Rabu, Januari 20, 2021

Putusan Golkar, Hoax atau Asli

Mendorong Sinergitas SNI-TKDN

Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan SNI Award. Tahun 2018, pada tanggal 21 November 2018. SNI Award ini adalah penyelenggaraan yang ke ke-14, dan diberikan...

Nilai Religiusitas Dalam Membentuk Karakter Pelajar

Nilai Religiusitas Dalam  Membentuk Karakter Pelajar Oleh : Nurdin Cahyadi Kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia, perkembangan di era...

Civil Power dan Trah Militer Politik [Colek Jokowi dan Prabowo]

Dibelahan negara manapun di dunia, era keemasan militer dalam ranah politik sipil sudah berakhir sejak 30 tahun lalu. Trah militer yang mengincar jabatan presiden...

Dimensi Lain Agama

Salah satu peran agama adalah mengajarkan kedamaian. Pesan-pesan keagamaan seharusnya membuat penganutnya menjadi sejuk, tenang, dan positif dalam memandang hidup. Agama juga mengabarkan keberadaan Tuhan,...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Sejak hari kemarin malam media sosial diramaikan dengan beredarnya surat keputusan yang beredar yang di tanda tangani oleh Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Beredarnya surat keputusan tersebut sebenarnya bisa dipastikan kalau draft surat tersebut asli, walaupun belum ada cap basah, no surat dan tanggal.

Namun pada akhirnya, surat tersebut di bantah dan di anggap Hoax oleh pengurus dan Sekjen Partai Golkar itu sendiri.

Kenapa Surat tersebut bisa menjadi Hoax dan tidak benar?

Sederhana saja kenapa surat tersebut bisa menjadi Hoax, karena surat keputusan tersebut keburu ketahuan, apa bila tidak ketahuan bisa di pastikan surat itu melenggang mulus dan menjadi asli.

Kejanggalan terbesar sepertinya jelas tertuju kepada ketua umum Partai Golkar itu sendiri, Setya Novanto. Keadaan Setya Novanto semenjak menjadi tersangka kasus e-Ktp kesehatannya mulai menurun.

Apalagi beredar informasi setya novanto baru selesai menjalani operasi jantung. Dan menderita banyak komplikasi penyakit, mulai dari gula darah, vertigo, gula darah dan gangguan ginjal.

Dan dari media yang beredar jantungnya tersumbat mencapai 80%.

Bayangkan, dengan kondisi yang seperti itu, dan baru selesai operasi Setya Novanto masih bisa memimpin rapat untuk memutusakan pasangan calon gubernur dan wakil gubenur tanpa ketahuan oleh KPK dan undangan kepada pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Dengan beredarnya surat tersebut jelas membuat Kader Golkar di daerah Jawa Barat jelas membuat gaduh, apalagi bagi mereka yang bersama-sama dan bahu membahu untuk menjadikan Golkar menjadi Partai dengan elektabitas tertinngi di jawa barat meras di hianati oleh bapaknya sendiri.

Pengibaran bendera setengah tiang mungkin penolakan sederhana, tapi para pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar se jawa barat, telah sepakat apabila surat tersebut untuk calon lain, mereka akan mengundurkan diri secara bersamaan.

Apabila kejadiaanya seperti itu, maka yang paling rugi jelas Partai Golkar itu sendiri. Mesin partai tidak akan berjalan dan besar kemungkinan peluang Partai Golkar untuk memenangkan Pilgub Jabar akan semakin kecil karena matinya mesin partai.

Kenapa harus Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang di usung?

Sebenarnya, Partai Golkar sudah memiliki Kader yang potensial dan loyal terhadap partai golkar. Sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat kesetiaan dan aplikatif niali-nilai ideologi partai golkar telah di terapkan oleh Dedi dalam menjalankan mesin politiknya.

Tetapi, kenapa golkar memilih calon lain selain Dedi Mulyadi, bukankah elektabilitas yang selama ini menjadi acuan telah menunjukan trend positif?

Kenapa juga tidak calon lain yang di usung selain Dedi Mulyadi, bukankah calon-calon lain pun bertebaran di jawa barat, dan golkar tidak kurang-kurangnya memiliki kader potensial.

Semenjak kunjungan Ridwan Kamil ke Indramayu adalah akar mulainya banyak permasalahan yang tak hentinya menghantam Dedi Mulyadi. Apalagi waktu kunjungan tersebut RK menunjuk Daniel secara sepontan untuk menjadi wakilnya.

Daniel pun terbuai dengan bujuk-rayu Ridwan Kamil, padahal pada dasarnya sosok Daniel tidak dikenal sama sekali sekalipun dia merupakan Anggota DPR RI.

Daniel jelas memiliki akses ke DPP Golkar, karena dia merupakan anak dari Yance, mantan Bupati Indramayu.

DPP Golkar pun terpecah, seperti pernyataan Nusron Wahid yang secara spontan masih membuka untuk calon lain, walaupun pada saat itu Golkar telah sepakat dan menutup pintu untuk RK.

RK berhasil melobi-lobi pengurus DPP Golkar hingga pertemuannya dengan Novanto. Apa yang dilakukan oleh RK adalah membelah Partai Golkar dan menjegal pencalonan Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi semenjak dari bulan agustus seperti tidak ada kejelasan, pada bulan tersebut juga Dedi Mulyadi mendapat berbagai macam penolakan dari berbagai kelompok yang mengatasnamakan ulama, politisasi agama kembali di mainkan untuk merusak citra Dedi Mulyadi.

Padahal, MUI Purwakarta telah menjelaskan kalau kebijakan Dedi Mulyadi tidak menyimpang dan tidak betentangan dengan nilai-nilai agama. justru sebaliknya, Dedi berhasil menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kebijakannya.

Keusilan dan maneuver yang dilakukan oleh Ridwan Kamil untuk menjegal Dedi Mulyadi menuai anti-pati dari dari masyarakat dan relawan pendukung Dedi Mulyadi, mereka semakin anti pati terhadap RK, dari sore sampai malam di media sosial ramai tagar #SayaBersamaDediMulyadi

Sedangkan di twitter, netizen ramai hastag #SavePartaiGolkar sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan sepihak yang dilakukan oleh DPP Partai Golkar tanpa melihat akar rumput.

Dan pada akhirnya DPP Golkar pun menyatakan kalau surat tersebut bodong, walaupun disana tertera surat tersebut rahasia.

Karena DPD Partai Golkar Jawa Barat sebagai pihak yang sangat dirugikan atas surat tersebut, maka DPP diminta untuk melaporkan surat tersebut, jika tidak DPD Golkar Jabar sendiri yang akan melaporkan.

Dengan makin solidnya Grassroot Partai Golkar untuk mengusung Dedi Mulyadi, harusnya DPP tidak perlu ada keraguan untuk mengusungsungnya, tapi DPP sepertinya sedang bercanda yang tidak lucu.

Bagimana dengan keusilan Ridwan Kamil, kita saksikan saja kedepannya bagaimana, karena derama masih berlangsung.

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.