Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Pertahankan Keberadaan Ojek Non-Online di Muka Bumi

Benarkah Ulama Klaim Mendukung Capres? Ulama yang Mana?

Kondisi politik di Indonesia akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan oleh berbagai elite politik hingga masyarakat awam. Suasana pelik mewarnai setiap berita di media massa yang...

Matematika, Bahasa, dan Sastra

Pretensi yang acap kali hadir dari seseorang ketika berhadapan dengan matematika adalah perasaan rumit dan menjengkelkan. Tak terkecuali bagi para mahasiswa yang berasal dari...

Heutagogi dan Arah Pendidikan 4.0 Kita

Dunia pendidikan sepertinya tidak bisa terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi, jika kita tidak ingin menyebut revolusi industri. Perkembangan informasi dan komunikasi teknologi yang semakin...

Surga Dunia Metropolitan

Surga Dunia Metropolitan   Kehidupan kota metropolitan seperti Jakarta kini kian meresahkan. Banyak sekali masyarakat luar Jakarta yang mengadu nasib di ibu kota sehingga banyak...
suryani amin
sosiolog, penulis paruh waktu

Satu perusahaan penyedia aplikasi jasa antar mencatat jumlah pengemudinya mencapai 175.000 orang, meningkat 9.000 orang dalam tiga pekan (Kemhub, Maret 2018). Data tak resmi lain menyebut angka satu juta pengemudi total dari seluruh penyedia jasa, didominasi oleh kendaraan roda dua- popular dikenal sebagai ojek online.

Secara sederhana data tersebut menampakkan fenomena meningkatnya  permintaan (demand) atas  jenis transportasi tersebut dan melambungnya demand  pencari kerja disi lain.

Jasa ojek motor berbasis aplikasi telepon pintar memang memudahkan mobilitas manusia. Maka kemudian menjadi sangat diminati. Bagaimana tidak, semua dijangkau segenggaman tangan. Hanya perlu sentuhan satu jari diatas layar kecil. Tak butuh waktu sepeminuman teh, cukup sepelemparan batu kemudian, abang ojek sudah nangkring manis dihadapan pemesan.

Bukan cuma mudah, tarifnya pun relatif dibawah standar yang dikenakan ojek konvensional untuk jarak yang sama. Apalagi yang diperlukan konsumen transportasi selain kemudahan, kehandalan dan tarif bersaing.

Tidak heran serbuan ojek daring-populer disebut ojol begitu massif, mungkin melampaui jenis  ojek konvensional. Apalagi ragam jasa yang ditawarkan  meluas, tidak  sekedar jasa antar manusia dan paket. Tapi hingga jasa yang dulu tak pernah terpikirkan, bebersih rumah, pijat, perawatan kecantikan, beli tiket hingga berbelanja rupa-rupa kebutuhan. Jika begitu, masihkan kita butuh ojek non-online–sebut saja ojenol? Buat saya iya. Setidaknya untuk sejumlah alasan.

Pertama, saat tertentu, ojenol lebih bisa diandalkan. Semisal ditengah kerumunan, dimana penumpang tidak familiar dengan lokasi. Sulit  menentukan titik bertemu. Sering pula tidak mudah menyepakati titik bertemu sebab rute jalan yang  rumit. Butuh waktu dan usaha esktra  untuk mencari lokasi penjemputan yang disepakati. Sementara dengan keberadaan ojenol yang setia di pangkalan, hanya perlu selambaian tangan untuk memanggil pemberi tumpangan.

Kedua,  atas nama kemanusiaan. Keberadaan ojenol memberi akses mencari nafkah bagi pengemudi ojek yang memiliki keterbatasan. Bisa dari sisi kemampuannya untuk melek teknologi telepon pintar atau memahami sistem yang diberlakukan pemilik aplikasi. Sebagian pengemudi  ojek adalah Bapak-bapak sepuh atau  orang muda dengan kemampuan terbatas. Bagi kelompok ini, pilihan utama mereka mengandalkan prosedur ojek kovensional: panggil, sebut tujuan, sepakati harga, naik dan bayar setiba ditujuan.

Kelompok ojenol setia menanti dipangkalan ojek dekat kampung , halte, stasiun dan fasilitas umum lain. Saya bahkan sekali dua pernah memanfaatkan jasa abang ojek  tuna rungu yang susah payah menangkap gerak bibir untuk tahu tujuan penumpang. Untuk mereka, ojenol patut diperjuangkan kehadirannya.

Ketiga, tidak semua konsumen ojek adalah pengguna telepon pintar. Mamak-mamak bersahaja, bapak-bapak tua atau penyandang disabilitas butuh ojenol. Generasi mereka  jelas bukan target pasar telepon pintar. Tidak mudah juga untuk memulai memahami cara kerja telepon pintar di usia renta, atau bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Kelompok khusus ini selalu hadir diantara pengguna transportasi. Ojenol selalu bisa diandalkan untuk memudahkan langkah mencapai tujuan.

Perebutan pasar konsumen ojek memang semakin kompetitif. Bahkan beberapa kali terdengar cara bersaing dengan saling menutup ruang diantara keduanya. Padahal ojol dan ojenol berusaha sama kerasnya untuk bisa pulang kerumah membawa cukup hasil.

Bukankah kita percaya selain usia dan jodoh, rezeki adalah rahasia Tuhan yang ketiga dan mustahil  tertukar. Untuk berbagai alasan diatas, saya bersikukuh, kita butuh ojenol. Saya meyakini sepenuhnya yang kita perlukan adalah pengaturan, bukan peniadaan. Biarkan keduanya hadir bersisian.

 

 

suryani amin
sosiolog, penulis paruh waktu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

Civil Society, Pariwisata Nasional, dan Dikotomi Ekonomi Vs Kesehatan

Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata telah menjadi sumber pendapatan devisa terbesar nomor dua (280 triliun Rupiah pada 2019) di Indonesia untuk kategori non-migas. Ini...

PKI dan Narasi Sejarah Indonesia

Bagaimanakah kita menyikapi narasi PKI dalam sejarah Indonesia? Sejarah resmi mencatat PKI adalah organisasi politik yang telah menorehkan “tinta hitam” dalam lembaran sejarah nasional,...

Janji Manis Penyelesaian HAM

Setiap memasuki bulan September, negeri ini selalu dibangkitkan dengan memori tentang sebuah tragedi kelam yang terjadi sekiranya 55 tahun silam. Peristiwa diawali dengan terbunuhnya enam...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.