Minggu, April 11, 2021

PSI Dilaporkan ke Polisi, Manuver Politik Bawaslu?

Beragama, Berbudaya dan Bernegara

Tidak usah diperdebatkan lagi, kalau Indonesia terlahir dengan keragaman dan perbedaannya. Bukan tanpa alasan Tuhan menciptakan Indonesia dengan perbedaan. Entah itu perbedaan agama, bahasa,...

Sengketa Pemahaman Sila Ketuhanan yang Maha Esa

Pancasila merupakan topik yang tak lekang masa, ia kerap mewarnai linimasa publik. Baru saja, kita diramaikan dengan mundurnya Yudi Latif dari jabatan kepala Badan...

Saya Percaya Monyet Darwin

Ketiga, bukti dari Ocean Islands. Darwin mendapat kesempatan mengujungi kepulauan Cape Verde, Afrika dan kepulauan Galapagos, Amerika Selatan. Ia melihat burung –burung di kedua...

Membuka Pintu Inklusi untuk Masyarakat Adat

Kekhasan identitas sosial masyarakat adat yang umumnya hidup di wilayah-wilayah terpencil adalah faktor lahirnya isolasi sosial terhadap kelompok ini. Banyak kasus menunjukkan bahwa cara...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaporkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni dan Wasekjen PSI Chandra Wiguna ke Bareskrim Polri, terkait dugaan pelanggaran iklan kampanye di sebuah media cetak nasional tanggal 23 April 2018 lalu. Antoni dan Chandra Wiguna diduga telah melakukan tindak pidana pemilu karena melanggar Pasal 492 UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

“Kami melaporkan Sekjen dan Wasekjen PSI ke Bareskrim Polri karena diduga melakukan tindak pidana pemilu,” kata Ketua Bawaslu, Abhan di  gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018) kemarin.

Adapun iklan PSI yang dilaporkan itu berisi hasil polling PSI tentang ‘Alternatif Cawapres dan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo’. Dalam iklan itu, terdapat foto Presiden Jokowi, lambang PSI, nomor urut peserta pemilu PSI, serta nama dan foto calon cawapres dan calon menteri periode 2019-2024.

Reaksi bergegas dan cepat Bawaslu melaporkan iklan PSI ke Polisi dinilai sejumlah pihak sebagai sikap gegabah dan tidak tepat. Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menilai, apa yang dilakukan Bawaslu itu sangat terburu-buru. Menurutnya, Bawaslu tak memikirkan perbedaan antara kreativitas dengan kampanye.

Sedangkan menurut Direktur Institute For Transformation Studies (INTRANS), Andi Saiful Haq, laporan Bawaslu ke Bareskrim Polri tanggal 17 Mei 2018 lalu, telah melukai prinsip free dan fair penyelenggaraan pemilu dalam sebuah negara demokrasi. Bahkan, Saiful Haq menilai, sikap Bawaslu yang meminta pihak polisi untuk segera menetapkan status tersangka kepada Sekjen dan Wasekjen PSI dinilai sebagai tindakan tidak terpuji.

Apa yang dikemukakan Ray Rangkuti dan Andi Saiful Haq, secara transparan telah memperlihatkan kemungkinan adanya gerakan manuver politik yang dilakukan Bawaslu terhadap PSI yang notabene sebagai parpol pendatang baru.

Tampaknya, Bawaslu diduga kuat memiliki kepentingan politik tertentu dengan melakukan character assassination terhadap PSI. Selama ini, PSI memang dikenal sebagai parpol baru yang kritis dalam menyoroti banyaknya “tindakan kriminal” yang dilakukan parpol lama, sejumlah politisi di Senayan, maupun kinerja Bawaslu.

Terkait hasil Polling yang diiklankan di surat kabar, PSI jelas tidak melanggar hukum. Sama halnya dengan sejumlah lembaga survei independen yang secara periodik melaporkan hasil surveinya, terkait soal elektabilitas capres dan cawapres 2019 serta nama-nama yang layak menjadi menteri mendampingi presiden terpilih tahun 2019 mendatang.

Sikap dan tindakan Bawaslu ini cenderung telah melampaui batas kewenangannya, karena hasil Polling PSI yang diiklankan tidak memiliki tujuan politik yang bersifat memobilisasi massa.

Dasar hukum yang dipakai Bawaslu untuk melaporkan PSI ke Bareskrim Polri jelas salah tafsir dan keliru, karena sedikitpun tidak ada tindak pidana pemilu yang dilakukan PSI terkait dengan iklan pollingnya di surat kabar. Nah, inikah manuver politik Bawaslu?

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.