Selasa, Desember 1, 2020

Perkembangan Politik Donald Trump

Perempuan dan Politik: Pentingkah Perempuan di Parlemen?

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan Daftar Caleg Tetap (DCT) DPR, pada tanggal 20 september 2018. Tercatat sebanyak 7968 calon dalam keputusan KPU...

Masyarakat Indonesia di Guangzhou Gelar Ibadah Natal 2018

Evangelical Reformed Church Guangzhou menggelar ibadah natal di Baoli Conghui yang letaknya tak jauh dari Stasiun Kereta Api Guangzhou Timur,Tiongkok (Guangzhou East Railway Station)...

Tak Usah Urus Ratna Sarumpaet

Indonesia saat ini dilanda bencana yang tentunya menyentil rasa kemanusiaan orang Indonesia selain di wilayah terjadinya gempa. Pertama di Lombok, selang beberapa bulan terjadi...

Memupuk Peradaban Milenial

Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bermedia sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bahkan kebiasaan yang tak bisa dilepaskan. Pasalnya, media sosial memang...
Fitri Ani
Fitriani, Lahir Di Tangerang 8 Februari 1998 . Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Hubungan Internasional Semester 4

Keunikan dalam politik dunia ialah sifatnya yang dinamis, tidak ada yang pasti dalam politik internasional, dimana kawan suatu saat dapat menjadi lawan dan lawan dapat menjadi kawan, sesuai situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

Dari ketidakpastian inilah yang dapat membawa perubahan pola interaksi dunia. Kepentingan nasional atau national interest merupakan tujuan mendasar dan menjadi faktor penentu akhir yang mengarahkan pada pembuatan keputusan dari suatu negara dalam merumuskan kebijakan luar negerinya.

Dalam politik luar negeri, suatu negara menetapkan serta menerapkan serangkaian tindakan yang ditujukan terhadap negara lain. Amerika sebagai negara superpower memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perpolitikan dunia, terutama setelah hancurnya Uni Soviet.

Perubahan dalam politik luar negerinya, menyebabkan terjadinya perubahan perpolitikan internasional. Perubahan politik luar negeri Amerika, tidak terlepas dari adanya faktor domestik serta eksternal, yang menjadi bagian penting dalam perumusan politik luar negeri.

Faktor utama yang mempengaruhi politik global Amerika yaitu, terletak pada kebijakan dari pemimpin negara yang sedang menjabat. Politik Global Amerika Serikat pasca kepemimpinan Barac Obama, yakni pada masa Donald Trump, dapat dikatakan berubah hingga 180 derajat.

Kepemimpinan Donald Trump menanggalkan semua tradisi Politik Global Amerika di masa kepemimpinan Barac Obama. Hal tersebut dapat dilihat dengan tindakan Trump yang membuat beberapa kebijakan baru yang cukup kontraversi. Perubahan perkembangan Politik Global Amerika sangat terasa setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden, karena keputusan-keputusan yang ia ambil dinilai cukup berani.

Salah satu contoh kebijakan Donald Trump yang berbanding terbalik dengan pemimpin sebelumnya yakni, kebijakan untuk menarik diri Amerika dari Trans Pasific Partnership (TPP). Tindakan ini, yang seakan dapat melemahkan kekuatan Amerika atas negara-negara di  wilayah Asia dan dapat memberi peluang besar bagi Cina sehingga dapat leluasa memiliki pengaruh yang kuat di Wilayah Asia.

Donald Trump bahkan telah memutuskan tradisi yang telah ada selama 70 tahun dengan European Union, dimana ia memberikan support kepada Inggris untuk keluar dari European Union. Jargon “America First” juga selalu ia utarakan, yang mana telah memberikan indikasi bahwa Donald Trump tidak memiliki niat untuk membawa Amerika sebagai pemimpin tatanan liberal dunia yang datang pasca kemenangan Amerika atas PD II.

Atas keputusannya untuk keluar dari TPP, maka Amerika memiliki tantangan atas hegemoni Cina yang sudah mulai menguasai perekonomian Asia. Tantangan yang dihadapi Amerika atau hegemoni Cina adalah terbentuknya The Asian Infrastructure Investment Bank    (AIIB) yang di inisiasikan oleh Presiden Xi Jinping, membuka peluang besar bagi Cina, sedangkan Amerika dibawah Donald Trump yang menutup diri dari kerjasama Internasional yang kurang menguntungkan, otomatis dapat melemahkan posisi Amerika.

Sehingga jika Amerika terus menolak memimpin tatanan liberal Internasional, Cina bisa saja mengambil alih dan memiliki power lebih besar dari Amerika terutama di wilayah Asia. Kebijakan-kebijakan baru setelah menjabatSemenjak dilantik sebagai presiden Amerika Serikat, nama Donald Trump memang tidak luput dari pemberitaan dirinya yang selalu membuat dunia geger, terlebih soal kebijakan-kebijakan yang ia keluarkan memang selalu membuat kontroversi.

Telah banyak artikel yang ditulis untuk merekam jejak kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Trump, banyak yang mengkritisi, menghujat bahkan ada pula yang membela dirinya.

Sejak menjabat pada Januari tahun lalu, Presiden Donald Trump telah mematahkan kebijakan luar negeri pendahulunya. Ada beberapa kebijakan diantaranya yaitu Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menganggap perubahan iklim dan pemanasan global sebagai isu yang tidak penting sehingga menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris, menolak mengakui kepatuhan Iran pada Perjanjian Nuklir.

Selain itu, mengambil sikap yang lebih agresif terhadap Korea Utara, membatasi jumlah imigran muslim masuk ke AS, memerintahkan pembangunan tembok di perbatasan Amerika dan Meksiko, menarik AS untuk keluar dan Kemitraan Trans Pasifik serta masih banyak lagi kebijakan-kebijakannya yang sangat kontroversi.

Perkembangan politik global Amerika sedikit banyak mengalami peurbahan dan pergeseran semenjak masa kepemimpinan Donald Trump. Sebagai presiden Amerika, Donald Trump terlihat tidak ingin menjaga Amerika sebagai pemimpin tatanan liberal dunia, dengan keputusannya yang nasionalis dan terkesan menutup diri dari perjanjian dan kerjasama Internasional yang tidak menguntungkan Amerika.

Liberal Internasional sendiri kemungkinan akan memasuki babak baru, dimana para pemimpin negara-negara liberal demokrasi harus bisa mengisi kekosongan dari Amerika sehingga tatanan ini tatap bisa tercipta dan terjaga.

Kepentingan nasional atau national interest merupakan tujuan mendasar dan menjadi faktor penentu akhir yang mengarahkan pada pembuatan keputusan dari suatu negara dalam merumuskan kebijakan luar negerinya. Dalam politik luar negeri, suatu negara menetapkan serta menerapkan serangkaian tindakan yang ditujukan terhadap negara lain.

Fitri Ani
Fitriani, Lahir Di Tangerang 8 Februari 1998 . Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Hubungan Internasional Semester 4
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

Eksistensi dari Makna Ujaran Bahasa Gaul di Media Sosial

Bahasa Gaul kini menjadi tren anak muda dalam melakukan interaksi sosial di media sosialnya baik Instagram, facebook, whats app, twitter, line, game online dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.