Rabu, Januari 20, 2021

Perkembangan Kejahatan Pasca Pandemi

Menyambut Santri Multimanfaat

Tahun 2004, publik Indonesia terpesona oleh jalinan cerita novel Ayat Ayat Cinta (AAC), yang hingga kini sudah terjual lebih dari 500 ribu eksemplar. Saat...

Apakah Umat Islam Masih Menjadi “Khairu Ummah”?

Dalam al-Qur’an, umat Nabi Muhammad Saw dijuluki umat terbaik “khairu ummah” oleh Allah Swt.  Sebutan umat terbaik tersebut masih menyisakan tanda tanya, kepada umat...

Seks: Kenapa Anak SD yang Harus Jadi Korban?

Saya tak tahu harus berbuat apa. Di depan saya seorang bocah berusia 10 tahun tertunduk sedih dan juga malu. Butuh pendekatan berhari-hari sampai akhirnya...

Koruptor Bersarang di Kota Pendidikan

Bagi pegiat gerakan anti korupsi, penetapan 41 orang anggota DPRD Kota Malang oleh KPK tidak terlalu mengagetkan. Lahirnya Malang Corruption Watch (MCW) tahun 1999...
Fauzan Dewanda
Mahasiswa Kriminologi UI 2019

Pandemi Covid19 telah menjadi masalah multi dimensional dimana tidak hanya mengancam kesehatan manusia akan tetapi juga kelumpuhan ekonomi suatu bangsa. Di masa pandemi ini kita dipaksa untuk mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk melakukan pekerjaan kita.

Banyaknya jenis pekerjaan di Indonesia yang mengharuskan pegawainya untuk terjun langsung ke lapangan atau kantor seperti industri padat karya dan tidak siap melakukan transformasi kegiatan usaha kedalam bentuk daring membuat gelombang PHK membesar.

Kondisi eknomi ini membuat masyarakat mederita sehingga memutuskan untuk mendapatkan uang dengan cara melanggar hukum contohnya penipuan jual beli masker online seperti yang kita ketahui kebutuhan masker di masa pandemi ini cukup penting apabila kita ingin keluar rumah. Kejahatan dengan motif ekonomi pun berkembang pada masa pandemi sekarang ini namun, apakah hal tersebut akan hilang ketika kita telah melewati era ini?

Pemerintah sendiri sebagai pihak yang memiliki wewengang dalam mendefinisikan sebuah kejahatan akan menghapus beberapa aturan yang dulu pada masa covid dianggap sebagai bentuk kriminalitas.

Proses membuat sebuah perilaku yang dulu dianggap melanggar hukum menjadi normal disebut dengan dekriminalisasi. Misalnya, aturan mengenai larangan untuk tidak berkumpul di muka umum, tidak menggunakan masker ketika di ruang publik dan berpergian keluar rumah baik untuk bekerja atau rekreasi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kembali mobilitas masyarakat terutama untuk bekerja yang nantinya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Disini sebelum penulis membahas mengenai kondisi kejahatan pada masa pasca pandemi Covid19, khendaknya kita prediksikan terlebih dahulu bagaimana kondisi ekonomi yang nanti akan kita hadapi. Setelah masa pandemi selesai kebijakan seperti social distancing atau PSBB akan dihilangkan.

Hal ini dilakukan untuk menggerakan kembali ekonomi kita yang telah mengalami stagnansi selama masa pandemi. Usaha perbaikan ekonomi diusahakan secara cepat dan menyeluruh di segala sektor oleh karena itu perusahaan yang telah berhenti produktivitasnya harus segera menggerakannya kembali dengan merekrut tenaga kerja dalam jumlah besar. Hal ini tentunya akan menjadi kabar baik bahwa tingkat pengangguran akan menurun.

Perekrutan pekerja dalam jumlah besar bukan berarti para korban PHK akibat Covid19 dengan mudah mendapatkan pekerjaanya kembali. Perusahaan yang gulung tikar akibat Covid19 kebanyakan disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk beradaptasi untuk tetap produktif meskipun para pekerjanya berada di rumah dengan menggunakan teknologi.

Oleh karena itu, banyak perusahaan yang akan meningkatkan standard perekrutan pegawai baru terutama dalam skill dalam menggunakan teknologi mereka pasca pandemic Covid19. Hal ini menimbulkan ancaman pengangguran struktural terhadap para tenaga kerja yang tidak memenuhi persyaratan perusahaan untuk mengerti bangaimana cara bekerja menggunakan teknologi seperti terampil membuat laporan di Microsoft Word, memasukan data ke dalam Microsft Excel, atau presentasi menggunakan aplikasi Zoom.

Ancaman pengangguran yang tetap menanti pasca Covid19 ini berpotensi meningkatkan tingkat kriminalitas melebihi era pandemi. Berakhirnya kebijakan yang membatasi gerak masyarakat disertai dengan kondisi eknomi yang masih belum cukup baik dapat meningkatkan kejahatan bermotif ekonomi di dunia nyata.

Ketika pandemi selesai waktu yang dihabiskan oleh individu untuk berkegiatan di rumah akan berkurang drastis hal ini akan mengurangi pengawasan kita dalam memantau kondisi lingkungan perumahan. Adanya motif ekonomi dari pelaku akibat belum mendapatkan pekerjaan dan target yang pas yaitu kondisi rumah yang kurang pengawasan akan meningkatkan peluang untuk melakukan pencurian.

Kosongnya rumah tidak menutup kemungkinan jenis kejahatan juga terjadi di tempat umum. Setelah pandemi selesai tempat-tempat umum seperti transportasi publik, mall, ruas trotoar akan kembali dipadati terutama oleh para pekerja dan pencari kerja. Aktivitas di muka umum yang masih menghasilkan gap besar antara jumlah pengguna layanan publik dengan petugas keamanan. Hal ini tentunya membuat pengawasan yang dilakukan petugas keamanan seperti polisi atau satpam berkurang. Hal ini membuat bentuk-bentuk kejahatan seperti penjambretan dan perampokan mungkin akan meningkat pasca pandemi covid19.

Peningkatan kejahatan di dunia nyata pasca pandemi tidak membuat para pelaku mengabaikan peluang di dunia maya. Apabila di masa pandemi banyak sekali beredar kasus penipuan masker online, maka ketika pandemi itu berakhir kita masih dihadapkan kasus pengangguran dalam jumlah besar hal ini memungkinkan untuk timbulnya peluang penipuan lowongan kerja online.

Kembalinya kita untuk beraktivitas di luar rumah tidak mengurangi intensitas penggunaan media sosial terutama bagi mereka para pencari lowongan kerja. Kebutuhan pekerjaan baru untuk memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga pasca pandemi membuat info lowongan kerja menjadi penting.

Kondisi ini nantinya akan dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk membuat info lowongan kerja palsu dan perusahaan fiktif dengan iming-iming gaji yang baik, iuran kesehatan atau uang pensiun. Hal ini membuat para calon korban yang sedang membutuhkan pekerjaan tersebut tertarik dengan lowongan tersebut.

Pada akhirnya dengan kemudahan untuk langsung melakukan interview, korban akan disuruh membayar sejumlah uang sebelum bisa diterima sebagai karyawan tetap. Pelaku pun berdalih bahwa pembayaran tersebut untuk keperluan seperti pembuatan baju seragam kantor padahal itu hanyalah penipuan belaka. Setelah kita membayar perusahaan tersebut lalu tidak memberi kabar lebih lanjut lagi dan menghilang membawa uang korban.

Berakhirnya pandemi Covid19 tidak serta merta membuat kondisi ekonomi nasional atau perindividu membaik. Banyak sekali permasalah yang belum bisa langsung terselesaikan seperti pengangguran. Hal ini membuat kita harus waspada dengan fenomena kejahtan yang bermotif ekonomi.

Kejahatan pasca pandemi mungkin akan lebih bervariasi melihat berbagai potensi baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dalam menghadapi kejahatan di dunia nyata pasca Covid19 diperlukan penyebaran merata pihak keamanan untuk mencegah kejahatan yang memanfaatkan situasi keramaian seperti pencopetan.

Tindak ketinggalan kejahatan di dunia maya, para aparat kepolisian perlu meningkatkan kapabilitasnya dalam melacak pelaku kejahatan komputer/Cybercrime dengan cepat. Berbagai kemungkinan terburuk terhadap perkembangan kejahatan yang semakin intens dan bervariatif harus menjadi relfleksi bagi diri kita sebagai masyarakat dan aparat keamanan untuk selalu peduli dan responsif dalam menanggapi pelaku kejahatan.

Fauzan Dewanda
Mahasiswa Kriminologi UI 2019
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Apa Itu Tasalsul? Mengapa Tasalsul Mustahil?

Berbeda halnya dengan para teolog (al-Mutakallimun) yang bersandar pada dalil al-Huduts (dalam kebaruan alam), para filsuf Muslim pada umumnya menggunakan dalil al-Imkan (dalil kemungkinan...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.