Senin, November 30, 2020

Perang Dagang Negara Adikuasa dan Kemiskinan Indonesia

Nasib Pengangguran Berseragam

Menjadi pegawai negeri adalah gengsi tersendiri bagi sebagian besar masyarakat di daerah saya Kabupaten Sinjai. Masyarakat yang mengenakan pakaian dinas akan mendapatkan perlakuan dan...

Pemuda dan Kebhinnekaan

Suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah oleh siapa pun bahwa bumi yang hanyalah satu, namun makhluk yang menghuni di dalamnya begitu beragam, beragam suku,...

Buta Pikir ‘Made Supriatma’ Soal Katolik dan Anjing Itu

Biasanya, ketika bangun pagi, saya selalu mendahulukan membasuh muka, merapikan kamar tidur, minum air putih, dan baca koran. Sambil mencari-cari makanan ringan -kalau ada-...

Generasi Baper

Generasi milenial memiliki proses berfikir yang luar biasa berbeda dari generasi sebelum-sebelumnya. Perbedaan pandangan ini menjadikan generasi ini trus di-spotlight sekaligus dicibir. Cemoohan-cemoohan yang dilontarkan...
Leo Bisma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Bloomberg, media dengan cakupan global mengenai pemberitaan dan analisis bisnis, baru-baru ini meluncurkan sebuah artikel berjudul “Trump Wanted a Trade War. Here’s What One Looks Like”. Secara keseluruhan artikel ini  membahas tentang kebijakan ekonomi suatu negara, khususnya tarif impor dan investasi atau dalam istilah-nya, Trade War.

Lalu apa pemicu yang membuat bahasan Trade War ini kembali muncul kepermukaan, dan media-media ekonomi kenamaan seperti CBC, Marketwatch turut berpartisipasi membahasnya? Ialah lantaran sikap terbaru seorang pemimpin negara superpower yang mencuri perhatian, Donald J Trump.

Hanya dalam kurun waktu dua minggu, Presiden AS Donald Trump menetapkan serangkaian kebijakan tarif terhadap sejumlah negara, memblokir pengakuisisian perusahaan AS dan mencari pembatasan baru pada investasi Cina di masa depan.

Para ahli ekonomi  memperkirakan dunia telah di ambang perang dagang habis-habisan, yang menampilkan aksi saling balas kebijakan, persaingan dagang yang memanas, dan pekerjaan berat untuk Organisasi Perdagangan Dunia yang mungkin tidak siap untuk mendinginkan situasi.

Jika provokasi perdagangan oleh Trump tidak terkontrol, bukan tidak mungkin, belasan transaksi perdagangan dan kesempatan bisnis yang telah dinegosiasikan selama beberapa dekade terakhir dapat musnah. Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat membuat pasar saham di seluruh dunia terguncang.

Perang dagang resmi dimulai hari ini. Kamis (22/3) lalu, Trump secara resmi meneken memorandum eksekutif yang berisi tarif USD 60 miliar terhadap impor dari negara ekonomi dunia, China. Seakan gayung yang bersambut, negeri tirai bambu bereaksi dengan mengenakan bea masuk tinggi untuk setiap produk Amerika yang masuk kenegaranya.

Kebijakan Proteksionis oleh Trump mengakibatkan turunnya jumlah produk di negara Paman Sam, walhasil kebutuhan masyarakatnya yang tidak menurun akan memaksa harga-harga komoditas untuk naik seiring dengan kelangkaan barang. Perdagangan antar AS dan China yang semula normal, terancam akan anjlok akibat penetapan bea masuk yang tinggi oleh kedua negara. Perang dagang diantara dua raksasa ekonomi dunia tentunya memiliki dampak signifikan pada ekonomi negara lain, tak terkecuali Indonesia.

Lalu bagaimana Trade War dapat berimbas pada Indonesia? Hemat Kata, Produk-produk China yang gagal masuk Amerika lantaran bea masuk yang tinggi mulai mencari tempat tujuan baru. Yakni pasar negara-negara di Asia termasuk Indonesia.

Walhasil pasar Indonesia yang kini telah dibanjiri produk China bukan tidak mungkin akan mendapat ekspansi besar-besaran dari negeri tirai bambu tersebut. Indonesia yang terdiri dari 250 juta lebih penduduk dengan kebutuhan beragam dan belum menetapkan kebijakan yang terperinci mengenai proteksionisme, akan menjadi sasaran empuk bagi china untuk memasarkan produknya.

Tak lupa pula,  bea masuk ke AS yang tinggi berdampak pada jumlah Ekspor Indonesia akan menurun. Angka impor Indonesia yang menukik keatas jauh meninggalkan jumlah ekspor tentu saja akan mengacaukan keseimbangan perekonomian. Nilai mata uang Rupiah akan melemah. Tentunya nilai rupiah yang  tertekan akan mengganggu pada bisnis lokal di Indonesia.

Lalu dibalik perang dagang, pertanyaannya adalah siapa yang diuntungkan? Jawabannya adalah tak seorang pun. Berkaca pada sejarah. Ketika Presiden George W Bush menaikkan tarif baja pada 2002, produk domestik bruto AS turun $ 30,4 juta. Menurut USITC (Komisi Perdagangan Internasional AS), Kebijakan ini menghilangkan 200.000 pekerjaan, sekitar 13.000 di antaranya dalam pembuatan baja mentah (Bloomberg).

Diselidiki, latar belakang tindakan Trump yakni berupaya membalas perlakuan China yang ia anggap sebagai pencurian kekayaan intelektual Amerika selama puluhan tahun. Trump yang aktif berkicau pada akun pribadinya itu bahkan menyatakan bahwa perang perdagangan “Baik, dan mudah dimenangkan”.

Dapat disimpulkan, Perang dagang antara AS dan China merupakan trigger bagi kekacauan ekonomi dunia. Stabilitas terganggu karena perubahan nilai mata uang yang signifikan. Nilai Dollar yang naik ditambah jumlah impor Indonesia melebihi ekspor menyebabkan inflasi mata uang Rupiah, Harga barang-barang pun meroket.

Lanjutannya kemudian biaya hidup akan semakin naik dengan cepat, dan kemampuan investasi oleh masyarakat Indonesia terus menurun. Lalu bagaimana ujungnya? Langgengnya kemiskinan di Indonesia.

Leo Bisma
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Tebet, Megamendung, dan Petamburan

Pandemi corona makin liar. Jika sebelumnya cluster penyebaran corona menyeruak di rumah sakit, perkantoran, sekolah, pesantren, perumahan, restoran, dan RT/RW -- kini tengah ramai...

Messi Adalah Nabi dan Maradona Adalah Tuhan

Paus Francis tersenyum. Ia juga berasal dari Argentina. Saat itu Ia mengunjungi klub sepokbola di Buienes Aires, Argentina: the Sportivo Pereyra de Barracas FC. Di...

Pentingnya Vitamin bagi Tubuh Di Era New Normal

Daya tahan tubuh atau imunitas menjadi benteng untuk mencegah virus masuk dan menyerang tubuh kamu. Dengan dimulainya aktivitas di luar rumah lagi di masa...

Saatnya Mempertanyakan Amatiran Politik Sumatera Barat

..."Kami simpulkan sedikit inti tulisan sebelumnya. Menurut data BPS, Sumatera Barat hari ini memiliki kue ekonomi kecil, produktivitasnya rendah, dan kesejahteraannya yang tidak sedang...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran?...

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.