Minggu, April 11, 2021

Problematika Independensi Hakim Mahkamah Konstitusi

Sastra Wangi dan Euforia Sastra Selangkangan

Sebenarnya sudah terlambat mengangkat tema ini. Sebab polemik tentang “Gerakan Syahwat Merdeka” yang dimunculkan Taufik Ismail sudah sejak tahun 2006 lalu. Tepatnya pada 20...

Menjaga Kultur Digital Corona

Peraturan pembatasan sosial (social distancing) dan phisik (physical distancing), menerbitkan realitas baru, yaitu jagat digital. Segala aspek kehidupan seperti politik, bisnis, dan pendidikan secara...

Zonasi: Tidak Rugi Tak Masuk Sekolah Favorit

Dengan berkembangnya dunia pendidikan ada beberapa macam pembaharuan di dunia pendidikan salah satunya sistem pendaftaran berbasis zona di mana sekolahan negeri menerima siswa dari...

Ancaman Profesi Hukum di Era Digital

Perkembangan perdagangan internasional mulai bergeser dari kiblat perdagangan barang ke perdagangan jasa. Perubahan ini ditandai dengan bermunculannya start up di banyak negara. Cina dan...
Andreas Wirananta
Delegates Philip C Jessup Moot Court Competition 2021 Faculty Of Law University of Bengkulu

 

Presiden Joko widodo(Jokowi) memberikan penghargaan Bintang Mahaputera kepada 5 hakim Mahkamah Konstitusi.pemberian penghargaan tersebut diberikan di Istana Negara pada,Rabu (11/11/2020)

Penghargaan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo(Jokowi) tersebut sempat mengemparkan publik lantaran penghargaan tersebut diberikan ditengah-tengah perbincangan hangat akan banyaknya undang-undang yang kontroversial yaitu UU Omnibus Law Cipta Kerja, UU KPK,dan UU minerba, dan membuat publik bertanya-tanya dan berpendapat bahwa penghargaan tersebut diberikan dengan tujuan sebagai bentuk pertahanan kekuasaan yang nantinya mempengaruhi amar putusan yang diberikan Hakim Mahkamah Konstitusi nantinya.

Mengingat Perbincangan hangat tersebut Wakil Ketua Mahkamah Konsitusi menganggap hal itu bukan sebagai bentuk pengaruh, namun penghargaan tersebut diberikan dengan maksud agar dirinya bekerja dengan profesional dan penuh integritas dalam menjaga konstitusi

“Penghargaan yang kami peroleh dimaknai bahwa kami tidak boleh kendor menjaga konstitusi dengan baik, melindungi hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam konstitusi,” Ucap Aswanto

Namun banyak yang menilai bahwa pemberian penghargaan hal tersebut tidak tepat karena pemberian penghargaan tersebut diberikan saat polemik undang-undang yang menjadi pembicaraan hangat saat ini, dan pemberian tersebut tentu menimbulkan kecurigaan.

namun mengingat hal tersebut moeldoko berkomentar hal tersebut tidak tepat lantaran pemberian penghargaan tersebut tidak menjadi hambatan keenam hakim konstitusi tersebut tidak mengurangi independensi hakim kostitusi tersebut.

“Pertanyaanya, apakah pemberian tanda kehormatan kepada para hakim MK itu mengurangi independensi ? Tidak,” kata Moeldoko kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

mengingat problematika Independensi Mahkamah Konstitusi, hal tersebut telah diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Mahkamah Konstitusi yaitu:

“Hakim konstitusi harus memenuhi syarat sebagai syarat sebagai berikut:

Memiliki Integritas dan kepribadian yang tidak tercela

Adil; dan

Negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan.”

Dalam Undang-Undang tersebut disebutkan bahwa Hakim Mahkamah kosntitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, namun hal ini sangat diragukan masyarakat, dan menganggap integritas Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini perlu dipertanyakan lantaran mengingat hingga saat ini sangat sulit mencari orang-orang yang berkepribadian demikian lantaran semua dianggap seolah-olah adalah pengaruh politik dan demi kepentingan penguasa.

Tentu Indonesia sebagai Negara Hukum dalam hal ini harus menegakkan sesuai hukum yang berlaku dan adil, namun hal tersebut masih diragukan oleh publik dan menjadi problematika saat ini. Bahkan kabar pemberian penghargaan tersebut yang diberikan disaat yang tidak tepat membuat publik bertanya-tanya dan banyak masyarakat,serta tokoh-tokoh publik yang meragukan hal tersebut,sehingga akan selalu menjadi topik hangat yang diperbincangkan.

Andreas Wirananta
Delegates Philip C Jessup Moot Court Competition 2021 Faculty Of Law University of Bengkulu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

Barter Fatwa, Bolehkah?

Saya tersentak atas pemberitaan media yang mensinyalemen adanya barter fatwa. Barter fatwa yang dimaksud adalah menukar fatwa halal dengan jabatan komisaris sebuah BUMN. Majalah Tempo...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.