Senin, Oktober 26, 2020

Perkembangan Politik Donald Trump

Gibran, Dinasti Politik, dan Kaderisasi Parpol

Akhir-akhir ini media sosial kita seperti twitter, instagram, facebook dan whatsApp ramai memperbincangkan topik Gibran dalam dekapan dinasti politik. Seolah perbincangan Gibran ini mengalahkan...

Islam Liberal dan Reinterpretasi “Turats” Jalan Tengah Pembaharu

Barangkali istilah Islam liberal masih menuai banyak pro dan kontra, apakah ini semacam kemajuan atau kekeliruan. Akan tetapi, yang pasti gagasan Islam Liberal ini...

Menyuarakan Keberagaman dalam Mewujudkan Persatuan

Bicara Indonesia tidak lepas dari bicara soal kemajemukan bangsa. Indonesia yang sangat besar dan penduduknya relatif banyak akan memberikan rekor tersendiri bagi bangsanya. Indonesia lahir...

Harga Telur Bikin Masyarakat Babak Belur

Warta harga telur yang terus meroket kini menjadi isu hangat di negeri ini. Ada satu adagium Arab, meski adagium tersebut tak ada kaitan langsung...
Fitri Ani
Fitriani, Lahir Di Tangerang 8 Februari 1998 . Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Hubungan Internasional Semester 4

Keunikan dalam politik dunia ialah sifatnya yang dinamis, tidak ada yang pasti dalam politik internasional, dimana kawan suatu saat dapat menjadi lawan dan lawan dapat menjadi kawan, sesuai situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

Dari ketidakpastian inilah yang dapat membawa perubahan pola interaksi dunia. Kepentingan nasional atau national interest merupakan tujuan mendasar dan menjadi faktor penentu akhir yang mengarahkan pada pembuatan keputusan dari suatu negara dalam merumuskan kebijakan luar negerinya.

Dalam politik luar negeri, suatu negara menetapkan serta menerapkan serangkaian tindakan yang ditujukan terhadap negara lain. Amerika sebagai negara superpower memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perpolitikan dunia, terutama setelah hancurnya Uni Soviet.

Perubahan dalam politik luar negerinya, menyebabkan terjadinya perubahan perpolitikan internasional. Perubahan politik luar negeri Amerika, tidak terlepas dari adanya faktor domestik serta eksternal, yang menjadi bagian penting dalam perumusan politik luar negeri.

Faktor utama yang mempengaruhi politik global Amerika yaitu, terletak pada kebijakan dari pemimpin negara yang sedang menjabat. Politik Global Amerika Serikat pasca kepemimpinan Barac Obama, yakni pada masa Donald Trump, dapat dikatakan berubah hingga 180 derajat.

Kepemimpinan Donald Trump menanggalkan semua tradisi Politik Global Amerika di masa kepemimpinan Barac Obama. Hal tersebut dapat dilihat dengan tindakan Trump yang membuat beberapa kebijakan baru yang cukup kontraversi. Perubahan perkembangan Politik Global Amerika sangat terasa setelah Donald Trump menjabat sebagai Presiden, karena keputusan-keputusan yang ia ambil dinilai cukup berani.

Salah satu contoh kebijakan Donald Trump yang berbanding terbalik dengan pemimpin sebelumnya yakni, kebijakan untuk menarik diri Amerika dari Trans Pasific Partnership (TPP). Tindakan ini, yang seakan dapat melemahkan kekuatan Amerika atas negara-negara di  wilayah Asia dan dapat memberi peluang besar bagi Cina sehingga dapat leluasa memiliki pengaruh yang kuat di Wilayah Asia.

Donald Trump bahkan telah memutuskan tradisi yang telah ada selama 70 tahun dengan European Union, dimana ia memberikan support kepada Inggris untuk keluar dari European Union. Jargon “America First” juga selalu ia utarakan, yang mana telah memberikan indikasi bahwa Donald Trump tidak memiliki niat untuk membawa Amerika sebagai pemimpin tatanan liberal dunia yang datang pasca kemenangan Amerika atas PD II.

Atas keputusannya untuk keluar dari TPP, maka Amerika memiliki tantangan atas hegemoni Cina yang sudah mulai menguasai perekonomian Asia. Tantangan yang dihadapi Amerika atau hegemoni Cina adalah terbentuknya The Asian Infrastructure Investment Bank    (AIIB) yang di inisiasikan oleh Presiden Xi Jinping, membuka peluang besar bagi Cina, sedangkan Amerika dibawah Donald Trump yang menutup diri dari kerjasama Internasional yang kurang menguntungkan, otomatis dapat melemahkan posisi Amerika.

Sehingga jika Amerika terus menolak memimpin tatanan liberal Internasional, Cina bisa saja mengambil alih dan memiliki power lebih besar dari Amerika terutama di wilayah Asia. Kebijakan-kebijakan baru setelah menjabatSemenjak dilantik sebagai presiden Amerika Serikat, nama Donald Trump memang tidak luput dari pemberitaan dirinya yang selalu membuat dunia geger, terlebih soal kebijakan-kebijakan yang ia keluarkan memang selalu membuat kontroversi.

Telah banyak artikel yang ditulis untuk merekam jejak kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Trump, banyak yang mengkritisi, menghujat bahkan ada pula yang membela dirinya.

Sejak menjabat pada Januari tahun lalu, Presiden Donald Trump telah mematahkan kebijakan luar negeri pendahulunya. Ada beberapa kebijakan diantaranya yaitu Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, menganggap perubahan iklim dan pemanasan global sebagai isu yang tidak penting sehingga menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris, menolak mengakui kepatuhan Iran pada Perjanjian Nuklir.

Selain itu, mengambil sikap yang lebih agresif terhadap Korea Utara, membatasi jumlah imigran muslim masuk ke AS, memerintahkan pembangunan tembok di perbatasan Amerika dan Meksiko, menarik AS untuk keluar dan Kemitraan Trans Pasifik serta masih banyak lagi kebijakan-kebijakannya yang sangat kontroversi.

Perkembangan politik global Amerika sedikit banyak mengalami peurbahan dan pergeseran semenjak masa kepemimpinan Donald Trump. Sebagai presiden Amerika, Donald Trump terlihat tidak ingin menjaga Amerika sebagai pemimpin tatanan liberal dunia, dengan keputusannya yang nasionalis dan terkesan menutup diri dari perjanjian dan kerjasama Internasional yang tidak menguntungkan Amerika.

Liberal Internasional sendiri kemungkinan akan memasuki babak baru, dimana para pemimpin negara-negara liberal demokrasi harus bisa mengisi kekosongan dari Amerika sehingga tatanan ini tatap bisa tercipta dan terjaga.

Kepentingan nasional atau national interest merupakan tujuan mendasar dan menjadi faktor penentu akhir yang mengarahkan pada pembuatan keputusan dari suatu negara dalam merumuskan kebijakan luar negerinya. Dalam politik luar negeri, suatu negara menetapkan serta menerapkan serangkaian tindakan yang ditujukan terhadap negara lain.

Fitri Ani
Fitriani, Lahir Di Tangerang 8 Februari 1998 . Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Hubungan Internasional Semester 4
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.