Jumat, Januari 15, 2021

Sapardi Djoko Damono dan Sastrawan Masa Depan

Pengajaran Yang Benar Pembentukan Karakter Siswa Secara Holistik

Pengajaran Yang Benar Pembentukan Karakter Siswa Secara Holistik Oleh Benni Sinaga Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa fungsi pendidikan adalah mengembangkan...

Negara Agraris menjadi Negara Miris

Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk...

Bahaya Teori Konspirasi Vaksin di Tengah Pandemi

Kedatangan 2.400 vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok awal bulan ini (19/7) memberikan harapan bagi usaha pelambatan penularan COVID-19 di Indonesia, khususnya dalam proses pembuatan...

Belajar Toleransi dari Leluhur Bali

Penulis pernah mendapatkan kabar dari seorang guru bahwa di Bali terdapat ziarah wali yang dapat dikunjungi oleh—meminjam istilah allâh yarḥam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)—para...
Anno Hartono
Mahasiswa

Kabar duka kembali menyelimuti pecinta sastra Tanah Air,  pasalnya seorang tokoh sastrawan legendaris Tanah Air Sapardi Djoko Damono tutup usia pada Minggu pagi tanggal 19 Juli 2020. Kabar duka ini begitu memukul hati yang mendalam bagi pecinta sastra khususnya pecinta karya maha besar dari Djoko Damono sendiri.

Untuk mengenal Djoko Damono, kita dapat melihat dari karya-karyanya yang amat besar dan bermakna tinggi. Djoko Damono adalah sosok sastrawan yang bagi saya adalah sastrawan yang mengedepankan nilai keindahan dari sastra itu sendiri dan peka melihat realitas kehidupan yang kemudian diolahnya dalam bentuk  syair yang indah.

Sosok Djoko Damono bagi saya adalah sosok yang sangat sederhana. Mengapa saya mengatakan demikian karena karya-karyanya lebih khusus puisi ditulis dengan bahasa dan bentuk yang amat sederhana namun penuh bermakna. Bagi saya karya besar sastrawan menggambarkan pribadi sastrawan itu sendiri.

Karya-karya besar Djoko Damono dari tahun ke tahun patut kita acungkan jempol. Bagi saya karya-karya beliau dalam dunia Sastra selalu diminati oleh banyak khalayak karena karyanya sangat sesuai dengan konteks dan perasaan para pembaca maupun pendengar. Karya-karnya beliau mampu membangkitkan emosi penikmat karyanya.

Kepergian Djoko Damono bagi saya adalah kepergian sastra itu sendiri. Djoko Damono menurut hemat saya adalah bukan sekedar sastrawan biasa, melainkan ia adalah sosok inspirasi bagi banyak kalangan khususnya kalangan sastrawan muda. Karya-karya beliau yang amat sederhana namun memiliki makna yang mendalam bisa menjadi sumber inspirasi bagi sastrawan muda untuk berkarya.

Mengenang karya-karya beliau, saya bisa melihat bagaimana belia memiliki jiwa dan kecintaan besar kepada anak-anak muda. Karyanya seperti Hujan Bulan Juni, Aku Ingin dal tafsiran saya merupakan karya beliau yang menggambarkan keadaan atau perasaan para pemuda yang biasanya masih berada dalam fase-fase romantisme.

Imajinasi tinggi Djoko Damono yang mampu menggambarkan realitas kehidupan menjadi sebuah karya sastra yang menarik untuk dibaca dan didengar mebuat beliau banyak kali menerima penghargaan-penghargaan, baik tingkat nasional maupun tingkat internasional. Bagi saya lebih dari penghargaan itu, karya-karya Djoko Damono akan selalu abadi dan tetap populer dibanyak khalayak baik bagi masyarakat umumnya, penikmati sastra maupun pencinta karya-karya Djoko Damono sendiri.

Kepergian sastrawan Dajoko Damono menjadi suatu tantangan yang amat besar bagi sastrawan muda. Disini saya memberikan beberapa pertanyaan yang cukup untuk kita refleksikan secara bersama. Adakah Djoko Damono muda di negeri kita yang siap melahirkan karya-karya besar seperti karya Djoko Damono sendiri? Adakah Djoko Damono muda saat ini yang memiliki jiwa imajinasi tinggi sehingga mampu menggambarkan realitas menjadi suatu karya sastra yang indah? Masih adakah kecintaan anak muda terhadap dunia sastra?

Menurut hemat saya, saya sangat optimis bahwa masih ada sejuta tunas-tunas Djoko Damono yang sedang bertumbuh dan berkembang di negeri pertiwini ini. Masih banyak anak muda yang memiliki jiwa yang besar dan imajinasi yang tinggi sehingga bisa menghasilkan karya yang amat mashyur dan bisa menghasilkan karya sepopuler karya Djoko Damono sendiri.

Keoptimisan saya bahwa di negeri kita bahwa masih banyak tunas-tunas muda di dasari pada pemikiran bahwa anak-anak muda banyak yang mampu melahirkan ide-ide cemerlang dan selalu mampu berinovasi dalam keadaan apapun.

Kepergian Djoko Damono bagi saya adalah suatu momen yang tepat bagi sastrawan muda untuk mulai menata diri agar bisa menggantikan Djoki Damono dalam hal ini bisa menghasilkan karya-karya sastra seperti karya Djoko Damono yang memiliki keindahan baik dari segi bentuk karya maupun makna dari setiap karya yang dilahirkan.

Generasi muda dunia sastra dituntut untuk mampu melanjutkan semangat dan kecintaan Djoko Damono terhadap sastra sehingga, dunia sastra masih dan terus diminati oleh masyarakat luas.

Saat ini, yang dilakukan  oleh generasi muda tanah air lebih khusus pencinta sastra atau sastrawan adalah bagaimana menunjukan potensi yang mereka miliki, bagaimana sastrawan muda mengekspos karya-karya berlian mereka.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh sastrawan muda saat ini untuk menunjukan kemampuan mereka dalam bidang sastra, salah satunya adalah menulis karya-karya diberbagai media sosial ataupun ikut bergabung dengan komunitas-komunitas pecinta sastra sert mengikuti berbagai pertunjukan sastra.

Generasi muda adalah pilihan yang sangat tepat bagi saya dalam meneruskan karya-karya Djoko Damono. Lebih dari itu sangat lebih baik juga jika sastrawan muda menghasilkan karya sastra yang lebih menarik dan lebih populer. Djoko Damono pasti lebih tenang di alam sana jika melihat generasi-generasinya menghasilkan karya yang memiliki keindahan lebih dari karya beliau.

Artinya bahwa karya-karyanya dijadikan patokan bagi sastrawan muda untuk berkarya.Diakhir tulisan ini, marilah kita mendoakan sastrawan kebanggan kita Djoko Damono agar beliau ditempatkan di tahta yang suci oleh Tuhan yang mahakuasa. Karya-karya mu tetap abadi dan tetap dicintai oleh banyak orang meskipun waktu akan terus berputar.

Bagi tunas-tunas muda Djoko Damono jangan malas berkarya dan teruslah berkarya,.tunjukan pada ibu pertiwi bahwa masih banyak Damono muda yang masih berkarya di tanah air. “Aku Ingin mencintaimu dengan sederhanya, aku ingin mengenangmu dengan sederhana, aku akan melanjutkan karyamu dengan sederhana”..

Anno Hartono
Mahasiswa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.