Jumat, Oktober 30, 2020

Pertemuan Dua Jendral Menjelang Pilgub Jabar

Apakah Sekolah Harus Ikut Campur dalam Urusan Jilbab?

Mau berjilbab atau enggak, itu urusan pribadi. Namun keharusan berjilbab di sekolah umum, baik tertulis maupun tidak, itu sudah jadi urusan publik. Bayangkan sebuah media...

Apakah Golput Artinya Menjadi Cuek kepada Politik?

"Apa yang dimaksudnya dengan politik?", itulah pertanyaan yang terbesit dalam benak saya ketika membaca opini Herlina Butar-Butar tentang golputers. Terlihat bahwa terdapat penyempitan makna...

Dilematis Mawar dan Benalu

Ilham Akbar Habibie, sebuah nama yang membuat orang tidak ragu lagi bahwa yang bersangkutan memiliki ikatan darah dengan mantan presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie....

Catatan untuk DPR-RI di Akhir Masa Kerjanya

Masa Kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebentar lagi memasuki masa injury time, tepat pada tanggal 30 September 2019 mereka akan menyelesaikan tugasnya yang...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Politik di Jawa Barat yang memang semakin mencair, dengan menghadirkan banyak kejutan-kejutan yang terjadi di luar Prediksi.

Tentu tidak ada yang menyangkan kalau Deddy Mizwar menyambangi Dedi Mulyadi di Gedung DPP Partai Golkar, Jalan Maskumambang, Bandung.

Sebelum lebih jauh, Pembaca mungkin bertanya, kenapa Judul tulisan ini ‘Dua Jendral’

Di Purwakarta, Dedi Mulyadi di panggil oleh teman-temanya dengan sebutan Jendral. Sedangkan Deddy Mizwar tentu kita mengenal beliau dengan nama Jendral Naga Bonar.

Pertemuan tersebut jelas bukan pertemuan biasa. mengingat suhu politik di Jawa Barat semakin memanas. Apalagi, berdasarkan hasil Survei Indo Barometer Elektabilitas Dedi Mulyadi menyalip Jendral Naga Bonar.

Dari media yang berkembang, pertemuan keduanya tidak kurang satu jam, tentu bukan waktu yang sebentar untuk bertukar fikiran dan gagasan.

Walaupun keduanya mengaku hanya ngobrol santai, tapi yang jelas tidak sesederhana itu. Yang jelas, tentu saja ada Visi yang jauh kedepan untuk ‘Jawa Barat’.

Mengingat Demiz memuji Demul karena selama memimpin Golkar, telah membantunya dalam menyelesaikan Permasalahan di Jawa Barat. Baik secara gagasan maupun dengan lainnya.

Kalau sampai keduanya bersatu untuk maju pada pilgub Jabar tahun depan, tentu akan menjadi pasangan yang menggetarkan bagi lawan-lawannya.

Koalisi besarpun sepertinya tidak akan mampu untuk membendungnya. Sayang, kedua figur ini tertinggal oleh kereta.

Tetapi dalam Politik itu tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya masih bisa terjadi. Seperti pepatah, ‘Banyak Jalan menuju Roma’

Tetapi saya sangat meyakini, ada visi dan gagasan yang sangat bersar untuk membangun Jawa Barat untuk lebih berbudaya dan lebih beradab.

Selain itu, kita tentu masih ingat. Demul punya ciri khusus setiap kali mengikuti pesta Demokrasi. Tahun 2008 lalu Dedi Mulyadi berpasangan dengan Dudung B Supardi, yang terkenal dengan D2.

Begitupun pada tahun 2013, Dedi Mulyadi berpasangan dengan Dadan Koswara. D2 pun menjadi I-con untuk menjadikannya Bupati Purwakarta untuk kedua kalinya.

Untuk tahun depan di Pilgub Jabar 2018 akankah pasangan D2 (Demul-Demiz) menjadi I-con dan Jargon untuk memuluskan Dedi Mulyadi dan Dedi Mizwar menjadi orang No-1 dan No-2 di Jawa Barat yang lebih berbudaya dan Beradab?

Sepertinya sangat menarik untuk disimak.

Kita nikmati saja Drama Politik Jawa Barat yang semakin menarik serta membuat Jantung berdetuk kencang dan susah tidur.

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilu-Kasih di Medan Aksi

Malam itu menjadi momen yang tak terlupakan. Saya kira, saya hanya akan menghabiskan malam dengan makan atau nongkrong di kafe favorit bersama sang kekasih....

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Kelamnya Dunia Politik di Thailand

Apa yang kalian bayangkan tentang negara Thaiand? Ya, negara gajah putih tersebut sangat dikenal dengan keindahannya. Apalagi keindahan pantai yang berada di Krabi dan...

Anak Muda dan Partai Politik

Tak dapat disangkal, gelombang demokratisasi seiring dengan gerakan reformasi 1998 telah mengantarkan kita pada suatu elan kehidupan publik yang terbuka, egaliter, dan demokratis. Reformasi...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pendidikan di Era Disrupsi (Catatan Karya Yudi Latif)

Yudi Latif lebih muda 10 tahun dari saya. Dan walau saya, tentunya, lebih awal menulis, Yudi jelas jauh lebih produktif. Dua bulan lalu, saya diminta...

Pemuda, Agama Sipil, dan Masa Depan Indonesia

Sejarah sangat berguna untuk mengetahui dan memahami masa lampau, dalam rangka menatap masa depan, ungkap Ibnu Khaldun (1332-1406 M). Semestinya tidak hanya dibaca sebagai...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.