Rabu, April 14, 2021

Pesan Manis untuk Kawan Introvert yang Sering Insecure

Ketidakadilan Agraria di Balik Kemenangan Hari Raya

Jika sebagian besar umat muslim di Indonesia dapat merayakan hari raya idul fitri di kampung halaman bersama sanak famili. Lain halnya dengan petani-petani yang...

Menatap Asa pada Generasi Bonus Demografi

Sensus penduduk yang dilaksanakan oleh pemerintah pada tahun 2020 lalu mencatat bahwa jumlah total penduduk indonesia sebanyak 270.20 juta jiwa (BPS, 2021). Terdapat hal...

Anjuran Resolusi Tahun Baru dari Nietzsche

Tahun baru 2018 telah tiba. Tahun baru tentu identik dengan orang-orang yang ingin membuat resolusi atas kehidupan yang telah dan akan dijalani. Menurut sebuah...

Importing Djarot di Pilgub Sumut

Menapak awal tahun 2018 suhu politik kian memanas dan dinamis, genderang tahun politik pun telah ditabuh, tanda dimulainya pilkada serentak yang akan diselenggarakan di...
Osanna Dewi
Mahasiswi semester 1 Program Studi Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Istilah insecure belakangan ini sering digunakan oleh banyak orang, terutama kaum muda yang merasa dirinya adalah pribadi introvert. Memiliki kemampuan bersosialisai rendah, pemalu, pendiam adalah stigma yang dilahirkan oleh masyarakat awam dan mengakibatkan segelintir orang menyamakan respon dari keadaannya dengan jenis kepribadian introvert. Akibatnya sering kali orang yang merasa dirinya introvert menutup diri dan takut untuk terlibat di khalayak ramai.

Well, sebenarnya pribadi introvert dan extrovert itu adalah penggolongan dua kepribadian dari cara mereka mendapatkan energi saja, bukan sifat dan karakter individunya. Introvert mengumpulkan energinya ketika mereka sedang melakukan aktifitas secara mandiri, seperti : membaca, menulis, menjahit, dan lain sebagainya. Beberapa dari mereka cenderung mudah lelah ketika berada di tengah orang banyak. Namun hal ini tidak bersifat objektif karena durasi mereka dalam memenuhi kebutuhan energinya berbeda-beda.

Mungkin segelintir orang saja yang mengetahui bahwa pribadi introvert dapat mengaktualisasikan diri secara maksimal ketika mereka tepat dalam mengaplikasikan kecenderungan perilakunya. Albert Einstein, Bill Gates, J. K. Rowling, dan Michael Jordan adalah sebagian kecil dari banyaknya kaum introvert yang sangat terkenal dan terbukti berhasil dalam hidupnya.

Introvert umunya lebih nyaman untuk tidak terlalu banyak bicara. Mereka akan melakukannya ketika suatu hal dirasa penting dan akan menjadi meaning full kepada beberapa orang yang menjalin hubungan dekat dengannya. Selain itu, sering kali muncul kecenderungan dari dirinya sebagai seorang pendengar. Jika dua hal ini diaplikasikan oleh seorang pemimpin yang introvert, dia akan banyak mendengar orang di sekitarnya dan tidak memaksakan ide yang muncul dari dirinya. Karena hal tersebut, besar kemungkinan jajarannya merasa keberadaan mereka sangat dihargai.

Dengan kebiasaan menghabiskan waktu secara pribadi untuk mencharge dirinya, ia mudah mengendalikan distraksi dari luar karena konsentrasi dan fokusnya yang secara tidak sadar terbentuk begitu baik. Karena hal tersebut, pribadi introvert akan jauh lebih cepat menghasilkan suatu hal dari proses pemikiran dan pengerjaan yang matang.

Sebagai observator yang baik, karenanya pribadi ini memiliki beberapa keunggulan. Ia cenderung menghadapi suatu hal dengan hati-hati, teliti, kritis, dan faham betul dengan apa yang ada di hadapannya. Dengan sifat mendukung tersebut, seorang introvert secara mudah memahami hampir secara keseluruhan orang dan lingkungan di sekitarnya tanpa banyak yang menyadari.

Setelah mengetahui berbagai kelebihan dari pribadi introvert, diharapkan kedepannya makin banyak yang dapat mengendalikan dan percaya dengan dirinya secara baik. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara setiap individu mengenali karakter pribadinya dan mengubur dalam-dalam stigma sekitar yang sejatinya terkesan merendahkan.

Jika hal tersebut teroptimalkan, maka lahirlah manusia-manusia introvert yang autentik, kreatif, dan kontributif. Sampailah mereka pada titik jauh dari perasaan insecure dan puas dengan apa yang ia jalani dalam hidupnya.

So, say hello to a beautiful future and goodbye to insecurity.

Osanna Dewi
Mahasiswi semester 1 Program Studi Hukum Tata Negara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.