Senin, April 12, 2021

Potensi Pertanian Padi Di Pulau Samosir

Mempekenalkan Media Non-Arusutama Kiri di Amerika Serikat

Saat mendengar nama Amerika Serikat, yang terlintas dibenak kita adalah imperialisme, kapitalisme, neoliberalisme, konservatisme dan berbagai pemikiran Sayap-Kanan lainnya yang menjadi pondasi beridirinya negara...

Debat Pilgubsu dan Program Unggulan Djarot-Sihar

Esensi paling penting dari debat kandidat, baik calon presiden maupun calon kepala daerah adalah rakyat bisa secara langsung melihat calon pemimpinnya menyampaikan visi misi,...

Pemimpin Milenial di Era Digital

Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan beragamnya masalah yang makin menantang dan kompleks. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya pergeseran dalam gaya kepemimpinan seiring dengan...

Tuhan, Cinta, dan Rumi

Cinta adalah bagian dari fitrah manusia yang diberikan oleh Tuhan. Dengan cinta, kehidupan manusia dimulai. Misalkan saja dalam agama Islam di mana manusia pertama...

Pertanian padi adalah penting untuk ketahanan pangan nasional kita, pengalihan lahan pertanian padi kepada kelapa sawit telah banyak sehingga pertanian padi berkurang. Dalam pemerintahan jokowi negara ini ingin menjadi negara swasembada pangan. untuk mewujudkan cita-cita pemerintah masyarkat harus membantunya supaya ada singkronisasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan swasembada pangan.
Pengalihan fungsi lahan dari pertanian padi ke perkebunan sawit memang tidak bisa dipungkiri karena keuntungan dan pengolahan. Pertanian padi sangat menyita waktu dan menyita budaya dan dikerjakan secara terus menerus. Sehingga banyak masyarakat yang mengalihkan lahan pertaniannya.
Pertanian padi di pulau samosir sangat berpotensi untuk menjadikan swasembada pangan, dimana ketersedian pengairan sangatlah mudah, sehingga masyarakat samosir sangat suka untuk bercocok tanam padi. Uniknya pertanian padi di samosir adalah sangat sulit untuk dialih lahankan karena jenis tanahnya yang homogen.
Setelah Melakukan kunjungan di Pulau Samosir tepatnya Di Desa Gorat Kecematan Palipi, Kabupaten Samosir. Lembaga Intelektual Pendidikan Masyaakat Village Development (LIPM Video) Melakukan wawancara kepada Petani yang setiap hari bekerja Ke Ladang, berjuang untuk harapan anak-anaknya bisa sekolah. Ibu Sihotang misalnya dia bercerita bagaimana dia bertani sudah lama.
Ibu Sitohang merupakan Pensiunan Guru SD, dan pernah Juga menjadi kepala Sekolah SD, namun setelah pensiun dia pun harus bertani untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Dia mengatakan dia sangat setia untuk bertani dan dia menjadi teladan dalam bertani di desa Gorat. Ibu Sitohang Merupakn Acuan para petani di desa Gorat, apa yang di tanam Ibu Sitohang di ladangnya, Semua petani di desa gorat pasti menanam tanaman yang sama di ladangnya.
cerita ini merupakan analisa dari LIPM Video, bahwa para Petani di Desa Gorat Masih Petani yang tradisional dan masih mengikuti sistem tanaman homeogen. Petani heterogen mennjadi solusi untuk perbaikan para petani di desa gorat, untuk itu para petani perlu di latih dan dikembangkan melalui pelatihan petani yang terpadu. salah satu contoh bisa mengembangkan sistem pertanian mina Padi, tumpang sari dan lain-lain.
para petani sangant membutuhkan penyuluhan pertanian, agar para petani dapat mengetahui apa yang mereka tanam dan bagaimana merawat tanaman itu dengan baik. pertanian heterogen menjadi solusi yang baik di Pulau samosir. Pulau Samosir perlu perhatian dan pengembagan yang tulus dari berbagai kalangan terkhusus Pemerintah supaya memberikan pelatihan dan penyuluhan yang baik bagi para petani di Kabupaten Samosir.
Pertanian padi Di pulau Samosir layak untuk dikembangkan dan dijadikan menjadi lahan nasional swasembada pangan. Samosir adalah lumpug padi masa depan Indonesia kalau di kelola dengan baik dengan manajemen yang baik. Samosir memiliki banyak potensi untuk dikembangkan.
Petani adalah orang yang paling berjasa dalam keberlansungan hidup manusia, pekerjaan yang mulai yang tidak memandang ras, agama, golongan dan jabatan. Dalam kunjungan ke Pulau Samosir beberapa petani kita tanya keluhan dan apa yang mereka inginkan.
Keluhan mereka adalah mengenai dana awal dalam mengelola pertaniannya, mereka hanya mengandalkan modal tengkulak untuk membiayai seluruh dana opreasional pertanian, sehingga dengan sistem demikian maka seluruh panen harus di serahkan ke tengkulak dengan harga yang lebih rendah, sebagian lagi ada yang meminjam ke koperasi rente yang membuat bunga 10 -20 % dan harus menjual panennya kepada si pemberi pinjaman dengan harga yang tidak layak.
Dalam wawancara tersebut mereka sangat membutuh Badan Usaha Desa (BUMDES) untuk memberikan modal bagi mereka dalam melangsungkan operasional pertanian mereka dengan bunga yang rendah.,dan mereka dapat menjual hasil pertanian dengan harga yang layak, yang jauh dari spekulasi tengkulak.memang secara langsung tengkulak adalah pahlawan dalam operasional pertanian mereka, tetapi secara tidak langsung tengkulak menindas dan membuat petani menjadi miskin struktural.
Sekarang telah ada dana desa untuk pembangunan desa, dana tersebut dilakukan untuk menciptakan BUMDES, kiranya di Samosir di buat BUMDES supaya petani tertolong dalam ketertindasan mereka. butuh kerjasama antara kepala desa, warga, dan pendamping desa dalam mewujudkannya.
Samosir dari dulu di kenal dengan tanah yang kering, tandus dan tidak dapat tumbuh apa-apa kecuali bawang merah, konon ceritanya kenapa orang samosir banyak pergi merantau karena, tidak ada tumbuhan yang mau tumbuh, kini samosir berubah menjadi tanah yang subur, semua tanaman palawija sudah dapat tumbuh di bumi Samosir.
Sekarang sudah banyak masyarakat yang ada di Samosir telah menanam Jagung, Cabe, Pisang, Kopi, Durian dan lain-lain. Samosir menjadi Lahan pertanian yang mumpuni dan berpotensi untuk menjadikan daerah ini Lumbung pertanian masa depan.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.