Banner Uhamka
Senin, September 21, 2020
Banner Uhamka

Peran Stakeholder terhadap BK di Sekolah

Melerai Perselisihan Ummat

Muhammad Dudi Hari Saputra, MA. Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Samarinda - Kaltim. Ushul fiqh, Qur’an dan Sunnah (Kuttubus Sittah) adalah sandaran kita, tapi untuk...

Arsip-Arsip Pribumi

Pribumi adalah semua menjadi warga negara Indonesia. Semua yang tinggal dan mengaku bertanah air Indonesia adalah pribumi.Dan mereka yang tidak mengaku berbangsa dan bertanah...

Overdosis Idolisasi

Tempat pembuangan sampah paling mengkhawatirkan di Indonesia sebenarnya bukan di Teluk Jakarta, tempat itu lebih mudah dijangkau: kolom-kolom komentar di media sosial. Disana anda...

Bahaya Teori Konspirasi Vaksin di Tengah Pandemi

Kedatangan 2.400 vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok awal bulan ini (19/7) memberikan harapan bagi usaha pelambatan penularan COVID-19 di Indonesia, khususnya dalam proses pembuatan...
Latifah Mawardiah Asfriyani
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sekolah yang baik seharusnya mempunyai pelayanan BK yang harus dijalankan sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan. Untuk menjalankan ketentuan itu tentunya membutuhkan campur tangan stakeholder. Sebelum membahas lebih lanjut, penting bagi kita untuk mengetahui apa sih sebenarnya stakeholder itu ?

Freeman (1984) mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Stakeholder pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah meliputi : komite sekolah, orang tua, masyarakat, donatur, pemerhati pendidikan dan dinas terkait.

Setelah mengetahui apa itu stakeholder dan siapa saja yang dapat dikategorikan sebagai stakeholder. Timbul pertanyaan, apa peran stakeholder tersebut terhadap BK di sekolah?

Jadi stakeholder berperan penting dalam menjalankan pelayanan BK, antara stakeholder dengan BK tentunya mempunyai hubungan yang sangat erat, mengapa demikian? karena BK tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya stakeholder. Peran stakeholder disini juga berpengaruh besar terhadap suksesnya pelayanan BK.

Kita ambil contoh, ada seorang siswa yang sedang terjebak dengan suatu masalah di sekolah, siswa itu merasa bahwa gara-gara masalah itu dirinya kurang bisa mengikuti pelajaran dengan baik dilihat dari nilai yang diterimanya itu semakin lama semakin menurun. Padahal dia sudah belajar semaksimal mungkin.

Nah, dari kasus diatas dibutuhkanlah stakeholder sekolah yaitu guru BK. Mengapa harus guru BK? Perlu kita pahami, walaupun semua guru itu sama, akan tetapi sudah menjadi ranah guru BK dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling.

Lalu, apakah guru BK hanya melayani siswa seorang diri saja? Tentu tidak, dalam pelayanan bimbingan dan konseling tentunya membutuhkan bantuan dari stakeholder lainnya. tanpa dukungan dari stakeholder lainnya siswa akan terisolasi dalam dunia teori tanpa mampu melakukan tindakan konkret.

Tanpa adanya kerjasama yang baik antara stakeholder dengan BK maka pelayanan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Nah dari sinilah kita mengetahui bahwa hubungan antara BK dengan stakeholder itu bagaikan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Latifah Mawardiah Asfriyani
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Berita sebelumnyaAktivis atau Ratu Dramaturgi?
Berita berikutnyaPencemaran Nama Baik
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Komunis Pertama dalam Tubuh Organisasi Islam Di Indonesia

Pada tahun 1913 H. J. F. M. Sneevliet (1883-1942) tiba di Indonesia. Dia memulai karirnya sebagai seorang pengamut mistik Katolik tetapi kemudian beralih ke...

Berperang Melawan Infodemi

Menurut (Eshet-Alkalai, 2004) ruang maya atau cyberspace bukan hanya desa global atau global village melainkan hutan belantara yang lebat dengan segala informasi. Informasi tersebut bisa jadi...

Religion in Academic Study; An Introduction

"Religion" in relation to ritual practice became an item in an inventory of cultural topics that could be presented either ethnographically in terms of...

Optimisme di Tengah Ketidakbersatuan ASEAN

Optimisme ASEAN yang memasuki usia 53 tahun pada 8 Agustus lalu harus dihadapkan pada kenyataan pahit dan diliputi keprihatinan. Negara-negara anggota ASEAN dipaksa atau...

Investasi dalam Bidang SDA dan Agenda Neoliberal

Hari telah menuju sore, dengan wajah yang elok Presiden Joko Widodo membacakan naskah pidatonya saat dilantik untuk kedua kalinya pada tahun 2019 lalu. Sepenggal...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.