OUR NETWORK

Puan Maharani dan Capaian Prestatif Pembangunan Pendidikan

Soal kerja dan kinerja Puan Maharani, maka (lagi-lagi) kita harus berpatokan pada angka, data, dan fakta di lapangan. Tentu semuanya memerlukan proses untuk menuju kesempurnaan, tapi melihat apa yang dilakukan oleh Puan Maharani, sebagai Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), melalui kerja koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan terhadap Kementerian atau Lembaga yang berada di bawah garis tanggung-jawabnya, membuat kita semakin optimis, bahwa pembangunan “kehidupan” dan manusia Indonesia berada pada jalur yang membahagiakan.

Boleh saja banyak suara dan apatisme yang bermunculan terhadap Puan Maharani, tapi beberapa kerja dan capaian prestatif yang dihasilkan, setidaknya selama tiga tahun terakhir ini, menjadi bukti shahih yang tak terbantahkan, sekaligus “martir” bagi mereka yang seringkali nyinyir.

Kerja Puan Maharani telah melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat melalui pendidikan sebagai bagian dari proses membangun manusia dan kebudayaan Indonesia. Sektor pendidikan, disadari betul oleh Puan Maharani sebagai fokus pertama dan utama untuk memberdayakan manusia Indonesia. Sebab, hanya dengan pendidikan yang baiklah (melalui pemberian kesempatan, fasilitas, serta guru) bangsa ini akan maju, bermartabat, dan berkarakter.

Dari mana buktinya? Mari kita baca kembali angka, data, dan fakta keberhasilan tersebut. Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah terdistribusi dengan tepat sasaran kepada sekitar 17,9 juta siswa. Hal ini didukung dengan membangun 1.250 sekolah baru, 27.982 ruang kelas baru, serta rehabilitasi terhadap 67.253 ruang belajar. Artinya, tak hanya kesempatan pendidikan yang digalakkan, tapi pemberian fasilitas dan pembangun infrastruktur pendidikan juga diperhatikan (kemenkopmk.go.id).

Untuk mendukung keberlangsungan pendidikan pada jenjang perguruan tinggi, pemerintah telah berhasil meningkatkan jumlah penerima manfaatnya menjadi 340 ribu mahasiswa, mengalami kenaikan hampir 40 ribu dibandingkan dengan tahun 2016 (liputan6.com). termasuk dalam konteks mendukung pendidikan tinggi, telah terbangun sebanyak 22 science and techno park, dan telah mes-sertifikasi sekitar 12.333 mahasiswa berkompetensi.

Untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia, pemerintah telah melakukan revitalisasi terhadap pendidikan vokasional yang berorientasi pada demand-driven. Revitalisasi in berkaitan dengan membangun ruang praktik 4.493 unit, merehabilitasi ruang belajar 3.686 unit, menciptakan SMK rujukan sekitar 219 unit serta kerjasama dengan pihak industri yang telah mencapai 3.574 industri.

Maka, sekali lagi, ini soal fakta dan kerja. Telah banyak yang dilakukan oleh Puan Maharani untuk memajukan masyarakat Indonesia terutama melalui sektor pendidikan. Anak-anak bisa melanjutkan sekolah, menikmati fasilitas pendidikan, melanjutkan pada perguruan tinggi, serta mendapatkan sertifikasi secara gratis. Dalam konteks kerja, pendidikan vokasional melalui SMK telah melakukan banyak trobosan dan inovasi.

Tentu masih banyak yang perlu dilakukan, tapi bukti di atas tak bisa dinafikan sebagai sebuah kesuksesan dari kerja yang sungguh-sungguh. Mungkin saja ada yang tidak sepakat dengan angka dan data itu, silahkan saja. Tapi tunjukkan dengan angka dan data juga, bukan hanya nyinyir semata. Tunjukkan dengan fakta yang general, bukan kejadian parsial dan kasuistik lalu menyerang seperti orang kesurupan.

Puan Maharani, melalui kerjasama koordinatif dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti telah melakukan upaya berjenjang dan bertahap. Tak bisa semuanya selesai dengan sekali “lahap”. Lalu, ketika ada sebuah berita tentang sekolah yang acakadut, anak kecil yang tidak bisa mengenyam pendidikan, lalu berteriak lantang, “Puan, apa yang kamu kerjakan?!”, sebenarnya tidak salah, tapi kurang tepat sasaran. Pertanyaan itu mestinya diteriakkan pada Disdik-nya, Bupati atau Walikota-nya serta Gubernur-nya, sebab mereka juga punya kewajiban dan tanggung jawab kerja dalam konteks pendidikan, selain dorongan dari pemerintah pusat. Bukankah begitu alur “teriakannya”?

Artinya, kerja Puan Maharani adalah proses penyediaan masa depan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia melalui pendidikan; pematangan keilmuan sekaligus pendewasaan pengalaman. Dengan itulah, pemberdayaan masyarakat akan berjalan sesuai harapan.

Perempuan Ala Kadarnya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…