Minggu, April 11, 2021

Puan Maharani: Sosok Dibalik Kepuasan Rakyat Terhadap Jokowi-JK

Agama dalam Pergulatan Politik Praktis di Indonesia

Tahun 2018 adalah tahun politik. Khususnya di Jawa Timur, pada tahun 2018 akan diselenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.  Pada tahun yang sama, dari...

Sadarkah Makanan Kita Menjadi Sampah

Saat ini ada sebuah kebiasaan yang mungkin secara sengaja atau tidak pada suatu acara atau di tempat makan untuk tidak menghabiskan makanan yang kita...

Baduy: Mencecap Senyap dari Kebisingan Ibukota

Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang kaya akan seni dan budaya. Dibalik itu, rupanya negeri khatulistiwa ini juga dihuni oleh berbagai macam...

Negeri Kedaulatan Rakyat

Sudah cukuplah sudah, wahai penguasa di negeri ku tercinta. Sejukilah kami sebagai rakyat, dengan peradaban manusia seutuhnya manusia. Wahai penguasa, kau menjadi penguasa karena...
Indah Sastra D.
Pembaca, dan sesekali menulis saja...

puanonline

Baru-baru ini, tepatnya pada 02 November 2017, Populi Centre: Public Opinion & Policy Research merilis hasil Survei Nasional (Surnas) yang diberi tajuk, 3 Tahun “Indonesia Sentris”: Penilaian Dari Rakyat. Survei yang melibatkan 1.195 responden di 120 Kecamatan seluruh Indonesia dengan margin error + 2,8% pada tingkat kepercayaan 95% ini menghasilkan beberapa point penting tentang penilaian masyarakat terhadap kinerja Jokowi-JK selama 3 tahun terakhir.

Tulisan ini tidak akan membahas tentang tingkat kepuasaan masyarakat untuk beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, sebagaimana term dan topik dalam kuesioner penelitian tersebut, tapi secara khusus akan lebih menitikberatkan pada fakta, bahwa kebijakan yang paling bermanfaat untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat adalah pembagian “Kartu Sakti” seperti KIP, KIS, PKH, KKS, dan kartu-kartu lainnya, yang pelaksanaan teknis-koordinatifnya ada pada Kemenko PMK; Puan Maharani.

Tingkat persentasenya pun begitu jomplang. Responden yang memilih pembagian kartu sebagai kebijakan yang paling bermanfaat mencapai angka 50,7%. Artinya, program pemerintah dalam konteks kesejahteraan rakyat yang ditangani oleh Puan Maharani, mendapatkan apresiasi yang tinggi oleh masyarakat, dan dapat mempersempit jarak mereka dengan kesejahteraan, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang. Ini tidak hanya sekedar angka, tapi sekaligus fakta tak terbantahkan, bahwa Puan Maharani bekerja.

Sulit rasanya membayangkan berbagai kartu itu menyebar sedemikan luas mencapai jumlah puluhan juta penerima manfaat jika

Seperti diketahui, pambagian berbagai kartu tersebut berada langsung di bawah pengawasan Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator bidang PMK. Puan Maharani ikut terlibat dalam berbagai kebijakan Kementerian atau Lembaga yang dibawahinya. Terkait dengan penyebaran Kartu Sakti tersebut, Puan Maharani terlibat dalam koordinasi dan sinkronisasi data, sehingga penerima manfaatnya semakin valid dan tepat sasaran.

Maka, tidak salah ketika dikatakan, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi-JK ini, salah satunya, disebabkan oleh kinerja dan kerja Puan Maharani yang mumpuni. Ia menjadi salah satu kunci yang mampu meningkatkan kepuasaan masyarakat terhadap Jokowi-JK. Jelas dalam survei tersebut dikatakan, bahwa tingkat kepuasan terhadap pemerintahan ditopang oleh kebijakan yang bermanfaat, yaitu pemberian bantuan dana sosial melalui “kartu Sakti”.

Ini merupakan fakta yang menarik, terutama ketika Puan Maharani selama ini dianggap sebagai menteri yang tidak bekerja (bahkan dikatakan tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi tugasnya), menteri titipan, menteri yang miskin ide dan gagasan segar. Semua itu terbantahkan, dengan fakta yang banyak bermunculan dan menjadi representasi Puan Maharani dalam bekerja. Termasuk juga laporan kerja 3 tahun pemerintahan yang menunjukkan penurunan kemiskinan dan ketimpangan, peningkatan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Kehebatan kerja Puan Maharani, setidaknya bisa dilihat dari beberapa hal. Pertama, kekuatan utama Puan Maharani adalah kemampuannya untuk melakukan kerja koordinatif. Berbagai pengalaman dan kerja politiknya (terutama yag berkaitan dengan lobi-melobi) menjadi senjata untuk melakukan tiga tugas utamanya, yaitu koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan. Artinya, Puan Maharani juga terlibat secara koordinatif dalam konteks kebijakan yang diambil oleh Kementerian yang dibawahinya seperti Kemendikbud, Kemenristek Dikti, Kemenkes, Kemensos, Kemenpora, Kemenang, Kemendes PDTT, serta Kementerian atau Lembaga lainnya.

Kedua, etos dan komitmen kerja yang kuat. Artinya, dalam banyak kesempatan kita kerap menyaksikan Puan Maharani melakukan rapat-rapat koordinasi untuk memastikan progres sebuah program dan kebijakan yang telah direncanak. Ketiga, Puan Maharani turun langsung untuk melakukan pengawasan sebuah program, mendapatkan informasi langsung dari lapangan, atau untuk kepentingan kunjungan kerja tertentu seperti mengunjungi korban bencana di sebuah daerah, misalnya.

Keempat, modal politik yang kuat. Sebagai tokoh penting dalam partai yang saat ini berkuasa (PDIP) serta putri dari mantan Presiden ke-lima, tentu saja Puan Maharani mempunyai modal politik yang kuat serta ketokohan yang mengakar. Hal itulah yang membuatnya disegani, terutama ketika melakukan tugas-tugasnya sebagai menteri koordinator. Modal politik ini sangat penting, terutama jika dikaitkan dengan relasinya yang kuat dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk mengarahkan kebijakan di Republik ini.

 Keempat modal tersebut sudah sangat cukup untuk memantaskan Puan Maharani menjabat sebagai menteri koordinator, sehingga tidak aneh ketika Puan Maharani menghasilkan menghasilkan beberapa prestasi kerja yang membanggakan, termasuk ketika menjadi kunci dari munculnya apresiasi dan kepuasan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Indah Sastra D.
Pembaca, dan sesekali menulis saja...
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.