Senin, November 30, 2020

PTS Perlu Benahi Sistem

Ikhwanul Muslimin: Titik Pertemuan Antara Erdogan dan Kelompok Islam di Indonesia

Al-ikhwanul Al-Muslimun (selanjutnya disebut IM) merupakan gerakan Islam terbesar pada masanya. Al-Banna dengan semangat juang menggebu mampu membesarkan organisasi yang pada awalnya didominasi oleh...

Riset Bukan Sekadar Proyek!

Ada satu hal yang kerap, entah sadar atau tidak sadar, mengemuka di banyak program-program “riset” di perguruan tinggi; bahwa “riset” bersinonim dengan satu istilah...

PJJ dan Ketimpangan Akses Pendidikan

Terhitung semenjak Maret 2020, Indonesia tengah mengalami wabah virus Corona/Covid -19. Akibatnya, hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat Indonesia mengalami disrupsi. Semua pola interaksi normal...

Pemimpin yang Memimpin

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara terkenal dengan filosofinya; Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani yang artinya Di depan...
Dayat Salam
Mahasiswa akhir UIN Jakarta

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) saat ini dipandang sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang terbilang mahal biaya masuknya. Namun kualitas pendidikan yang mahal tersebut tidak menentukan baiknya kualitas dari perguruaan tinggi swasta. Bahkan dalam beberapa kasus perguruan tinggi swasta lebih longgar dalam paraktik jual beli ijazah di banding perguruan tinggi negeri.

Dalam hal ini, mungkin bisa kita lihat dari banyaknya penutupan perguruan tinggi swasta yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Sebagaimana dikutip di Harian Kompas Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menutup 25 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. Tulisan dengan judul Pemerintah Cabut 25 PTS Masyarakat Diminta Cermat Memilih Perguruan Tinggi lagi-lagi menambah daftar PTS yang telah ditutup oleh pemerintah.

Dalam pencabutan iazin ini pemerintah berdalih dengan pencabutan izin PTS yang bermasalah tersebut menjadi langkah tepat yang diambil oleh pemerintah guna memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Sistem pendidikan PTS pun perlu diperbaiki dan diawasi. Bahkan sering kali PTS yang bermasalah terlibat kasus fatal lantaran kurangnya pengawasan dari pemerintah.

Selama dua tahun terakhir (2016-2017) setidaknya ada 192 PTS yang sudah ditutup oleh pemerintah. Persoalan pun muncul kepermukaan, alasan pencabutan izin PTS pun dinilai lantaran tidak memenuhi standar perguruan tinggi yang sudah ditetapkan oleh Kemenristekdikti.

Dalam standar tersebut harus menjalankan segala aspek termasuk tri dharma perguruan tinggi yang mana itu merupakan tujuan yang dicapai oleh semua perguruan tinggi di Indonesia. Namun dalam pelaksanaannya ternyata tidak semua perguruan tinggi dapat melaksakan tri dharma.

Untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi, salah satunya setiap PTS dapat memberikan pendidikan yang sesuai standar perguruan tinggi seperti halnya jumlah rasio dosen dan mahasiswa yang baiknya satu dosen mengajar maksimal 30 mahasiswa. Selain itu dengan memiliki fasilitas yang sesuai standar tersebut digadapat menyelenggarakan sistem pendidikan secara baik dan optimal.

Biaya yang mahal yang ditetapkan oleh PTS tidak dapat tersentuh oleh masyakarat kelas bawah yang ada di Indonesia. PTS yang seharusnya bersifat untuk tidak mengutamakan keuntungan namun nyatanya masih banyak PTS yang mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Hal ini berdasarkan atas sistem kelola pendidikan yang buruk.

Bahkan di PTS sering kali terjadi praktik jual beli ijazah yang merupakan pelanggaran dalam pendidikan di Indonesia. Sebagaimana dilansir dari laman www.kompas.com pada 2015 terdapat beberapa PTS yang dibekukan karena terlibat dengan jual beli ijazah. Kasus jual beli ijazah yang terjadi di PTS sudah masuk dalam ranah kriminalitas. Ini perlu tindak tegas dari pemerintah kepada PTS yang terlibat kasus tersebut.

Memang di PTS sendiri harus diakui perlu mempunyai biaya yang banyak guna memenuhi semua fasilitas yaang disediakan serta untuk membayar gaji dosen. Namun biaya yang banyak itu tidak menjamin adanya sistem pendidikan yang baik, ini dibuktikan dengan terjadinya pencabutan izin. Bahwa masih banyak PTS yang lebih mementingkan unsur tertentu daripada sistem pendidikan yang dijalankannya.

Lebih lanjut ketika pencabutan izin PTS diberlakukan sering kali banyak yang mendapat dampak kerugian tak terkecuali mahasiswa dan dosen. Tidak diakuinya ijazah oleh negara lantaran izin PTS dicabut pun menghambat karir mahasiswa lulusan PTS tersebut. Terlebih mahasiswa yang ingin menempuh karir di pemerintahan seperti yang ingin mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Harus Ada Solusi Bijak

Pemerintah pun dalam melakukan pencabutan izin sebaiknya juga mempunyai solusi yang tepat agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Saat pencabutan status izin PTS tentu akan menimbulkan dampaknya dan ini perlu dipikirkan oleh pemerintah. Nasib mahasiswa ataupun dosen harus diperhatikan sebaik mungkin oleh pemerintah selaku pemilik kewenangan.

PTS yang bermasalah dapat segera diselesaikan lebih duhulu dengan baik dan dengan memperhatikan semua yang terkena dampaknya. Namun nyatanya pemerintah di samping telah menutup PTS yang bermasalah juga telah memberikan izin baru kepada perguruan tinggi baru tanpa ada pertimbangan untuk menyelesaikan semua masalah secara optimal.

Apalagi ketika pemerintah telah mengeluarkan keputusan yang justru malah menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakatnya sendiri. Niat pemerintah yang semula ingin memperbaiki kualitas perguruan tinggi di Indonesia tidak dibarengi dengan memberikan solusi yang bijak pada PTS yang bermasalah.

Dayat Salam
Mahasiswa akhir UIN Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Tebet, Megamendung, dan Petamburan

Pandemi corona makin liar. Jika sebelumnya cluster penyebaran corona menyeruak di rumah sakit, perkantoran, sekolah, pesantren, perumahan, restoran, dan RT/RW -- kini tengah ramai...

Messi Adalah Nabi dan Maradona Adalah Tuhan

Paus Francis tersenyum. Ia juga berasal dari Argentina. Saat itu Ia mengunjungi klub sepokbola di Buienes Aires, Argentina: the Sportivo Pereyra de Barracas FC. Di...

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

..."Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran?...

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.