Rabu, Maret 3, 2021

Perkembangan Kapitalisme di Era Kepemimpinan Tri Rismaharini

Puasa dan Kepekaan Sosial

Pernahkah kita memperhatikan wajah-wajah dermawan saat mereka menyantuni anak yatim? Atau mungkin diantara kita ada yang pernah melakukannya? Mengapa saat seseorang memberi sesuatu kepada...

Ketika Petruk Mewasiatkan Ajaran Budi Luhur

Pada dasarnya setiap manusia memiliki sifat berbudi luhur yang harus dipraktekkan kepada sesama manusia. Moral budi luhur pada umumnya diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan...

Menghadirkan Representasi Politik Anak Muda

Media sosial secara ajaib mendorong kepedulian anak muda pada politik. Dari tahun ke tahun, anak muda semakin rajin merespon kebijakan pemerintah, atau mengkritik perilaku...

Kala Anggota ISIS Minta Pulang

Sekujur tubuh perempuan itu tertutup rapat dibalut kain hitam. Hanya tatapan matanya yang sayu terlihat jelas akibat diterpa nasib tak menentu. Meski nada bicaranya...
Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)

Semenjak Walikota Surabaya dipegang oleh Tri Rismaharini dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Surabaya mendapatkan banyak penghargaan taraf nasional maupun internasional. Bahkan Surabaya menjadi kota terpilih untuk diselenggarakannya Konferensi UN Habitat pada tahun 2016.

Mulai menjamur pula pembangunan apartemen hingga ke perbatasan kota seperti Kecamatan Rungkut. Banyak pembangunan restoran luar negeri seperti Pizza Hut, Burger King, Mc Donald’s dan sebagainya, disertai pula dengan makin menjamurnya kafe dengan label Starbucks. Belum lagi dengan banyaknya Mall dengan berbagai barang yang dijual di dalamnya. Pusat kota Surabaya dipenuhi dengan Mall seperti Plaza Surabaya, Tunjungan Plaza, dan Grand City.

Kita dapat menemukan berbagai macam gerai kapitalis dijalanan Surabaya, tidak jarang pula pemudanya memulai bisnis start-up. Di salah satu daerah KKN Universitas Airlangga di Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya memfasilitasi pengembangan UMKM dengan memberikan bantuan untuk P-IRT dan Sertifikat Halal (untuk makanan biasanya). Risma sangat mendukung penduduknya untuk mengembangkan iklim usaha dan mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Iklim investasi, seperti kata Jeffrey Winters dalam Power in Motion merupakan sejajaran kebijakan yang menjadi kepentingan investor, mudahnya adalah ramah investor. Hal paling utama yang biasanya dilakukan untuk membuat investor nyaman adalah mempermudah alur birokrasi untuk investasi. Investor asal Dubai pun masuk melalui perusahaan bernama Budget Petroleum menanamkan investasi di Surabaya sebesar 2,1 triliun rupiah.

Seperti yang dilansir oleh Republika.co.id (8/7/18), Risma berujar bahwa dengan masuknya investor dari Dubai tersebut, maka Surabaya telah membuktikan dirinya sebagai kota yang aman dan nyaman bagi investor. Ucapan Risma ini berimplikasi bahwa Surabaya memang didesain sebagai kota pertumbuhan investasi karena lemahnya sektor pariwisata alam di City of Works ini. Dampak dari masuknya modal kapital yang begitu besar ini bisa menjadi buruk apabila kebijakan-kebijakan pemerintah kedepannya akan didikte oleh capital controllers (pemilik modal).

Pembangunan apartemen dengan harga “terjangkau” mulai banyak di Surabaya, apakah pembangunan ini bersifat populis? Karena masih banyak daerah kumuh yang seharusnya bisa dibangunkan Rumah Susun, guna mengurangi kekumuhan tersebut. Yang bisa dijual oleh Surabaya sekarang, selain iklim ramah investasi adalah lahan yang bisa digunakan untuk apartemen, ruko atau perhotelan. Tidak jarang pembangunan bangunan vertikal ini mendapatkan perlawanan dari warga sekitar.

Kasus yang paling baru adalah Gunawangsa di Jalan Tidar. Kasus ini sebenarnya bukan penolakan terhadap pembangunan Apartemen Gunawangsa, namun adanya penggelapan dana oleh beberapa oknum. Seperti yang dilansir oleh suarasurabaya.net (30/10/18) yang mengutip CEO Gunawangsa, Triandy Gunawan bahwa kasus ini tidak terjadi pada pengembang lainnya agar terjaga iklim investasi yang baik. Penekanan pada iklim investasi memperlihatkan keberadaan investor yang semakin hari semakin bertambah di Surabaya.

Dalam pandangan administratif, menjamurnya pengusaha dan investor ini bisa membangun iklim yang kuat untuk kebijakan bercorak kerjasama privat dan publik (public-private partnership) dimana pelayanan publik bisa dilaksanakan oleh sektor privat, akan tetapi pertanggungjawabannya tetap pada pemerintah. Proyek semacam ini bisa terlaksana dengan baik apabila pemerintah tetap memberikan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan pelayanan publik di lapangan.

Adapun pembangunan-pembangunan yang bercorak populis justru macet ditengah jalan seperti pembangunan ulang Pasar Turi pasca kebakaran. Seperti yang dilansir oleh suarasurabaya.net (12/9/18), Pasar Turi yang kabarnya akan dibangun ulang oleh pengembang bernama Henry J. Gunawan tak kunjung usai hingga sekarang, sehingga 12 September 2018 lalu, masyarakat melakukan aksi untuk kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Henry J. Gunawan yang bertanggungjawab atas pembangunan ulang Pasar Turi.

Kedua kasus diatas menandakan bagaimana mobilitas kapital berhasil dilaksanakan untuk kasus Gunawangsa dan gagal untuk kasus Henry J. Gunawan. Iklim yang ramah investasi akan bagus apabila masyarakat di sebuah wilayah sudah sejahtera dan tidak menghadapi pertarungan vertikal antara pengembang dan penduduk. Kasus yang tak kalah menarik dalam pembangunan di Surabaya adalah Waduk Sepat yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat melawan Ciputra.

Iklim ramah investasi ini tidak diimbangi dengan kemampuan untuk melakukan resolusi konflik yang cepat dari pemerintah, padahal investor membutuhkan respon cepat dari pemerintah untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan seperti diatas. Akan tetapi, Risma, karena lahir dari kalangan birokrat, termasuk cepat dalam menyelesaikan kasus-kasus antara pengembang dan penduduk Kota Surabaya.

Namun, pemerintah secara logis akan mengutamakan investor dan pengusaha karena mereka akan memberikan pemasukan terbanyak melalui pajak dari produk-produk mereka. Seperti yang diutarakan oleh Winters, ketika investor memilih untuk tidak berinvestasi, maka pembuat kebijakan tidak dapat memaksa mereka untuk berinvestasi. Untuk itu, Risma selalu menekankan untuk membangun Surabaya sebagai kota yang ramah investasi di berbagai media, agar angka investasi terus meningkat tiap tahunnya. Kalau Jakarta merupakan Ibukota, maka Surabaya adalah Kota Investasi yang penuh dengan mobilitas kapital.

Risma akan meninggalkan Surabaya dalam bentuk penuh perusahaan, bukan hanya industri konvensional (pabrik), namun investasi secara finansial maupun fisik. Bangunan seperti hotel, ruko dan apartemen adalah kunci pemasukan Surabaya masa kini. Kapitalisme, sebagai salah satu ideologi yang pragmatis dan fleksibel akan semakin berkembang, terutama di wilayah perkotaan yang membutuhkan banyak komoditas untuk pemenuhan hajat hidup penduduknya, mulai dari sandang pangan hingga tempat tinggal. Maka dari itu, mobilitas kapital tidak dapat dibendung hanya dengan teori-teori yang mengeksploitasi keadaan-keadaan naas dari manusia.

Sumber Gambar: Tribunnews Lampung

Referensi:

Winters, Jeffrey A. (1996). Power in Motion: Capital Mobility and The Indonesian State. Ithaca: Cornell University Press.

Kurnia, Dadang. 8 Juli 2018. Risma: Surabaya Layak Jadi Tempat Investasi Internasional. Republika.co.id. Diakses pada tanggal 9 Desember 2018. https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/07/07/pbhs9m335-risma-surabaya-layak-jadi-tempat-investasi-internasional.

Baskoro, Agung Hari. 30 Oktober 2018. Polemik Warga dan Pengembang Gunawangsa Tidar Bisa Lemahkan Iklim Investasi. Diakses pada tanggal 9 Desember 2018. http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2018/211974-Polemik-Warga-dan-Pengembang-Gunawangsa-Tidar-Bisa-Lemahkan-Iklim-Investasi.

Baskoro, Agung Hari. 12 September 2018. Pedagang Pasar Turi dan Korban Sipoa Gelar Aksi Bersama di PN Surabaya. Diakses pada tanggal 9 Desember 2018. http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2018/209498-Pedagang-Pasar-Turi-dan-Korban-Sipoa-Gelar-Aksi-Bersama-di-PN-Surabaya

Reza Hikam
Mahasiswa S1 Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Airlangga, Aktif di Berpijar.co dan Center for Extresmism, Radicalism, and Security Studies (C-ERSS)
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.