ancaman Buat Para Buzzer” di koran Jawa Pos dan salah dalam menulis nama beliau dan kurang memberi informasi yang spesifik mengenai sumber literatur saya di Daftar Pustaka. Saya malah menulis di bagian daftar pustaka: Syah Putra, Arman. 2017. Ancaman Buat Para Buzzer. Jakarta: Jawa Pos. 

Seharusnya saya tulis: Putra, Arman Syah. 2017. “Ancaman Buat Para Buzzer”. Jawa Pos. (07 Oktober 2017).

Keempat, saya menulis isi Daftar Pustaka tidak menggunakan cetak miring.

Iya, itulah kesalahan-kesalahan saya yang lumayan fatal. Mohon para pihak yang bersangkutan bisa sudi memaafkan keteledoran saya.

Tapi alhamdulillah artikel tersebut sudah saya edit. Jadi kesalahan-kesalahan yang terasa mengganggu saya sudah koreksi.

Muhammad Arkhan
Penyair. Penulis cerita mini. Esais
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.