OUR NETWORK

Peran Media di Era Millenial

Beragam konten dimunculkan semenarik mungkin agar pembaca tidak jengah dengan beragam ulasan itu-itu saja.

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi menjadi suatu hal pokok sekarang ini. Menjadikan media, baik cetak maupun daring semakin berlomba dalam menyajikan konten beritanya. Beragam konten dimunculkan semenarik mungkin agar pembaca tidak jengah dengan beragam ulasan itu-itu saja.

Di era digital, banyak perusahaan media yang beralih ke media daring, selain lebih simple dalam segi pemasaran dan kemasanya, media daring juga cenderung lebih diminati oleh generasi millenial yang menyukai hal-hal yang berbau serba instant.

Media massa di era globalisasi seperti sekarang ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Informasi yang selalu berseliweran setiap menit bahkan detiknya, menjadikan media massa mempunyai peran yang krusial. selain sebagai pemberi informasi bagi pembaca, media juga berperan sebagai penyaji beragam informasi yang bisa ditanggungjawabkan sehingga jatuhnya tidak menjadi hoax.

Media di zaman sekarang harus memiliki sumber yang akurat dan terpercaya. Selain karena sifat generasi sekarang yang cenderung malas untuk mencari suatu kebenaran berita yang mereka terima, generasi sekarangpun cenderung menerima informasi sealakadarnya, tidak perlu benar atau salah yang penting bisa mewakili kepentinganya.

Sebagai contoh, kasus yang pernah hangat terjadi terjadi di tahun lalu adalah foto babak belur yang terjadi pada aktivis Ratna Sarumpaet, fotonya begitu cepat menyebar, dan bahkan politisi serta akademisi sekalipun ikut menggoreng isu hingga kasus ini menjadi begitu bombastis.

Dari kasus itu kita melihat, bahwa media sebagai pionir penginformasi khalayak luas, harus berdiri ditengah, tidak langsung menggoreng isu karena pemberitaan itu bombastis, namun memeriksa kebenaran apa yang terjadi sesungguhnya. Media yang ideal selain dapat memberi informasi pada khalayak tentang apa yang terjadi di sekitarnya juga bisa memberi pendidikan berdasarkan makna dan signifikansi fakta.

Terlebih dengan semakin cepatnya arus informasi, selintingan berita yang hanya sepenggal begitu mudah dijumpai, dalam media sosial Instagram saja contohnya yang kini sangat digandrungi oleh kaula muda millenial sering dijadikan suatu titik tolak acuan bahwa informasi itu benar terjadi. Dari hal tersebut kita langsung bisa membedakan mana media yang benar-benar murni pemberitaanya dengan melakukan check and rechechk atau hanya ikut masuk pusaran informasi yang tidak jelas sumbernya

Media sekaligus pencari berita setidaknya harus memiliki tiga pedoman dalam penyampaian beritanya, yang pertama adalah meliput berita dari dua sisi informasi yang sedang bekembang, tentu kita tahu, ini adalah aturan dasar dalam kode etik prilaku para jurnalis, dimana didalamnya mengatur tentang liputan yang akurat, adil juga seimbang dari semua pihak yang terlibat dalam isu ini.

Peliputan dari dua sisi ini bertujuan agar dalam setiap penyampaian informasi, media tidak saja hanya melihat dari salahsatu pandangan pihak yang ada dalam suatu isu, tapi netral sehingga pihak kedua yang berada dalam pusaran isu bisa mengungkapkan fakta lain yang terjadi.

Terkadang kita susah mendapat suatu pemahaman dari kebenaran suatu isu karena tidak ada kesesuaian situasi objektifnya, oleh karenanya, presentasi informasi dan persepsi jurnalis dalam suatu suguhan berita harus merujuk pada suatu fakta. Selain itu diperlukan suatu filter sehingga informasi yang dihasilkan memang murni dan relevan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

Pedoman kedua adalah tidak ada label yang dilekatkan pada suatu kelompok. Hal ini sangat penting, karena sifat informasi sekarang yang mudah berkembang dan tidak terkontrol, adanya suatu pelabelan yang dilekatkan bisa menimbulkan suatu kesalahan penerimaan informasi.

Dengan adanya pelabelan yang dilakukan oleh media, kemungkinan konflik baik itu horizontal maupun vertikal semakin besar. Hal itu juga menimbulkan suatu persepsi baru akan satu kelompok sebagai entitas yang monolitik dan mengancam. Sehingga kunci bagi jurnalis sekarang adalah tidak mengasumsikan komentar sebagai suatu harapan secara keseluruhan.

Pedoman ketiga, setiap media harus memiliki jurnalis yang bisa bersinergi dan berbaur dengan yang lainya. Baik dengan masyarakat, birokrasi atau insan pers itu sendiri sehingga tidak hanya menciptakan suatu liputan peristiwa, namun juga sebagai penjernih dikeruhnya pusaran isu tersebut..

Selain sebagai wahana komunikasi yang didalamnya berisi kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,mengolah, dan menyampaikan informasi, media juga berperan sebagai wahana pendidikan. Fungsi utamanya tentu untuk memberi ruang pada masyarakat terutama generasi sekarang dalam mempelajari beragam hal yang kadang tidak hanya mereka dapatkan jika hanya mencari dari literatur-literatur buku yang ada di perpustakaan.

Sebagai media yang hadir di zaman serba canggih dengan segala macam problematika kehidupan yang terjadi, media massa sekarang harus lebih memberi ruang pada publik untuk  bisa mendiskusikan setiap permasalah baik itu politik, ekonomi dan lain sebagainya yang tengah menghangat.

Banyak cara yang bisa dilakukan, baik itu di media cetak atau media daring. Pemberian konten atau rubrik opini yang penulisnya adalah dari masyarakat itu sendiri bisa dijadikan pilihan utama, sehingga menjadi suatu ruang atau wadah untuk mencurahkan segala pendapatnya.

Dengan segala kebebasan pers juga informasi sekarang ini yang begitu mudah didapat, media harus lebih memiliki tanggung jawab yang besar. Tidak mudah menggoreng suatu isu dan berkecimpung di ranah politik praktis. Media harus lihai menempatkan posisi dimana ia harus menjadi independent tanpa menghilangkan sifat khasnya yaitu mempublikasikan dan memberi pesan yang bersifat universal dan diterbitkan berkala serta berkesinambungan.

.

Mahasiswa teknik penyuka kata-kata

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…