Rabu, Desember 2, 2020

Perbedaan pendapat Antara Bung Karno dan Mohammad Natsir

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Media Massa sebagai Kendali Antiterorisme

Di tengah keterbukaan informasi seperti sekarang, kita agaknya kerepotan untuk menemukan mana yang benar dan keliru. Era ini disebut-sebut sebagai masa ‘post-truth’ atau pascakebenaran....

Relasi Tanah dengan Keberlangsungan Kehidupan Manusia

Pertanian merupakan salah satu elemen penting dalam keseimbangan negeri, sektor ini berperan membangun perekonomian level mikro yang relasional dengan kebutuhan makro, karena berkenaan dengan...

Puasa Tiba, Ulama dan Petinggi Negeri Harus Menyejukkan Suasana

Bulan puasa sangat penting bagi seluruh umat muslim di manapun ia berada, tak terkecuali di negara kita, Indonesia. Bulan puasa adalah bulan yang penuh...
Raja Rogate Mangunsong
Semua info ada di instagram @RajaRogate

Pada saudara-saudaraku semua, baik kaum nasionalis ataupun kaum agamais, baik partai nasionalis ataupun partai islam, baiklah kita meniru dua tokoh bangsa kita yaitu Bung Karno dan Mohammad Natsir.

Mereka berdua adalah tokoh bangsa kita yang sering atau sangat sering bertentangan soal bagaimana seharusnya peran agama dalam suatu negara.

Bung karno dengan wataknya yang keras bersikukuh bahwa antara agama dengan negara haruslah dipisahkan, urusan agama menurutnya adalah urusan individu /privat, antara manusia dengan tuhannya.

Bung Karno tidak mau membawa agama di dalam perjuangannya. Sukarno menganggap cukup dengan nasionalisme saja, karena kalau membawa-bawa agama akan bercerai-berai.

Sementara itu Natsir memiliki pandangan yang berbeda dari soekarno, Natsir berpendapat bahwa agama dan negara tidak boleh dipisahkan, agama dan negara adalah dua hal yang harus sejalan. Natsir berpendapat untuk mencapai kemerdekaan, tidak cukup hanya dengan nasionalisme. Dorongan agama Islam, jauh lebih kuat.

Tapi dari perbedaan pendapat tersebut, Natsir dan Soekarno tetap berteman dekat, natsir tidak pernah menghujat soekarno denga menyebutnya atheis, begitu sebaliknya bung karno tetap menganggap natsir adalah kawan baiknya.

Waktu Sukarno ditangkap, diadili, dan dipenjara di Sukamiskin, yang pertama kali menjenguk Bung Karno di penjara adalah kelompok natsir. Kelompok yang tidak sepaham dengan gagasan Bung Karno. Bukan orang-orang PNI yang pertama kali menjenguk Bung Karno.

Ketika Bung Karno dibuang ke Ende, Nusa Tenggara Timur, kelompok Natsir pula yang mengirimi Bung Karno buku-buku bacaan. Dari tempat pembuangannya, Bung Karno intens berkorespondensi dengan pemimpin Persis, Ustadz A. Hassan.

Disini jelas sekali bagaimana kedua tokoh tersebut adalah dua orang yang sangat berkelas. Mereka bisa memisahkan antara urusan politik dan urusan perkawanan, antara kepentingan politik dan kepentingan pribadi, antara kepentingan rakyat dan kepentingan golongan.

Nah kemudian hari ini, bisakah kita meniru sikap kedua tokoh tersebut?

Bisakah kita tidak saling menghujat satu dengan yang lainnya?

Bisakah kita tidak saling menghujat antara kaum nasionalis dan kaum agamais?

Perbedaan pendapat adalah suatu hal yang wajar, selesaikan dengan pendapat-pendapat, bukan saling menghujat satu sama lain.

 

Sumber foto : google.com

Raja Rogate Mangunsong
Semua info ada di instagram @RajaRogate
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.