Sabtu, Desember 5, 2020

Perlawanan Akar Rumput Kader Golkar

Sengketa Perbatasan Era Pandemi

Konflik Tiongkok-India beberapa waktu terakhir menelan korban jiwa pada kedua belah pihak. Konflik militer ini menegaskan empat dekade problem perbatasan yang membayangi kedua belah...

Dan RINDU Adalah yang Kita Tunggu

Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum telah ditetapkan dan orang-orang kini bisa mengenalnya dengan sebutan yang singkat dan mudah diingat: RINDU (Ridwan-Uu). Pasangan RINDU adalah...

Merenungkan Demokrasi Pancasila

Menjelang pemilihan gubernur baru, di Negara semajemuk Indonesia yang menggunakan sistem demokrasi, masih sering ditemui isu agama dalam medan politik. Tidak sedikit yang berpolitik...

Salah Kaprah New Normal

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dilonggarkan. Artinya Setiap hal-hal yang dilarang sudah kembali diperbolehkan seperti sudah mulai dibukanya tempat ibadah hingga beberapa lokasi...
Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial

Dimuara publik kader-kader Partai Golkar memang tidak ada duanya. Mereka begitu militan dan berkualitas. Tidak ada kader lain yang taat dan patuh terhadap Pancasila dalam menjaga marwah dan kewibawaan Partai

Di Jawa Barat misalnya, kader-kader potensial tumbuh subur diantra rindangnya pohon beringin pedesaan. Perbedaan antara akar Rumput partai Golkar dengan para pengurus di DPP jauh lebih berkualitas dan lebih loyal dalam menjaga marwah serta wibawa Partai.

Ketika di pusat sibuk berpolitik untuk memperbesar perut, maka di akar rumput sibuk menggemukan suara partai.

Kekompakan serta kebersamaan Kader partai Golkar tidak perlu di pertanyakan lagi. Mereka bukan hanya solid dalam jargon, tapi solid dalam menyamakan visi.

Sebelum nahkoda Partai Golkar Partai Golkar di Nahkodai Oleh Dedi Mulyadi pada tahun 2016, Golkar di Jawa Barat dalam keadaan galau dan ketidak jelasan.

Bagimana tidak, Golkar Jabar yang pada saat itu harus menanggung malu karena ketuanya Irianto MS Syafiuddin alias Yance terkena kasus korupsi pembebasan lahan PLTU Sumuradem Kabupaten Indramayu.

Dedi Mulyadi yang terpilih menggantikan Yance, memimpin Partai Golkar yang saat itu sedang keadaan karam, kalah di Pilgub Jabar 2013 dan terkena kasus Korupsi juga. Wibawa dan marwah Partai jelas sangat menghawatirkan pada saat itu.

Dedi menumbuhkan kembali kepercayaan Partai Golkar kepada Publik, soliditas terbangun kuat kesetiap pelosok desa di 26 kabupaten dan Kota di Jawa Barat.

Tidak mudah membangun kembali kepercayaan terhadap publik ketika Mesin Partai dalam keadaan mati dan tingkat kepercayaan rendah.

Berkat kerja kerasnya dan di dukung oleh segenap elemen akar rumput, Pohon beringin yang sempati mati tersebut kembali tumbuh subur. Kepercayaan, popularitas dan elektabitas partai menempati urutan pertama menyalip pemenang Pemilu tahun 2014 PDIP.

Ketika Partai Golkar di tempat lain mengalami trend menurun karena Ketua DPP Setya Novanto menjadi tersangka kasus Korupsi yang merugikan negara, di Jawa Barat berbeda. Trend Partai Golkar cendrung Positif.

Akar Rumput Kader Militan.

Seperti yang sudah di singgung diatas, kalau kader-kader Partai Golkar Merupakan kader yang militan dan berkualitas, marwah tersebht tetap di jaga.

Yang membuat Golkar tumbuh besar di Jawa Barat bukanlah hasil kerja dari orang Jakarta atau orang-orang DPP. Melainkan hasil kerja keras dari kader golkar di Jawa Barat.

Yang merusak trend Golkar yang semakin merosot justru bukan karena tidak berjalannya mesin partai, tetapi karena elit Partainya berorganisasi hanya untuk memperbuncit perut dan rekening.

Hari ini di DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ratusan kader dari DPD Kabupaten/kota, kecamatan dan Desa/kelurahan menduduki kantor tersebut. 

Tujuannya apa?

Pertama, Mereka kecewa kepada para elit Partai Golkar yang tinggal di DPP tidak mendengar aspirasinya. Gerakan mereka ada bentuk kecintaan pada partai pada saat elit partai tersebut diduga melakukan Politik ‘Transaksional’ untuk kepentingan pribadi.

Partai di jual serta di gadaikan kepada para pemegang materi untuk kepentingan pribadi.

Sedangkan yang kedua, kekecewaan mereka semakin meningkat seketika Calon Gubernur yang telah sepat jauh-jauh hari mereka usung ternyata di abaikan. Malahan di tukar dengan calon lain yang belum tentu bisa menjaga wibawa dan marwah partai.

Dalam Mars Partai Golkar di sebutkan, ‘kalau Golkar merupakan benteng pancasila’ penjang pancasila sejati.

Ketika Pancasila sebagai Ideologi Partai tersebut, dipimpin oleh anak Ideologis Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno, akan ada kesamaan visi, tindakan serta pemikirannya.

Dedi Mulyadi yang menahkodai Golkar dengan nilai-nilai Pancasila secara kultural yang melebur diantara para kader partai golkar yang berhaluan Nasionalis tentu, akan melekat kuat dalam menjung-jung tinggi kewibawaan Partai.

Kenapa Bung Para kader akar rumput begitu loyal terhadap Dedi Mulyadi? Tanya temanku sambil mebaca media online yang bertebaran hari ini.

Sudah saya katakan tadi, karena ada kesamaan visi dan kesamaan rasa yang kuat diantara mereka.

Menjaga dan mengusung Dedi Mulyadi sama saja dengan menghidupkan kembali spirit Pancasila di Jawa Barat. 

Saya meyakini, Perlawanan kader akar rumput terhadap elit DPP Partai Golkar bukan hanya akan terjadi di Jawa Barat, melainkan juga akan terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia karena kekecewaan yang sama seperti yang dialami oleh kader partai di Jawa Barat.

Kader Golkar Jawa Barat sudah memulainya lebih dulu, kita lihat saja perlawanan tersebut akan merembet keberbagai daerah lain.

Khusunya di Jawa Barat, ancaman mereka untuk menguasai dan mengepung DPP Golkar apabila tidak segera mengeluarkan surat rekomendasi untuk Dedi Mulyadi bukanlah sebagai gertakan biasa, melainkan sebagai pernyataan yang sebenarnya yang akan terjadi, hanya waktu saja yang akan menjawabnya. 

Acaman siap melepaskan seragam Partai pun bukanlah ancaman biasa, melainkan itu juga kepastian yang akan terjadi.

Bayangkan bagaimana jadinya ketika kader 26 kabupaten/kota Kader Partai Golkar melepaskan baju, bagaimana nasibnya? Sulit sekali membayangkannya.

Pahitnya, kalau sampai tidak di usungnya Dedi Mulyadi oleh Partai Golkar, justru Partai Golkar lah yang paling di rugikan. Selain karena kehilangan kader terbaiknya, juga akan kehilangan mimpi menjadi pemenang pada Pilgub Jabar tahun depan mendatang.

Kuncinya, akar rumput Kader Partai Golkar bukan objek limpahan keputusan DPP Golkar. Melainkan, akar rumput juga  merupakan subyek dalam mengambil keputusan

Aming Soedrajat
Pegiat Media Sosial
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Islam Kosmopolitan

Diskursus tentang keislaman tidak akan pernah berhenti untuk dikaji dan habis untuk digali. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada titik terang. Justru, keterkaitan Islam...

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Format Baru Kepemimpinan di Era Disrupsi

Baru-baru ini bangsa Indonesia diisukan dengan adanya penambahan masa jabatan kepemimpinan presiden hingga tiga periode, ataupun ada yang mengusulkan pemilihan presiden dilakukan secara demokratis...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.