Senin, Januari 25, 2021

Relevansi Islam Keindonesiaan

Merawat Demokrasi: Merawat Percakapan di Ruang Publik

"Saya tidak setuju dengan pendapat Anda, namun saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakan hal itu" - Evelyn Beatrice Hall Menyelenggarakan demokrasi artinya...

Teror, Ramadhan, dan Kesalehan Sosial Muhammadiyah-NU

Serangan sporadis yang terjadi di London Bridge dan Borough Market, London, Inggris, Sabtu, 3 Juni 2017 menewaskan tujuh orang dan menyebabkan 48 orang luka-luka,...

Dinamika UU Terorisme di Tahun Politik

Beberapa waktu lalu, wacana atasi hoax dengan UU Terorisme bukan hanya menyulut perdebatan di tengah masyarakat, tapi juga menuntut logika tersirat. Menyulut perdebatan karena...

Merenungi Gegap Gempita Ramadan

Ramadan selalu penuh gegap gempita. Dirayakan secara besar-besaran. Membersihkan dan mengecat masjid. Membuat program-program kegiatan Ramadan. Mencetak spanduk - spanduk. Membuat hiasaan-hiasan di jalan-jalan...
Muhammad Dudi Hari Saputra
Industrial Ministry Expert Staff

Oleh M. Dudi Hari Saputra, MA.
Pengurus Kahmi Samarinda

Jujur, saya termasuk orang yang menolak anggapan bahwa Islam ini terkotak-kotak kedalam aliran atau kebangsaan tertentu (misal: Islam-Lebanon, Islam-Iran, Islam-Arab atau Islam-Indonesia, dsb.).
Karena prinsip Islam sendiri yang universal, dan tidak terbatasi oleh konsep negara (ala Westphalia), sehingga terminologi agama Impor-Ekspor menjadi fallacy karena nya.

Tapi, secara filosofis memang ketika sebuah prinsip atau nilai universal, diaplikasikan pada tataran metodologi atau aplikasi, akan terjadi partikularisasi, baik itu karena pengaruh epistemologi, maupun budaya.
Sehingga menolak Islam yang terfragmentasi itu sulit, karena ibaratnya seperti: seorang guru menyampaikan sebuah pelajaran ke 50 muridnya, tentu sang murid tak semuanya sama dalam memahami pelajaran guru, karena ada pra-kondisi dan epistemologi murid yang membentuk penilaian nya sendiri terhadap konsep (tashawur) yang dia terima dari guru.

Maka, ada 2 poin yang ingin saya sampaikan:

1. Bahwa Islam dengan sendirinya, pasti mengalami percabangan, tapi bukan berarti tidak ada tiitk temu, sekedar meminjam terminologi Kuntowijoyo: jika di Barat, Sosialisme dan Liberalisme pun memiliki banyak aliran, begitu halnya dengan Islam sebagai sebuah paradigma maupun ideologi.
2. Walau Islam itu sendiri terfragmentasi, tapi penggunaan istilah/terminologi agama ekspor-impor itu tidak tepat, karena kita mendapati realitas bahwa nilai-nilai yang ada sudah bercampur baur dan membentuk karakteristik tersendiri: sehingga dalil bahwa ini agama atau paham impor, tertolak dengan sendirinya, pernyataan ini tidak benar (menurut saya pribadi), karena pengetahuan dan nilai itu bersifat immaterial, yang tidak mengenal sekat atau batas negara.

Adapun tambahan bagi saya:

Sebenarnya, saya lebih nyaman dengan penyebutan akan adanya diskursus Islam-Keindonesiaan, tapi ia sendiri terbuka, inklusif, rahmatan lil alamin (Universal), dan menerima perbedaan (karena secara epistemologis, sulit menolak fragmentasi, tapi bukan berarti nilai-nilai universal tidak bisa dipegang).
Daripada, mengklaim Islam sebenarnya (sehingga Islam atau kredo diluar pemahamannya pasti salah), sehingga menjadi sempit (eksklusif), tertutup, dan sulit menerima perbedaan.

Jadi yang diperjuangkan adalah pengetahuan dan nilai-nilai universal itu sendiri, walau pasti tersekat kedalam bentuk-bentuk atau identitas partikularnya, daripada memiliki pengetahuan dan nilai-nilai sempit, tapi memaksa bentuk atau identitas partikularnya menjadi universal.

Muhammad Dudi Hari Saputra
Industrial Ministry Expert Staff
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Menteri Agama Memang untuk Semua Agama, Mengapa Tidak Kita Dukung?

Pernyataan Menteri Agama, Gus Yaqut, bahwa dirinya adalah “menteri agama untuk semua agama” masih menyisakan perdebatan di kalangan masyarakat. Bagi mereka yang tidak sepakat,...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.