Senin, November 30, 2020

PPDB 2020 Masih Ribut Soal Zonasi

Melawan Kesalahan Logika Berpikir untuk Hidup yang Bernilai Baik

Mengenai narasi mencapai hidup yang bernilai baik (euzen) sering dimaknai dengan slogan “hidup yang bermanfaat”. Kultus yang demikian adalah pedoman kunci sebagian individu yang...

Keunikan Pentas Seni Teater Pandora

Pementasan Teater Pandora yang dilaksanakan pada tanggal 11-13 September 2017 kemarin, sedikit terlihat unik. Panggung besar Taman Budaya Yogyakarta (TBY) disulap dengan sedemikian rupa...

Amerika Latin dalam Arus Modernisasi

Jika berbicara tentang Amerika Latin, negara-negara yang berada pada kawasan tersebut sangat lekat kaitannya dengan sebutan negara dunia ketiga dan negara-negara komunis. Pertumbuhan Amerika...

Meredupnya Ideologi Partai di Indonesia

Pertemuan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) pada Rabu (11/12) silam tampak menjadi pertemuan yang bersejarah. Pandangan tersebut tentu...
Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas

Keputusan pemprov DKI Jakarta menggunakan jalur zonasi pada PPDB 2020 menuai protes dari orang tua murid. Protes tersebut dilayangkan oleh wali murid lantaran menganggap bahwa jalur zonasi PPDB 2020 lebih mementingkan umur dari pada prestasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan bahwa kriteria pertama PPDB lewat jalur zonasi tetap berdasarkan tempat tinggal atau domisili calon peserta didik.

Hal ini telah diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan No 506/2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021. (2020, Tribunnews.com)

Jika jalur zonasi sudah melebihi kuota daya tampung –50 persen. Maka seleksi bisa dilakukan berdasarkan dari urutan pemilihan sekolah, usia, dan waktu pendaftaran. Polemik memilih usia yang lebih tua untuk di dahulukan, menurut saya mungkin ingin menyesuaikan dengan perkembangan anak. Agar jangan terlalu muda untuk jenjang pendidikan.

Walaupun mendahulukan umur yang lebih tua, tetapi PPDB tetap harus mementingkan jalur prestasi. Karena sudah ada bagian kuota PPDB jalur prestasi, maka hal ini tidak boleh di abaikan.

Dengan zonasi tersebut maksudnya agar semua kalangan berhak masuk ke sekolahan negeri. Biasanya, yang ekonomi kebawah karena faktor fasilitas jadi kalah bersaing dengan ekonomi keatas untuk masuk sekolahan Negeri.

Kalah disini buka uangnya saja tetapi juga kalah fasilitas belajar di rumah, kemampuan menggunakan bimbel, serta buku-buku penunjang sekolah. Walaupun sebenarnya banyak keluhan wali murid, justru ketika pendaftaran masuk sekolah swasta  yang katanya mahal.

Seleksi Berdasarkan Umur

Persyaratan dalam PPDB. Permendikbud No.17/2017 maupun Permendikbud No.44/2019 menyebutkan, persyaratan calon peserta didik baru kelas satu berusia tujuh hingga 12 tahun, atau paling rendah enam tahun pada 1 Juli tahun berjalan. (2020, Tirto.ID)

Untuk SMP berusia paling tinggi 15 tahun pada 1 Juli tahun berjalan, dan untuk jenjang SMA/SMK berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

Menggunakan usia dalam Permendikbud dan itu tertera dalam aturan Permendikbud tersebut, meskipun banyak yang tidak setuju. Apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sudah sesuai dengan aturan PPDB.

Walaupun nanti ada persaingan umur misalkan peserta PPDB mau masuk SMA ada yang sudah berumur 20 Tahun dan anak kita lebih muda maka akan kalah saing masuk sekolah negeri. Ini mungkin  bagi sebagian warga yang tidak setuju dengan sistem seleksi usia.

Tetapi kenapa yang di demo adalah Gubernur DKI, padahal pemprov DKI menggunakan aturan dari permendikbud. Ini menurut saya demo yang salah sasaran, memang bisa saja pemerintah daerah membuat kebijakan berbeda yang penting sesuai dengan permendikbud daya tampung untuk masing-masing jalur pendaftaran.

Empat Jalur PPDB 2020

Maka dengan adanya empat jalur PPDB 2020 agar semua lapisan masyarakat merasakan hak pendidikan di sekolah Negeri. Masing-masing jalur PPDB mempunyai persentase daya tampung. Beberapa syarat dan penjelasan untuk 4 jalur PPDB 2020.

Jalur zonasi sekolahan akan memprioritaskan dalam menerima siswa berdasarkan dalam domisili. Jadi, disekitar domisili tidak memandang ekonomi bawah maupun atas akan merasakan hak yang sama untuk bisa sekolah di sekolahan Negeri.

Karena kuota jalur zonasi 50 persen dari daya tampung sekolah. Ketika peserta PPDB di sekitar domisili tak mendapatkan kuota zonasi, maka bisa juga mendaftar lewat jalur afirmasi, ataupun jalur prestasi di luar wilayah zonasi domisili. Setiap sekolah diharuskan menerima minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Penetapan wilayah zonasi tergantung dari masing-masing pemerintah daerah.

Jalur afirmasi diperuntukan bagi peserta yang kurang mampu dalam ekonomi. Jalur ini bisa digunakan untuk peserta di luar maupun di dalam zonasi domisili. Keluarga juga bersedia ikut program bantuan kurang mampu dari pemerintah pusat maupun daerah. Daya tampung jalur afirmasi minimal 15 persen dari sekolahan. (kemdikbud.go.id)

Berikutnya, jalur perpindahan orang tua atau wali, jalur ini harus menyertakan surat pindah tugas dari instansi, lembaga orang tua bekerja. Juga bisa di gunakan untuk pendaftaran anak dari guru. Setiap sekolah di beri kuota maksimal 5 persen dari daya tampung sekolah.

Jalur prestasi dapat di tempuh dengan nilai ujian sekolah atau ujian nasional, karena tahun ini tak ada ujian nasional maka menggunkan nilai ujian sekolah. Juga bisa menggunakan hasil atau penghargaan dibidang akademik maupun non akademik. Kuota dari jalur ini adalah sisa dari kuota jalur zonasi, afirmasi dan perpindahan. Maksimal 30 persen.

Adis Setiawan
Mahasiswa | Penulis Lepas
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Tebet, Megamendung, dan Petamburan

Pandemi corona makin liar. Jika sebelumnya cluster penyebaran corona menyeruak di rumah sakit, perkantoran, sekolah, pesantren, perumahan, restoran, dan RT/RW -- kini tengah ramai...

Messi Adalah Nabi dan Maradona Adalah Tuhan

Paus Francis tersenyum. Ia juga berasal dari Argentina. Saat itu Ia mengunjungi klub sepokbola di Buienes Aires, Argentina: the Sportivo Pereyra de Barracas FC. Di...

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

..."Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran?...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.