Senin, Oktober 26, 2020

Peran Stakeholder terhadap BK di Sekolah

Memahami Sastra

Ketika berbicara tentang sastra biasanya orang seringkali hanya mengartikannya secara sempit sebagai bidang studi yang mengkaji tentang novel, puisi, atau cerpen. Definisi ini meskipun...

Wow! Game Moba dan Kelompok Ngopi

Dewasa ini sering kita jumpai pemandangan yang tak biasa dari biasanya. Akrabnya mata kita dengan satu atau beberapa orang duduk dengan posisi Hp miring...

Sikap Gubernur dan UU Cipta Kerja

Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) “Omnibus Law” Cipta Kerja tanggal 5 Oktober 2020, menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Catatan buruk dalam proses legislasi tersebut, terlihat...

Geliat Politik Jokowi dan Prabowo

Indonesia mulai memanas kembali, isu kembali dilempar dan dikobarkan bak bara api yang saling saring serang kini pasangan paslon kembali di hadapkan dari data...
Latifah Mawardiah Asfriyani
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sekolah yang baik seharusnya mempunyai pelayanan BK yang harus dijalankan sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan. Untuk menjalankan ketentuan itu tentunya membutuhkan campur tangan stakeholder. Sebelum membahas lebih lanjut, penting bagi kita untuk mengetahui apa sih sebenarnya stakeholder itu ?

Freeman (1984) mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Stakeholder pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah meliputi : komite sekolah, orang tua, masyarakat, donatur, pemerhati pendidikan dan dinas terkait.

Setelah mengetahui apa itu stakeholder dan siapa saja yang dapat dikategorikan sebagai stakeholder. Timbul pertanyaan, apa peran stakeholder tersebut terhadap BK di sekolah?

Jadi stakeholder berperan penting dalam menjalankan pelayanan BK, antara stakeholder dengan BK tentunya mempunyai hubungan yang sangat erat, mengapa demikian? karena BK tidak mungkin berjalan sendiri tanpa adanya stakeholder. Peran stakeholder disini juga berpengaruh besar terhadap suksesnya pelayanan BK.

Kita ambil contoh, ada seorang siswa yang sedang terjebak dengan suatu masalah di sekolah, siswa itu merasa bahwa gara-gara masalah itu dirinya kurang bisa mengikuti pelajaran dengan baik dilihat dari nilai yang diterimanya itu semakin lama semakin menurun. Padahal dia sudah belajar semaksimal mungkin.

Nah, dari kasus diatas dibutuhkanlah stakeholder sekolah yaitu guru BK. Mengapa harus guru BK? Perlu kita pahami, walaupun semua guru itu sama, akan tetapi sudah menjadi ranah guru BK dalam melakukan pelayanan bimbingan dan konseling.

Lalu, apakah guru BK hanya melayani siswa seorang diri saja? Tentu tidak, dalam pelayanan bimbingan dan konseling tentunya membutuhkan bantuan dari stakeholder lainnya. tanpa dukungan dari stakeholder lainnya siswa akan terisolasi dalam dunia teori tanpa mampu melakukan tindakan konkret.

Tanpa adanya kerjasama yang baik antara stakeholder dengan BK maka pelayanan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Nah dari sinilah kita mengetahui bahwa hubungan antara BK dengan stakeholder itu bagaikan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Latifah Mawardiah Asfriyani
Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Berita sebelumnyaAktivis atau Ratu Dramaturgi?
Berita berikutnyaPencemaran Nama Baik
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

Mencari Petunjuk Kekebalan Covid-19

Orang yang telah pulih dari Covid-19 mungkin khawatir tentang efek kesehatan yang masih ada, tetapi beberapa mungkin juga fokus pada apa yang mereka lihat...

Sastra, Dildo dan Evolusi Manusia

Paling tidak, berdasarkan catatan tertulis, kita tau bahwa sastra, sejak 4000 tahun lalu telah ada dalam sejarah umat manusia. Hari ini, catatan yang ditulis...

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

“Islam Kaffah” yang Bagaimana?

Sebuah buletin baru “Buletin Dakwah Kaffah” terbit pada 18 Dzulqa’dah 1438 H/11 Agustus 2017. Judul “Islam Kaffah” mengingatkan kita kembali slogan Hizbut Tahrir Indonesia...

Di Bawah Erdogan Turki Lebih Tidak Demokratis dari Indonesia

Turki di bawah kepemimpinan Erdogan sering dibanding-bandingkan dengan Indonesia di bawah Jokowi. Perbandingan dan penghadap-penghadapan antara Erdogan dan Jokowi yang sering dilakukan oleh kelompok...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.