Rabu, Oktober 21, 2020

Peran Orang Tua, Siswa, dan Guru dalam Pendidikan 4.0

Membangun Martabat (1)

MEMBANGUN MARTABAT :  Apa sebenarnya yang dimaksud dengan martabat itu martabat juga sinonim dari kata status, tingkat atau Nilai suatu kualitas atau great dan...

RUU SDA Apakah Menjadi Rapot Merah?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meminta pertanyaan tentang tidak dilibatkannya Kementerian Perindustrian dalam pembahasan Rancangan Undang–Undang Sumber Daya Air (RUU...

Roti Beraroma Cinta

Saya tinggal di pinggiran Solo. Ketika menuju kawasan kota, bau jalanan acapkali sewangi bau adonan roti yang tertelecek. Solo dari pinggiran menuju kota hanya...

RUU-PKS Bukan Hanya untuk Perempuan

“Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia...”. Kalimat berikut merupakan bunyi pasal 28G ayat (2) Undang-Undang Dasar...
Fikri Abdillahhttp://fikriabdillahblog.wordpress.com
Education Technology and Management Enthusiast

“Change won’t wait for us: business leaders, educators and governments all need to be proactive in up-skilling and retraining people so everyone can benefit from the Fourth Industrial Revolution”, Alex Gray (2016).

Dari ungkapan Gray tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa Industri 4.0 harus sejalan dengan berkembangnya berbagai sektor, salah satunya sektor pendidikan. Kita tidak dapat membahas Industri 4.0 yang mana merupakan level selanjutnya dari perkembangan global, jika dari sektor pendidikan masih jauh tertinggal.

Saat ini dunia sedang sibuk menuju industri 4.0, dunia sedang melaju cepat, oleh karena itu muncul hal baru dalam dunia pendidikan yang disebut education 4.0 agar dunia pendidikan dapat sejalan dengan perkembangan zaman. Namun untuk mencapai pendidikan 4.0 itu sendiri harus dibutuhkan kolaborasi antara orang tua, siswa, dan guru agar terciptanya lingkungan dan budaya Internet of Things (IoT) yang positif di dunia pendidikan.

Orang Tua

Peran orang tua dalam dunia pendidikan sangat penting demi terciptanya lingkungan pendidikan yang positif serta mendukung anak untuk belajar secara efektif. Di zaman yang serba internet ini, peran orang tua dalam pengawasan pun menjadi hal yang sangat penting.

Karena pada dasarnya orang tua dan keluarga secara keseluruhan adalah pengaruh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak dalam setiap proses tahapan pendidikan. Orang tua yang berperan mendukung dalam pembelajaran anak mampu membuat perbedaan dalam meningkatnya prestasi dan tingkah laku.

Dalam education 4.0 peran orang tua harus mampu menciptakan lingkungan rumah yang positif dan mendukung anak dalam sarana pendukung pembelajaran seperti laptop dan sarana pendukung lainnya. Namun adalah permasalahan baru ketika anak diberikan gadget tanpa adanya komunikasi dan pengawasan dari orang tua.

Permasalahan yang kebanyakan terjadi adalah penggunaan gadget berlebih pada anak yang berdampak pada komunikasi yang kurang dan meningkatnya kekerasan, baik cyber bullying atau kekerasan secara langsung yang bersumber dari internet. Oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam pendidikan di rumah berupa pendidikan karakter, komunikasi, dan pengawasan.

Siswa

Dengan semakin cepat berkembangnya tekhnologi dan zaman, semakin cepat pula proses penerimaan informasi yang diterima oleh siswa. Hari ini, dengan 1 keyword di laman search engine seperti google dapat memberikan jutaan informasi yang siswa mau. Siswa sendiri sebagai objek utama dalam pendidikan 4.0 harus memiliki kesadaran penuh akan nilai positif dan negative dari tekhnologi.

Di zaman 4.0 ini kebanyakan siswa sudah sadar akan smartphone bahkan menjadikan smartphone sebagai gadget utama. Siswa menggunakan smartphone untuk segala hal seperti menelpon, belajar, main game, foto, video call, sosial media, belanja online, membeli makanan, atau membaca. Kehadiran smartphone seakan menjadi kebutuhan pokok bagi siswa sebagai masyarakat modern.

Namun hal itu menciptakan masalah baru pada siswa yang dinamakan phubbing (phone snubbing). Phubbing sendiri merupakan kejadian negative pada anak dimana siswa terlalu focus pada gadget dan menjadi anti sosial atau mengabaikan interaksi langsung face to face. Oleh karena itu penting bagi siswa mendapatkan pendidikan tentang penggunaan gadget yang efektif dan positif dikarenakan siswa adalah objek dari pendidikan 4.0.

Guru

Dalam pendidikan 4.0 kegiatan belajar mengajar tak terbatas ruang dan waktu. Siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dimanapun dan kapanpun.

Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, guru harus meng-upgrade kompetensi dalam menghadapi era Pendidikan 4.0. Siswa yang dihadapi guru saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital. Oleh karena itu guru harus senantiasa mengimbangi gaya belajar siswa saat ini dengan senantiasa menambah literature gaya mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru harus belajar banyak tentang dunia digital dan penggunaannya dalam pengajaran.

Menjadi guru di era 4.0 saat ini bukan lagi tentang guru yang hanya berdiri di depan kelas dan mengajar berdasarkan satu atau dua literatur seperti buku dan LKS saja, akan tetapi juga akan lebih luas lagi dengan adanya perkembangan internet dan digital. Untuk mengimbangi pendidikan 4.0, Guru harus dapat mengajar tentang pendidikan karakter, critical thinking, kolaborasi, Internet of Thing, dan komunikasi.

Pendidikan 4.0 akan tercipta dalam suatu lingkungan jika adanya komunikasi dan kolaborasi yang baik antara orang tua, siswa, dan guru. Siswa sebagai objek pendidikan 4.0 akan dapat berkembang dan memanfaatkan situasi industry 4.0 jika adanya dukungan dari orang tua dan guru. Begitupun Guru akan mampu mengajar dengan baik jika adanya dukungan dari siswa dan orang tua.

Fikri Abdillahhttp://fikriabdillahblog.wordpress.com
Education Technology and Management Enthusiast
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Flu Indonesia

“Indonesia sedang sakit, tapi cuma flu biasa....” Di pojok gemerlapnya kota metropolitan, jauh dari bising suara knalpot kendaraan, dan bingar-bingar musik dugem, tentu ada masyarakat...

K-Pop dalam Bingkai Industri Budaya

Budaya musik Korea atau yang biasa kita sebut K-Pop selalu punya sisi menarik di setiap pembahasannya. Banyak stigma beredar di masyarakat kita yang menyebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.