Rabu, April 14, 2021

Politik 2019, Kenyataan dan Harapan yang Semu

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

Bibliosida, Pendidikan, dan Konflik

Pemberangusan, pembakaran, pelarangan, penyensoran, dan penghancuran buku atau yang dikenal dengan istilah bibliosida telah terjadi sejak zaman Sumeria kuno pada 4100-3300 SM sebagaimana temuan...

Film Ramah Anak

Saya seringkali mengurungkan niat untuk pergi ke bioskop bersama keluarga karena mempertimbangan kedua anak saya yang masih berusia di bawah enam tahun. Karena sampai...

Pembubaran Parpol Politik Pengusul RUU HIP?

Masyarakat Indonesia kembali dibuat heboh dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Pasalnya di dalam RUU HIP, dianggap membuka peluang agar masuknya...
nickano iko
pembaca dan penulis.

Sebenarnya, apa yang diharapkan oleh orang-orang yang terlalu fanatik terhadap tokoh-tokoh politik zaman sekarang ini. Terlebih lagi fanatik terhadap elitnya. Terlebih lagi, mereka baru-baru saja saling sikut, saling sandra, saling merasa bahwa dirinya yang terbaik dan merasa didukung kelompok tertentu.

Yang satu mengklaim bahwa dirinya orang yang paling pancasilais, pluralis, nasionalis, tapi di sisi lain memilih seorang yang sebenarnya membuat klaim itu sendiri runtuh seruntuh-runtuhnya.

Yang satu lagi mengklaim bahwa mereka yang paling pas dan cocok untuk ke depan, tapi di sisi lain bukan memilih tokoh siapa yang memiliki gagasan terbaik, tapi memilih siapa yang memiliki modal paling banyak.

Di level politik paling bawah—grassroots dan sebagainya—mereka sudah membawa klaim kebenaran, mereka sudah terlanjur saling baku hantam dengan saudaranya sendiri membabi-buta. Syukur-syukur itu adalah adu program dan gagasan, tapi yang lebih menjijikkan mereka saling serang agama, keluarga, status hubungan, kadar keimanan ibadah seseorang, dan hal-hal konyol yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.

Sebuah kalimat yang sering kita dengar, dan kita patut menyetujuinya: bahwa semua yang berlebihan itu memang tidak baik.

Mau benci terhadap politik karena kotor, sangat boleh-boleh saja dan tanpa harus saling menghina juga. Mau suka terhadap politik, boleh juga, meski kita tahu bagaimana nantinya kehidupan di sana dan tidak perlu juga berkelahi dengan mereka yang berbeda pendapat.

Mau dipimpin siapapun yang akan mengemudikan kapal yang besar ini, saya pikir, beberapa hal tetap akan berjalan seperti biasanya.

Tetap ada orang-orang harus bekerja seperti biasa untuk mengisi makan sehari-hari. Ada pemodal yang semakin kaya, ada buruh yang tenaganya dihisap seperti biasanya dan mereka masih sulit menjangkau hidup yang layak.

Ada petani dengan konflik agrarianya dan tuan tanah. Ada pelanggaran HAM yang tidak akan kunjung terselesaikan, malah muncul lagi pelanggaran HAM baru dan tetap saja tidak terselesaikan.

Ada minoritas yang hak-haknya terabaikan. Ada polisi, penegak hukum, undang-undang, tapi keadilan justru tidak ada. Semua, iya semua—akan tetap berjalan seperti biasanya.

Di zaman sekarang, belum ada tokoh politik yang superior yang bisa (baca: mau) mengatasi masalah-masalah di atas. Mereka masih saja mengklaim dan mulut mereka berkata akan membawa kesejahteraan rakyat.

Di sisi lain, mata mereka buta terhadap masalah-masalah kecil di depan mata, tangan mereka mengatur bidak-bidak catur untuk melanggengkan bisnis kroni dan politik balas budi untuk para pendukung.

Saudara terdekat kita yang fanatik terhadap tokoh politik, sudah saling adu jotos dan bersorak-sorai. Dan mereka lupa bahwa saudaranya yang lain sedang memperjuangkan hak hidupnya—ya, hak mereka untuk hidup saja masih sulit.

nickano iko
pembaca dan penulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.