Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Politik Olahraga, Dari Rugby di Afrika Selatan Hingga El Clasico | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Politik Olahraga, Dari Rugby di Afrika Selatan Hingga El Clasico

Suku Anak Dalam, KTP, dan Keadilan

Dewasa ini kita masih dihadapkan oleh realitas hukum yang masih banyak tumpang-tindih dan tidak terlaksanakan dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Sampai detik ini, hukum...

Gundala dan Aktivisme Sosial

Film Gundala telah mencapai satu juta penonton sejak penayangan perdananya tanggal 29 agustus kemarin. Butuh hanya sepekan untuk menembus angka itu. Gundala sebagai film...

Amerika Latin dalam Arus Modernisasi

Jika berbicara tentang Amerika Latin, negara-negara yang berada pada kawasan tersebut sangat lekat kaitannya dengan sebutan negara dunia ketiga dan negara-negara komunis. Pertumbuhan Amerika...

Politik “Bercumbu” SBY dan Prabowo Bikin PAN dan PKS “Terangsang”

Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta,...
Syaidina Sapta
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Olahraga mungkin dahulu hanya bertujuan untuk menyehatkan badan, namun kini olahraga lebih dari sekedar untuk menyehatkan badan saja. Olahraga seperti sepak bola, rugby, basket, badminton, dan sebagainya sudah sangat populer hampir di seluruh dunia. Sering kali olahraga menjadi alat politik, baik dalam artian positif maupun negatif.

Menjadi positif ketika pertandingan olahraga ini menjunjung sportifitas dan menjadi pemersatu, namun kerap kali menjadi negatif ketika persaingan yang ada berujung konflik dan perpecahan. Adanya pertandingan Piala Dunia, atau pertandingan antar negara di suatu Benua tentu selain untuk olahraga semata juga sebagai alat perekat persahabatan antar negara.

Jika anda pernah menyaksikan film Invictus, olahraga yang saat itu populer di Afrika Selatan, yakni rugby, dimanfaatkan oleh Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, sebagai upaya menghapuskan politik apharteid di Afrika Selatan.

Saat itu olahraga rugby menjadi identitas tersendiri bagi politik apharteid, rugby biasa dimainkan oleh para imigran kulit putih di Afrika Selatan, sehingga jika team rugby Afrika Selatan bermain dengan negara lain maka orang-orang kulit hitam Afrika Selatan justru mendukung lawannya.

Maka saat perhelatan piala dunia rugby 1995, Nelson Mandela mencoba memanfaatkannya untuk menghilangkan sekat identitas antara si kulit hitam dan si kulit putih, membuat agar seluruh warganya mendukung team negara mereka dalam kancah internasional. Di sini, dia mencoba untuk membangun nasionalisme melalui olahraga.

Sebagaimana rugby di Afrika Selatan yang dikisahkan dalam film Invictus, dalam pertandingan sepak bola kita mengenal adanya El Clasico, pertandingan antara Barcelona vs Real Madrid yang dimenangkan oleh Barcelona. Bagi kita warga di luar Spanyol mungkin El Clasico hanyalah pertandingan antara dua team besar penuh pemain bintang.

Tapi di luar itu, Barcelona dan Real Madrid mewakili dua daerah serta dua kekuatan politik di Spanyol, yakni Real Madrid yang berasal dari kota Madrid yang merupakan Ibukota Spanyol dengan Barcelona yang berasal dari kota Catalonia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa antara Spanyol dengan Catalonia merupakan dua daerah yang sejak dahulu sering bersitegang. Meskipun Catalonia merupakan salah satu kota otonom di Spanyol, namun sudah sejak lama mereka ingin memerdekakan diri dari Spanyol.

Alasan Catalonia ingin merdeka, sebagaimana saya kutip dari majalah Info Singkat Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI edisi Vol. IX, No. 20/II/Puslit/Oktober/2017, pertama karena adanya faktor historis dan kultural dimana Catalonia memang dalam sejarahnya adalah daerah yang merdeka, mereka memiliki tradisi, kebudayaan, hingga bahasa yang berbeda dari orang-orang Spanyol.

Kedua, karena faktor ekonomis, pemerintah Spanyol memberlakukan pajak yang lebih tinggi tiap tahunnya sebesar US$12 miliar kepada Catalonia dibandingkan dengan kota lain yang lebih kecil dari itu, namun jumlah pembayaran pajak yang tinggi itu tidak sebanding dengan  imbalan yang diberikan oleh pemerintah Spanyol kepada Catalonia, selain itu warga Catalonia pun menuding bahwa pemerintah Spanyol adalah penyebab dari krisis eknomi yang menimpa Catalonia sehingga menyebabkan kenaikan harga dan bertambahnya pengangguran.

Pertentangan antara Catalonia dengan Spanyol semakin tinggi ketika pada tanggal 1 Oktober 2017 yang lalu Catalonia melakukan referendum untuk merdeka, dari 2,2 juta suara yang masuk 90% menyatakan setuju agar Catalonia merdeka dari Spanyol. Namun pemerintah Spanyol menganggap bahwa referendum itu adalah illegal dan inkonstitusional.

Inilah mengapa pertandingan El Calsico, antara Barcelona vs Real Madrid selalu bertensi lebih panas dan tinggi dibandingkan dengan pertandingan antara klub besar lain, karena banyak yang menghubungkan kedua klub itu dengan perlawanan antara rakyat Catalonia melawan pemerintahan Spanyol.

Pendukung kedua team merasa memiliki identitas tersendiri yang berbeda satu sama lainnya.  Bahkan The Washington Post pernah menyebutkan bahwa warga Catalonia tumbuh dengan rasa nasionalisme yang rendah, sebagian besar mereka merasa bukanlah warga negara Spanyol.

Tentu, persaingan antara Barcelona vs Real Madrid ini memanas dengan kenyataan bahwa keduanya adalah team sepak bola terbesar di Spanyol, bahkan hingga merajai Eropa, ditambah lagi keberadaan para pemain bintangnya mulai dari Luis Figo, Johan Cruyf, Ronaldo, Ronaldinho, Zidane, Raul, Kaka, hingga masa Messi dan Christiano Ronaldo. J

Syaidina Sapta
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.