Rabu, Maret 3, 2021

Sakit Hatinya Yusril dan Potensi Koalisi Oposisi Retak

Apa, Sih, Capaian Revolusi Mental?

Banyak orang bertanya, apa sebenarnya capaian dan wujud nyata dari revolusi mental? Apa fungsinya untuk perbaikan bangsa, ketika akhir-akhir ini, kita disajikan “perang centang-perenang”...

Yamin dan Tafsir Tunggal Atas Sejarah Indonesia

Kebutuhan historiografi atau penulisan sejarah dilandasi oleh niat beragam. Sejak Herodotus (484-425 SM) menulis perang Yunani-Persia (478 SM) hingga periode munculnya aliran Sejarah Baru...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

Saham Apple Dibeli

Investor Amerika yang terkenal, Warren Buffet, selalu dianggap sebagai investor bernilai terbesar sepanjang masa dan masih meningkatkan portofolionya terkait dengan Apple, yang saat ini...
Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia

Kekuasaan dan kekayaan memang bisa menjadi sumber utama perpecahan. Sering kita mendengar diantara saudara, kakakdan adik bertengkar, berselisih paham bahkan saling membunuh karena memperebutkan warisan.

Tali persaudaraan yang seharunya terus dijaga dan dipelihara seolah tidak berbekas hanyut oleh nafsu kekuasaan dan kekayaan. Apalagi dalam politik, semua hal bisa terjadi.

Tahun politik sekarang ini seolah terus menghangat bahkan memanas. Sebelum penentuan Capres dan Cawapres berbagai pihak, elit partai, tokoh negeri seperti beradu demi menduduki posisi tertinggi di negeri ini.

Yang paling sengit adalah ketika mencari sosok Cawapres. Tiap parpol seolah berlomba untuk menempatkan kadernya sebagai Cawapres. Tetapi ternyata ketika posisi Capres dan Cawapres sudah terisi, riak perebutan kekuasaan masih terjadi.

Berbagai hasil polling di internet yang umumnya diselenggarakan oleh media sosial yang pemiliknya merupakan pendukung Prabowo, pasangan Jokowi-Maruf Amin kalah telak dari Prabowo-Uno.

Sampai saat ini saya belum membaca pendapat para pengamat tentang fenomena ini. Kalau menurut para pendukung Prabowo-Uno tentu karena masyarakat lebih senangdengan Prabowo-Uno dibanding Jokowi-Maruf Amin.

Tetapi yang jelas sampai saat ini kubu petahana Jokowi-Maruf Amin sangat solid. Sekarang sudah terbentuk jubir yang bertugas menangkap serangan dari oposisi. Sebaliknya justru kubu oposisi banyak bermasalah. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra berbicara di internal partainya tentang dinamika Pilpres 2019. Kata-katanya memuat dilema politik, mendukung Prabowo Subianto atau JokoWidodo.

Dilema Yusrilberangkat dari tinjauannya terhadap Ijtimak Ulama, sebuah forum yang digelaroleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Sebagaimana diketahui, forumitu menghasilkan rekomendasi dukungan pencapresan untuk Prabowo Subianto.

Ijtimak Ulama juga merekomendasikan dua nama sebagai cawapres Prabowo Subianto, yakni politikus senior PKS Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad. Prabowo dapat memilih salah satu dari dua nama kandidat cawapres itu.

Namun Prabowo tidak memilih dua nama ulama itu, melainkan memilih Sandiaga Uno, politisi Partai Gerindra yang menjabat sebagai wakil gubernur Jakarta. Sandiaga Uno jelas bukan ulama, melainkan pengusaha.

Kekecewaan ternyata tidak hanya melanda PA 212 dan GNPF Ulama, tetapi sedang dialami oleh Yusril Ihza Mahendra. Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, kembali mencurahkan isi hatinya di dunia maya soal nasibnya di pilpres. Melalui akun Instagram-nya, @yusrilihzamhd, dia menceritakan bagaimana sakit hatinya karena tak diajak bergabung koalisi Prabowo Subianto.

Yusrilmenyatakan koalisi keumatan hanya fatamorgana yang tak pernah ada di alamnyata. PBB tidak pernah terlibat di sana. Bahkan Yusril komplain namanya dibawa-bawa tanpa pernah diajak bicara. Ia menceritakan bahwa telah berkali-kali sekjen fungsionaris PBB menghubungi Gerindra dan PAN mengenaikoalisi yang digagas Habib Rizieq itu, tapi tidak ada respons sama sekali.

Ketua umumGerindra, katanya, malah secara terbuka memfitnahnya dengan mengatakan mengaku terus terang tidak pernah berbicara dengan ketua umum PBB karena tiap kali dihubungi selalu berada di luar negeri. Di kalangan ulama peserta ijtima di hotel Peninsula, sikap Prabowo yang tak memilih UAS atau Salim Segaf juga masalah. Ia mempertanyakan siapa yang tidak taat pada ulama.

Konon kabarnya, akan diadakan ijtima ulama tahap II untuk memutuskan apakah akan membenarkan atau menolak keputusan Prabowo yang memilih Sandiaga Uno, seorang pedagang, bukannya ulama. Sementara Jokowi malah memilih ulama yang juga ketua MUI dan sekaligus rais am PBNU, walau Jokowi tak pernah mendapat amanat demikian dari para ulama yang ber-ijtima.

Kekecewaan Yusril ini tentu berpotensi berpindahnya dukungan. Bahkan Yusril mengaku bahwa dibanding Partai Gerindra dan koalisi prabowo lainnya, partai sekuler lebih baik, lebih perhatian, lebih bersimpati pada partainya (PBB). Lalu partai mana yang disebut Yusril sebagai partai sekuler tapi bersimpati pada partainya?

Keretakan juga terlihat terjadi dikubu oposisi. Partai Demokrat walaupun secara resmi mendukung kubu Prabowo tapi pada prosesnya malah sering mengemukakan pernyataan yang kontroversi dan cenderung memancing keretakan antar partai koalisi pendukung Prabowo.

Andi Arief pentolan Partai Demokratmelontarkan bola panas tentang isu pemberikan mahar politik pada PAN dan PKS. Menurut Andi Sandiaga Uno memberikan mahar politik pada PAN dan PKS agar Uno menjadi Cawapres Prabowo masing-masing 500 milyar. Tentu saja tudingan ini membuat berang PAN dan PKS.

Bahkan PAN dan PKS berencana melaporkan Andi ke pihak kepolisian. Pernyataan Andi Arief tentu saja berpotensi memancing kericuhan khususnya antar parpol pengusung Prabowo. Tapi Partai Demokrat seolah mendukung apa yang dilakukan Andi Arief.

Partai Demokrat (PD) membela Andi Arief yang diancam dipolisikan PAN dan PKS. PD buka-bukaan soal manuver Prabowo Subianto yang sempat menyebut nama AHY sebagai salah satu kandidat cawapres.

“Di balik realitas politik, yang di atas kertas tak lagi bisa diubah,sikap Andi Arief yang terang-terangan mewakili sebenar-benarnya suara hati setiap kader Demokrat. Dia tidak sendirian. Dia berkelahi demi kehormatan Partai dan setiap kadernya bukan untuk dia pribadi,” cuit Wasekjen PD Rachland Nashidik dalam akun twitter @RachlanNashidik yang dikutip, Rabu(15/8/2018).

Tindakan Partai Demokrat ini akan menggembosi kubu oposisi. Seharusnya partai pengusung lebih fokus, lebih konsentrasi untuk memenangkan pasangan Prabowo-Uno, ini malah sibuk untuk bertengkar. Tentu saja akan merugikan citra dari pasangan Prabowo-Uno.

Sumber:

https://news.detik.com/berita/d-4167725/bela-andi-arief-pd-bila-tak-suka-bujuk-prabowo-tendang-kami

Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.