Senin, Januari 25, 2021

Polemik Rangkap Jabatan Direksi Maskapai BUMN

Lakukan Hal Ini Agar Sosialisasi Nyata Terjalin Lebih Intens!

Gadget, kata yang sudah sangat tidak asing lagi saat dibaca pada manusia zaman now yang kemungkinan besar menggunakannya. Karena sebagian besar yang kita lakukan...

Kiprah Lulusan Sosiologi Agama dalam Penanggulangan Pandemi

Pandemi belum usai, semuanya menderita. Itu derita bagi semua pihak. Seperti ribuan masyarakat kehilangan pekerjaan, banyaknya pengusaha gulung tingkar, ribuan investor gagal menanam modalnya,...

Pasca Hari Santri Nasional, Menuju Tahun Politik 2019

Tepat pada tanggal 22 Oktober 2018 lalu, para santri dan elemen yang terkait memperingati Hari Santri Nasional. Peringatan tersebut dimaknai sebagai momentum kilas balik...

Sepi dan Tekanan Hidup

Bagi Alexandra, pekerjaannya sebagai Relationship Manager di Border Bank, salah satu bank multinasional di Jakarta sudah sangat menjanjikan kehidupan yang baik. Gaji yang besar,...
Muhamad Hafizh Akram
Mahasiswa S-1 Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada. Direktur Business Law Community, Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (BLC FH UGM).

Industri penerbangan memainkan peranan penting dalam kesejahteraan masyarakat Indonesia, hal ini dikarenakan kondisi geografis Indonesia yang membuat masyarakat bergantung pada transportasi udara untuk berpergian antar pulau.

Pada kenyataanya, sulit bagi Maskapai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyeimbangkan kepentingan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan perusahaan yaitu mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

Namun, ketidakseimbangan Maskapai BUMN dalam mengimbangi kedua hal tersebut membuat diskursus ditengah-tengah masyarakat. Melonjaknya harga tiket pesawat mengundang perdebatan sehingga muncul solusi wacana seperti maskapai asing untuk turut serta melayani angkutan jadwal dalam negeri untuk menurunkan harga tiket, hingga penyusunan kebijakan diskon sebesar lima puluh persen.

Kali ini masyarakat kembali disajikan dengan isu terkait dugaan rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia. Direktur Utama dan Direktur Niaga Garuda Indonesia, yaitu I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dan Pikri Ilham Kurniansyah dan Direktur Utama Citilink Indonesia (Anak Perusahaan Garuda Indonesia), Juliandra Nurtjahjo ternyata juga menduduki jabatan sebagai komisaris di Sriwijaya Air.

Tertulis jelas dalam Pasal 26 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat bahwa seorang direksi atau komisaris dari suatu perusahaan dilarang merangkap jabatan menjadi direksi atau komisaris pada perusahaan lain pada waktu yang bersamaan.

Merangkap jabatan dalam waktu bersamaan ini dilarang jika kondisi preusahaan tersebut masuk kedalam salah satu dari tiga kondisi yang tercantum dalam pasal tersebut. Pertama, perusahaan tersebut berada dalam pasar bersangkutan yang sama. Kedua, memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang dan atau jenis usaha.

Perusahaan dapat dikatakan memiliki keterkaitan yang erat dengan perusahaan lain apabila perusahaan tersebut saling mendukung atau berhubungan langsung atau proses produski, pemasaran, atau produksi dan pemsaran. Ketiga, secara bersama dapat menguasai pangsa barang dan atau jasa tertentu yang dapat mengakibatkan praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Dalam kasus ini, salah satu dari kondisi telah terbukti terpenuhi.  Pertama, Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air berada dalam pasar yang sama. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak dalam pasar industri penerbangan dan menyediakan jasa angkutan udara niaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kedua, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan erat dalam bidang dan atau jenis usaha. Pada akhir tahun 2018, Garuda Indonesia melalui Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwjaya Air dan Nam air melalui mekanisme “Kerja Sama Operasi” atau KSO.

Garuda Indonesia memiliki kewenangan untuk mengelola dan membantu kinerja keuangan dan operasional Sriwijaya Air. Sehingga, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam bidang atau jenis usaha yang dijalani.

Sesuai dengan uraian diatas, Direksi Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia yang merangkap jabatan sebagai Komisaris dalam Sriwijaya Air memenuhi kondisi sebagaimana diatur dalam Pasal 26 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, Direksi Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia harus mengundurkan diri dari salah satu jabatan tersebut. Hal rangkap jabatan ini dinilai tidak etis dan tidak efektif dalam melakukan pengurusan perusahaan.

Tidak etis dalam artian memegang jabatan di dua perusahaan yang sejenis dalam pasar yang sama. Tidak efektif dalam artian fokus dalam melakukan pengurusan perusahaan akan terpecah belah. Terlebih lagi, rangkap jabatan ini melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Kedua, Pemerintah melalui Kementerian BUMN harus adil, tegas, dan transparan dalam menentukan siapa yang menjadi direksi dan komisaris dalam BUMN. Masih banyak sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kapabilitas, keahlian, serta pengalaman untuk menduduki jabatan dalam perusahaan-perusahaan tersebut.

Semakin beragam ahli dalam bidang penerbangan yang menduduki jabatan strategis tersebut, maka akan ada inovasi dan perkembangan ide untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Semoga maskapai BUMN kedepan dapat berkerja secara efektif untuk meningkatkan kesEjahteraan masyarakat.

  1. Undang-Undang No 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat
  2. https://katadata.co.id/berita/2019/07/09/direksi-maskapai-bumn-rangkap-jabatan-kppu-kaji-panggil-menteri-rini
  3. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190715173805-92-412314/kppu-panggil-menteri-bumn-soal-rangkap-jabatan-direksi-garuda
  4. https://tirto.id/siapa-untung-dan-buntung-dari-aksi-gandengan-garuda-sriwijaya-dacC

Muhamad Hafizh Akram
Mahasiswa S-1 Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada. Direktur Business Law Community, Fakultas Hukum, Universitas Gadjah Mada (BLC FH UGM).
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.