OUR NETWORK

Politik Identitas di Pilkada Serentak 2018

Seyogianya sentimen masyarakat Indonesia terhadap politik identitas cenderung negatif, dan sedikit demi sedikit terbangun kesadaran kolektif bahwa memainkan isu identitas dianggap kurang terhormat

Saya mencoba melihat perkembangan penghitungan pilkada 2018 di beberapa sumber informasi online, namun yang tersedia saat ini adalah beberapa sumber informasi sporadis yang digaungkan oleh masing-masing pendukung paslon di berbagai platform sosial media.

Yang menarik perhatian saya adalah hasil quick count yang terjadi di Pilwali di Kota Makassar, tepat pukul 16:09 WIB salah satu situs media online mengumumkan kemenangan Kotak kosong atas Pasangan Tunggal. Ini menarik karena belum pernah ada pasangan tunggal yang kalah melawan kotak kosong baik di hasil quick count ataupun hasil akhir.

Sementara itu perhatian saya juga teralihkan ke Pemilihan gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sumatera Utara (Sumut), lagi-lagi melalui hasil quick count pasangan yang unggul adalah Rusda-Sjafei untuk Sultra dan Edy-Ajek untuk Sumut.

Yang mendasari perhatian saya kepada ketiga pasangan ini adalah berkembangnya isu politik identitas kepada salah satu kandidat yang mendikotomikan antara putra daerah dan pendatang.

Untuk Sulawesi Utara dan Makassar saya cukup banyak menyaksikan agitasi maupun provokasi baik secara verbal maupun tulisan di percakapan sehari-hari dan media sosial. Kebetulan beberapa pendukung paslon masih merupakan kerabat, keluarga dan teman sepergaulan. Adapun sumatera Utara saya hampir 90% mengikuti perkembangannya dari berbagai media baik konvensional maupun digital.

Nah, apabila kita melihat persamaan dari ketiga palagan elektoral tersebut kita sepakat bahwa di dalamnya terdapat pertarungan antara putra daerah dan pendatang untuk memperebutkan kursi kekuasaan eksekutif sesuai konstitusi yang berlaku. Terlepas dari topografi masing-masing daerah dan peta suara masing-masing basis paslon setidaknya ada satu fenomena sosial yang terjadi di ketiga pilkada tersebut.

Di Sultra dan Makassar target politik identitas adalah Rusda Mahmud yang berdarah Bugis dan Danny Pomanto yang berdarah Gorontalo. Sedangkan di Sumut tergetnya adalah Djarot syaiful yang berdarah Jawa. Namun berdasarkan hasil quick count pilkada hanya Djarot yang mengalami kekalahan.

Seyogianya sentimen masyarakat Indonesia terhadap politik identitas cenderung negatif, dan sedikit demi sedikit terbangun kesadaran kolektif bahwa memainkan isu identitas dianggap kurang terhormat, sehingga publik yang tidak terafiliasi dengan salah satu paslon biasanya menaruh simpati kepada paslon yang menjadi target politik identitas, bahkan tidak jarang mereka dapat memberikan suaranya kepada paslon yang menjadi korban.

Saya ingin mengerucutkan pembahasan saya kepada dua korban politik identitas yang saat ini dinyatakan menang oleh qucik count. Bahwasannya ini menjadi bukti salah satu tonggak kemajuan peradaban demokrasi Indonesia. Setidaknya ini menyatakan dengan lugas bahwa kita masyarakat Indonesia tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat kedaerahan yang terkadang subyektif.

Bahwa sebagian besar masyarakat kita menyetujui untuk bergerak bersama dalam irama kepemimpinan oleh dua dari beberapa putra/putri terbaik Indonesia yang dipilih secara mayoritas, meskipun calon pemimpin tersebut lahir dan besar di luar daerah yang akan dipimpinnya.

Seakan mempertegas menguatnya rasionalitas bangsa Indonesia dalam menentukan nasib mereka sendiri setidaknya di daerah masing-masing. Akhir kata saya menyambut positif berbagai hasil pilkada serentak 2018 yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

Semoga kita sedikit demi sedikit dapat berbenah dalam hal mencari dan menentukan pemimpin terbaik. Standing appaluse saya juga terhadap lembaga negara kita yang kian hari semakin progresif memperbaiki kekurangan-kekurangan di dalam pelaksanaan pemilihan umum yang lalu-lalu.

Born in 1985, witness the technological transformation beetwen analog and digital world...

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…