Minggu, April 11, 2021

Remaja dan Zona Nyaman

Menjaga Kearifan Lokal yang Mulai Punah

Indonesia saat ini berada pada masa modernisasi dan globalisasi. Globalisasi terjadi melalui sistem jaringan informasi dan komunikasi, tidak ada batas teritorial, negara, bangsa, suku...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

Aksi Corbuzier: Dari Agresivitas Daring hingga Luring

Menilik perkembangan ranah maya akhir-akhir ini, tidak berlebihan rasanya ketika saya mengibaratkan internet sebagai kandang yang tepat untuk menternak-biakkan ujaran kebencian. Beragam drama miris,...

Eksil, Eks Tapol dan Usaha Merawat Kewarasan

Surat dari Praha yang menceritakan tentang eksil dengan segala cinta serta tetap Indonesia walaupun terbuang dari negerinya. Dalam film yang diproduseri oleh Glenn Fredly,...
Salsabila Putri Suwijik
Sebagai mahasiswa aktif Universitas Jember, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sosmed Ig : @_biiibill

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja untuk menghadapi masalah-masalah yang ada di zamannya.

Pola pikir dan mental sering beriringan ibaratya saling membimbing satu sama lain. Ketika terjadi sebuah masalah yang dirasa remaja cukup rumit pada dirinya, remaja akan memikirkan bagaimana untuk menyelesaikan sebuah permasalahan itu dengan  solusi yang cepat dan tepat. Selanjutnya ketika solusi itu sudah di putuskan, remaja akan menerima segala resiko dari keputusan apa yang diambil.

Penerimaan keputusan ini merupakan bentuk tahanan mental seorang remaja untuk menghadapi masalah tersebut. Akan tetapi, kelabilan remaja yang merupakan sebuah hal wajar yang selalu muncul pada proses peremajaan menyebabkan remaja tidak konsisten atas dasar pilihannya.

Untuk itu, remaja menjadi bingung akan keadaan yang dialami tersebut, sehingga berpengaruh terhadap mentalnya. Proses pendewasaan pada remaja membutuhkan power besar bagi beberapa orang yang berusaha keluar dari zona nyaman yang selama ini dilakukan. Zona nyaman semata–mata bukan berarti zona yang mengutuk remaja untuk tidak berkeinginan maju.

Zona nyaman terjadi biasanya dari faktor internal maupun eksternalnya. Faktor internal yang biasanya sering terjadi, yaitu ketika sesorang remaja lebih senang pada suatu hal yang tidak menyulitkan mereka, sehingga zona itu akan terus menjadi kebiasaan remaja untuk bertahan hingga menuju kenyamanan dan parahnya lagi terus akan berlanjut.

Akan tetapi, zona nyaman ada juga yang terbentuk dari rasa ketidak serasian antara ekspetasi dengan realita yang ada, sehingga menyebabkan seseorang yang awalnya cenderung berkembang pada zona berbeda sebelumnya, menjadi sulit melakukan penyesuaian atau adaptasi pada zona yang terbentuk atas dasar ketidaserasian, sehingga zona yang tidak seharusnya diambil malah menjadi sebuah keharusan terpaksa untuk dilakukan.

Zona yang awalnya bukan keinginan dan kemauan pribadi, menjadi sebuah zona kenyamanan kita atas dasar terpaksa. Terpaksa bukan berarti beranggapan negatif, malah jika dipikir kembali zona keterpaksaan membuat bagaimana seseorang bertahan dan bahkan bagaimana caranya harus melakukannya. Hingga kemudian kita terbiasa atas zona itu dan mau tidak mau melakukan hal tersebut untuk menuntaskannya.

Terlebih mengubah suatu kebiasaan tidak bisa secara instans= seperti merebus mie lalu ditaburi bumbu dan cepat tersaji. Akan tetapi, remaja perlu ruang untuk berpikir kembali, karena dimasa kelabilannya  membuat keadaan semakin berputar – putar, padahal seharusnya cukup satu tujuan yang dipikirkan secara matang-matang.

Sampai saat ini memang masalah remaja masih menjadi sebuah kondisi yang memungkinkan untuk selalu dibahas dalam membentuk karakter yang tepat. Karakter remaja dengan kelabilan yang dimiliki akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa dihadapi, agar tidak terjerumus ke hal yang buruk. Perlu diingat bahwa zona nyaman tidak selamanya buruk, zona tersebut akan muncul tergantung porsi apa yang diambil.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat pasti ada kaitannya juga dengan perkembangan remaja. Keterkaitan perkembangan ini bisa dijadikan sebuah media untuk mengolah karakter remaja menjadi karakter yang tepat untuk dirinya dan keadaan sekitarnya. Salah satu perkembangan teknologi dibuktikan dari adanya media sosial. Nah, media sosial ini pasti banyak berbagai info yang menarik untuk di konsumsi remaja, apalagi seperti Tiktok, Instagram, Snapchat dan lainnya.

Pada konten – konten media tersebut, sekarang banyak ide – ide menarik yang ditampilkan oleh berbagai orang berpengaruh seperti Influencer. Konten yang disajikan biasanya berupa ilmu – ilmu menarik yang terkadang belum diketahui pada remaja umumnya, misal kebanyakan sekarang terdapat tips dan trik menghitung tepat dengan teknik penyuguhan video yang menarik, sehingga remaja melihat dan mencoba hal tersebut. Konten lainnya seperti memasak, tips editing, trik jenius tentang pendidikan yang ditampilkan semenarik mungkin untuk bisa dilakukan viewers, salah satunya remaja.

Remaja bisa keluar dari zona nyamannya dengan mencoba hal unik yang ada pada konten tersebut dan mampu meningkatkan skill non akademik, untuk memperoleh hal – hal yang berkaitan dengan dirinya. Kebanyakan pembelajaran visual secara tidak langsung sangat berpengaruh bagi remaja, dibanding duduk dan hanya mendengarkan. Terlebih lagi pembelajaran visual disajikan dengan sebuah rangkaian video yang menarik, sehingga proses perkembangan remaja akan menyelesaikan tantangan – tantangan dengan ide – ide yang matang dan bisa dipertanggungjawabkan.

Akan tetapi, tantangan baru dengan adanya perkembangan teknologi. Dimana tidak semua konten berdampak baik pada perkembangan remaja untuk menemukan jati dirinya. Perlunya pembatasan dengan media sosial, bisa dilakukan dengan kegiatan–kegiatan yang lebih produktif. Kegiatan itu bisa seperti seminar penyuluhan yang membahas masalah remaja pada realitanya, seperti mengaitkan masalah remaja perubahan hormon dengan masalah percintaan remaja, sehingga secara tidak langsung hal itu akan mengolah pemikiran remaja untuk lebih berhati – hati dalam bertindak.

Selain itu, juga adanya program pendidikan remaja untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menyuguhkan pemikiran–pemikiran yang mempengaruhi remaja untuk tidak memutuskan keputusan secara sepihak. Oleh karena itu, penting sekali hubungan remaja dengan kondisi lingkungan sekitarnya untuk saling memberikan pengaruh positif dalam menyelesaikan permasalahan di zamannya.

Salsabila Putri Suwijik
Sebagai mahasiswa aktif Universitas Jember, Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sosmed Ig : @_biiibill
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.