Jumat, Februari 26, 2021

Politik 2019, Kenyataan dan Harapan yang Semu

Politik Panas, Santaikan dengan Humor

Indonesia adalah negara yang serba ada. Kekayaan ada, kemiskinan pun jangan ditanya. Banyak sekali jumlahnya. Selain itu Indonesia juga mudah panas dengan isu yang...

Beban Politik Perpres KPK

Sorotan terhadap kebijakan pemerintah terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum usai. Seakan menjadi sekuel sebuah film yang berlanjut dari satu episode ke episode yang...

Inovasi Pemerintah Daerah dengan Cinta

Syahdan, para pujangga mengatakan bahwa cinta adalah sebuah variabel yang memiliki hubungan erat dengan semua variabel lain di luar dirinya. Sebuah peperangan besar bisa...

Kadar Keimanan Seseorang, Senjata Sosial Masa Kini?

“Ya pantes aja di azab soalnya banyak orang berdosa maksiat terus”. Kutipan ini saya baca dari seorang netizen di media sosial yang mengomentari video...
nickano iko
pembaca dan penulis.

Sebenarnya, apa yang diharapkan oleh orang-orang yang terlalu fanatik terhadap tokoh-tokoh politik zaman sekarang ini. Terlebih lagi fanatik terhadap elitnya. Terlebih lagi, mereka baru-baru saja saling sikut, saling sandra, saling merasa bahwa dirinya yang terbaik dan merasa didukung kelompok tertentu.

Yang satu mengklaim bahwa dirinya orang yang paling pancasilais, pluralis, nasionalis, tapi di sisi lain memilih seorang yang sebenarnya membuat klaim itu sendiri runtuh seruntuh-runtuhnya.

Yang satu lagi mengklaim bahwa mereka yang paling pas dan cocok untuk ke depan, tapi di sisi lain bukan memilih tokoh siapa yang memiliki gagasan terbaik, tapi memilih siapa yang memiliki modal paling banyak.

Di level politik paling bawah—grassroots dan sebagainya—mereka sudah membawa klaim kebenaran, mereka sudah terlanjur saling baku hantam dengan saudaranya sendiri membabi-buta. Syukur-syukur itu adalah adu program dan gagasan, tapi yang lebih menjijikkan mereka saling serang agama, keluarga, status hubungan, kadar keimanan ibadah seseorang, dan hal-hal konyol yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan.

Sebuah kalimat yang sering kita dengar, dan kita patut menyetujuinya: bahwa semua yang berlebihan itu memang tidak baik.

Mau benci terhadap politik karena kotor, sangat boleh-boleh saja dan tanpa harus saling menghina juga. Mau suka terhadap politik, boleh juga, meski kita tahu bagaimana nantinya kehidupan di sana dan tidak perlu juga berkelahi dengan mereka yang berbeda pendapat.

Mau dipimpin siapapun yang akan mengemudikan kapal yang besar ini, saya pikir, beberapa hal tetap akan berjalan seperti biasanya.

Tetap ada orang-orang harus bekerja seperti biasa untuk mengisi makan sehari-hari. Ada pemodal yang semakin kaya, ada buruh yang tenaganya dihisap seperti biasanya dan mereka masih sulit menjangkau hidup yang layak.

Ada petani dengan konflik agrarianya dan tuan tanah. Ada pelanggaran HAM yang tidak akan kunjung terselesaikan, malah muncul lagi pelanggaran HAM baru dan tetap saja tidak terselesaikan.

Ada minoritas yang hak-haknya terabaikan. Ada polisi, penegak hukum, undang-undang, tapi keadilan justru tidak ada. Semua, iya semua—akan tetap berjalan seperti biasanya.

Di zaman sekarang, belum ada tokoh politik yang superior yang bisa (baca: mau) mengatasi masalah-masalah di atas. Mereka masih saja mengklaim dan mulut mereka berkata akan membawa kesejahteraan rakyat.

Di sisi lain, mata mereka buta terhadap masalah-masalah kecil di depan mata, tangan mereka mengatur bidak-bidak catur untuk melanggengkan bisnis kroni dan politik balas budi untuk para pendukung.

Saudara terdekat kita yang fanatik terhadap tokoh politik, sudah saling adu jotos dan bersorak-sorai. Dan mereka lupa bahwa saudaranya yang lain sedang memperjuangkan hak hidupnya—ya, hak mereka untuk hidup saja masih sulit.

nickano iko
pembaca dan penulis.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.