Rabu, Maret 3, 2021

Ready Player One: Realitas dan Keseruan Dunia Virtual

Menjaga Persatuan dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah

Ukhuwah dalam bahasa Arab diartikan sebagai “persaudaraan”, dan juga merupakan kata yang mengandung makna yang berkisar pada “memperhatikan”, sehingga dalam pemaknaannya, mengandung arti bahwa,...

Aturan Sumbang BPJS Kesehatan

Bagai petir di tengah hari, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tampaknya membuka kembali mata kita ihwal pil pahit kebijakan publik yang tak populis. Alih-alih memberikan...

Dukun Politik, Mistifikasi Kekuasan, Pilpres 2019

Kalau Qodari dikatain Fadli sebagai tukang dongeng, kalau Fadli ini peramal, demikian komentar Irma Suryani Chaniago, seorang politisi Partai NasDem, dalam acara Indonesia Lawyers...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...
Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)

Film tidak hanya sekedar film, begitu pula menonton. Jika hanya untuk mengisi waktu luang, sama dengan membuang uang. Pastinya dalam menonton pun kita tidak akan langsung memahami apa yang akan disampaikan oleh pembuat film tersebut.

Maka dari itu, perlu penghayatan terhadap setiap adegan yang ada. Harus kita pahami, sadar maupun tidak bahwa film adalah media propaganda di abad ini. Kepada siapa propaganda itu ditujukan? Kepada seluruh penonton di berbagai belahan dunia.

Tahun 2018 ini, konon banyak film bagus yang akan rilis, dan Marvel pun sudah mengeluarkan Black Panther yang sangat ideologis, dan beberapa film akan keluar dalam waktu dekat. Namun saya tidak hendak mengulas film terbitan Marvel Studios, melainkan Warner Bros.

Film ini berjudul Ready Player One yang disutradarai oleh begawan visual effect terbaik, yakni Steven Spielberg dan dibintangi oleh Tye Sheridan dan Olivia Cooke. Termasuk salah satu film yang ramai ditonton oleh semua umur saat di bioskop.

Film ini mengisahkan mengenai sebuah dunia bernama OASIS, dunia virtual dimana kita bisa menjadi siapa saja dan apa saja semau kita. Ya, kelihatannya sangat menarik nan menakjubkan. Bisa dibilang film ini adalah salah satu dengan visual effect terbaik setelah Transformer.

Dalam OASIS kita seperti bermain game pada umumnya, yang apabila mati, dapat respawn, namun akan kehilangan seluruh barang yang telah kita kumpulkan selama bermain.

Film ini berlatar sekitar dua dekade kedepan dimana virtual reality yang semenjak sekarang sudah dikembangkan, telah berkembang pesat di masa itu. Bahkan virtual reality sudah layaknya kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh orang di masa depan memiliki alat ini dan digunakan untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Adapun sangat adiktifnya permainan ini, sehingga ada orang yang akan bunuh diri apabila mereka terbunuh dalam game tersebut.

Game ini diciptakan oleh seseorang yang bernama Jim Halliday, yang sebelum kematiannya telah menaruh tiga kunci guna membuka pintu menuju telur paskah yang berisi hadiah menarik. Sayembara untuk menemukan ketiga kunci itu pun berlangsung cukup lama, 5 tahun, dan tidak ada satu pun pemain yang pernah bahkan menemukan satu kunci pun.

Pemeran utama film Ready Player One ini adalah salah satu anak yang berusaha memecahkan dan memenangkan sayembara tersebut. Ia memiliki beberapa teman bermain yang tidak pernah ia temui dalam kehidupan nyata. Alur film ini tergolong alur maju, namun pada waktu tertentu, pemeran utama akan berusaha melihat masa lalu dari Jim Halliday untuk menemukan petunjuk guna menyelesaikan teka-teki menuju tiap kunci.

Dalam usahanya tersebut, ia dihadang oleh salah satu korporasi yang berakronim IOI. Perusahaan ini memiliki banyak sumberdaya untuk memenangkan sayembara tersebut dan berusaha menguasai OASIS dengan segala cara. Pimpinan perusahaan ini digambarkan layaknya penjahat pada umumnya, menggunakan jas dan berperingai seperti seorang pengusaha bengis. Di dunia virtual, tubuh dari pengusaha ini lebih besar, namun dengan peringai yang sama.

Pertarungan sengit diantara kubu perusahaan dan pemeran utama beserta teman-temannya pun terasa asik dengan alunan musik yang meningkatkan adrenalin seperti Jump karya Van Halen dan We’Re Not Gonna Take It karya Twisted Sister sangat cocok menemani adegan-adegan pertikaian dalam film ini, belum lagi pada bagian peperangan akbar yang menegangkan tapi seru.

Peperangan terlihat layaknya pertarungan kelas dalam kehidupan nyata antara borjuis dengan proletar. Apalagi pasukan dari perusahaan memang terlihat seperti aparat negara yang acapkali memang digunakan untuk kepentingan pengamanan sektor privat.

Dalam penghujung film, kita akan menerima amanah mengenai film ini dari pencipta OASIS. Terlepas seberhasil apapun kehidupan kita dalam dunia virtual, namun tetap itu tidak nyata. Sejatinya tidak ada Realitas selain kehidupan nyata kita. Kita bisa menjadi orang yang sangat candu kepada kehidupan virtual, akan tetapi kita selalu lupa bahwasanya pencapaian kita bukan pada dunia itu, namun pada dunia nyata.

Sang pencipta OASIS sendiri kehilangan temannya karena terlalu terikat pada ciptaannya, ia kehilangan banyak kesempatan dalam dunia nyata untuk bersosialisasi dengan manusia nyata, bahkan ia kehilangan satu-satunya teman yang ia miliki. Dan ia mengakui, bahwa teman adalah kunci dalam kehidupan nyata kita.

Film ini sangatlah recommended untuk ditonton, karena visual effect yang sangat bagus dan juga jalan cerita yang mudah dipahami oleh awam dan tidak bertele-tele. Belum lagi amanat yang ada dalam tiap kata juga merupakan sebuah kelebihan tersendiri yang tidak akan kita antisipasi dalam film Sci-Fi pada umumnya.

Inilah karya terbaik Steven Spielberg dalam satu dekade akhir ini.

 

Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.