Senin, Januari 18, 2021

Potret Perempuan Indonesia dalam Film Love For Sale 1 dan 2

Memaknai Epistemologi Islam

Dalam dunia yang serba dinamis, adalah sebuah silogisme dengan premis-premis mayor yang berujung pada konklusi bahwa Ilmu adalah jalan bagi seseorang untuk bisa mengelaborasi...

Ilmu dan Peradaban Islam

Pada masa kegemilangan peradaban Islam ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan, lahirnya cabang-cabang ilmu baru, munculnya karya-karya yang orisinil, lahirnya ulama dan cendikiawan muslim...

Suka Duka Menjadi Generasi Milenial (Kaum Rebahan)

Pada tahun 2045, bonus demografi di Indonesia diproyeksikan akan berakhir. Indonesia akan memasuki “Ageing Population”, yaitu situasi di mana usia masyarakat Indonesia yang tidak...

Ustaz Somad dan NU Garis Lurus, Catatan untuk Amamur

Dalam tulisan terbarunya di Geotimes, Ustaz Somad Dan Salah Kaprah NU Garis Lurus, Amamur Rohman menanggapi perihal Ustad Abdul Somad (UAS) yang saat ini sedang...
galang anggit
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, Lahir dan tinggal di Yogyakarta.

Film selalu mempengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan isi pesan di baliknya padahalnya di film Love For Sale 1 & 2  ini yang bergenre drama romance 2 film ini menjadi film sekuel yang berawal dari Love For Sale 1 menjadi Love For Sale 2 yang di mana pemeran perempuan dalam ke dua film tersebut mempunya keterlanjutan dari dua film tersebut.

Kedua film teresebut memilik kesamaan dan keberbedaan dalam alur cerita, dalam film Love For Sale 1 dan 2 memiliki kesamaan dalam pemberian pelumas cerita yaitu pemeran tokoh laki-laki dalam ke dua film tersebut tidak sengaja menemukan aplikasi Love Inc yaitu salah satu aplikasi untuk menyewa pasangan, ke dua pemeran laki-laki tersebut menemukan aplikasi Love Inc di saat waktu yang tepat di mana ke dua pemeran tersebut sedang membutuhkan seorang perempuan untuk di jadikan pasangan atau pacar di saat itu juga.

Sedangkan keberbedaan terdapat di kebutuhan ke dua pemeran laki-laki di Love For Sale 1 pemeran laki- laki Richard yang  di perankan oleh Gading Martin  sedang membutuhkan pasangan untuk di bawa ke pesta pernikahan temanya sebab teman- teman Richard menantang Richard untuk membawa pacar atau pasangan di pesta pernikahan temanya tersebut di saat itu juga Richard secara tidak sengaja menemukan aplikasi Love Inc untuk menyewa Arini Kusuma yang di perankan oleh Della Dartyan yang di jadikan pacar palsu sewaan oleh Richard.

Sedangkan dalam Love For Sale 2 pemeran laki-laki Ichan yang di perankan oleh Adipati Dolken menyewa Arini Chaniago yang masih diperankan oleh Della Dartyan untuk di jadikawan menantu palsu untuk membuat luluh orang tua Ican yang menginginkan Ican mempunyai pasangan.

Film ini juga memberikan potret gambaran perempuan Indonesia melalu tanda dan pesan yang ada dalam setiap adegan-adeganya yang mereprensentasi perempuan di mata masyarakat. Dan saya akan mencoba menganalisis dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yaitu dengan mencari makna denotatif, makna konotatif dan mitos dalam menganalisis tanda-tanda pada film yang merepresentasikan perempuan pada film ini.

Perempuan Perokok

Di scene Pernikahan Love For Sale 2 ada sebuah adegan orang tua ican sedang mengobrol dengan ican  membicarakan beberapa perempuan yang orang tua nya kenal lalu ada dialog tentang ketidak setujuan orang tua ican tentang anaknya yang kenal dengan seorang perempuan yang mengkonsumsi barang komoditas yaitu rokok.

Kegiatan merokok untuk wanita selama ini selalu dikaitkan dengan berbagai hal yang konotasinya negatif dalam persepsi masyarakat. Sedangkan stigma negatif tersebut tidak terjadi pada pria perokok , dari pandangan orang tua ican wanita perokok itu wanita yang tidak benar atau bisa di katakan mempunyai stigma negatif di mata orang tua.

Perempuan Menjadi Obyek Catcalling

Di Scene parkiran di depan cafe, teman teman Richard sehabis kelar nobar bola, seorang perempuan berparas cantik dan berpakaian sexy keluar dari café tersebut

Dan teman teman Richard langsung melontarkan kata-kata yang di tujukan untuk menggoda perempuan itu, yang orang-orang sekarang biasa menyebutnya catcalling.

Dalam adegan ini pembuat film mewajarkan perempuan menjadi objek catcalling karena pada dasarnya perempuan dalam adegan itu sedang berpakaian sexy dan menggoda para laki-laki pada dasarnya wanita cantik keluar saat malam itu masih menjadi hal yang tidak benar di masyarakat karena akan di cap sebagai perempuan yang kurang baik,hal tersebut menjadi sudah menjadi persoalan yang sudah merata di masyarakat.

Pada dasarnya  film Love For Sale 1 dan 2 ini masih saja menggambarkan seteorotip tentang perempuan yang sudah sering terdengar di masyarakat klasik di Indonesia walaupun film ini menyajikan alur cerita tentang drama roman yang berbeda dari film-film yang lainya.

galang anggit
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan, Lahir dan tinggal di Yogyakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.