Rabu, Januari 20, 2021

Peran Gastronomi Indonesia dalam Menumbuhkan Gastro Preneurship

Menunggu Disrupsi Pemerintahan

 Disrupsi jelas memiliki mata ganda, selain kontribusi positif pada kebutuhan juga terdapat dampak negatif seperti di sisi lain masyarakat yang siap dengan segala prasyaratnya...

Bencana yang Mengerikan

2018 menjadi tahun yang kelam bagi Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 25 Oktober 2018 ada 1.999  bencana yang telah terjadi baik...

Teror di Masjid Christchurch, Sayap Kanan dan Islamofobia

Sebagai salah satu negara dengan indeks keamanan tertinggi di dunia, Selandia Baru baru saja mendapat teror yang mengejutkan. Tragedi penembakan di Masjid Al Noor,...

Percakapan Marsinah dan Malaikat

Siapa namamu? Nama saya Marsinah, Tuan. Saya adalah buruh di sebuah pabrik arloji yang saban hari dihukum waktu. Saya sering lembur meski tidak dapat uang...
Tarsih Ekaputra, IAPR
Penggiat Sosial, Hobby PR dan Komporis Bela Negara

Presiden Jokowi pada pertengahan tahun lalu menyampaikan bahwa diplomasi terbaik di dunia baik secara sosial budaya maupun ekonomi, adalah melalui boga /makanan. Dan memang benar itu sudah dipakai beberapa negara di Asia.

Dari sisi filosofi dan sejarah, Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dalam bidang gastronomi, di mana menurut data yang ada Indonesia memiliki puluhan ribu aneka seni dapur (resep) boga dengan kekayaan budaya yang mengakar kuat di Indonesia.

Data statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif tahun 2017 menunjukkan, subsektor boga sebagai salah satu industri ekonomi kreatif di Indonesia telah berkontribusi sebesar 41,69% bagi Produk Domestik Bruto (PDB).

Pertumbuhan subsektor boga pun menunjang pertumbuhan pariwisata Indonesia. Hal ini terlihat dari pencapaian Indonesia yang berhasil menduduki posisi ke-42 dari 136 negara dalam Travel and Tourism (T&T) Competitiveness Index 2017 setelah sebelumnya berada di posisi ke-50 dari 141 negara pada 2015.

Mempertimbangkan besarnya potensi ekonomi di bidang gastronomi Indonesia tersebut, Indonesian Gastronomy Association (IGA) bekerjasama dengan Sekretariat Kabinet (SetKab) Republik Indonesia hari ini menggelar acara Seminar Nasional Gastronomi Indonesia dengan tema Peran Gastronomi Indonesia dalam menumbuhkan GastroPreneurship dan memperkuat Diplomasi Indonesia.

Seminar Nasional Gastronomi Indonesia yang dihelat hari ini tanggal 23 Oktober 2018 di Kantor Sekretariat Kabinet (SetKab) Republik Indonesia dihadiri oleh 200 orang peserta dari kalangan IGA, Sekretariat Kabinet & Lembaga Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi Kota & Kabupaten), Ormas lainnya (seperti APPSI, APKASI, APEKSI, PHRI, GAPMMI, KADIN, HIMPI, IWAPI, APINDO, HIPPI, ICA, APJI dan lain sebagainya) serta kalangan Perguruan Tinggi.

Sebagai puncak acara, pada hari Kamis tanggal 25 Oktober 2018, bertempat di Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, diselengarakan acara GastroNesia Mini PotLuck Festival yang akan menghadirkan 400 orang dari peserta Seminar sendiri dengan tambahan dari kalangan korps diplomatik Kedutaan Besar Negara Sahabat maupun kalangan terhormat.

GastroNesia Mini PotLuck Festival menghadirkan lebih kurang 300 aneka hidangan makanan Indonesia & antar bangsa serta atraksi penampilan tarian tradisional Papua & Sunda.

Indonesian Gastronomy Association (IGA) adalah perkumpulan yang dibentuk dengan tujuan untuk mengangkat, mengembangkan, melestarikan dan mendekonstruksi seni memasak berbagai suku kepulauan Nusantara yang ada di Indonesia serta etnik pendatang; baik yang tradisional, akulturasi & mimikri dari warisan yang ada maupun modifikasi akibat localized global cuisine.

Ketua Panitia S & P, Pamungkas Trishadiatmoko menyampaikan bahwa, penyelenggaraan Seminar Nasional Gastronomi Indonesia dan Gastronesia Potluck Festival tersebut dimaksudkan untuk sinkronisasi pemahaman terhadap gastronomi di antara kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan di bidang Gastronomi di Indonesia.

Lebih jauh Pamungkas Trishadiatmoko menjelaskan bahwa ada beberapa target yang ingin dicapai melalui kegiatan ini, antara lain kedepannya Gastronomi Indonesia diharapkan mampu menjadi referensi dalam meningkatkan branding power equity Indonesia. Kemudian Gastronomi Indonesia juga diharapkan mampu menjadi mesin penggerak dalam meningkatkan ratio entrepreneurship Indonesia, serta menjadi prestise dari diplomasi Indonesia di mata dunia melalui Gastronomy Diplomacy & Culinary Diplomacy.

Tarsih Ekaputra, IAPR
Penggiat Sosial, Hobby PR dan Komporis Bela Negara
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Superioritas Ras dalam Film Imperium

Film Imperium yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Ragussis adalah sebuah film thriller yang menampilkan usaha seorang karakter utama yang mencoba untuk “masuk” ke...

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

ARTIKEL TERPOPULER

Pandangan Mochtar Lubis Terhadap Kemunafikan Manusia Indonesia

Pernyataan Mochtar Lubis dalam naskah pidato Manusia Indonesia (kemudian diterbitkan menjadi buku) sampai sekarang pidato ini masih relevan untuk dibahas, baik kalangan awam maupun...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Bagaimana Masa Depan Islam Mazhab Ciputat?

Sejak tahun 80-an Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta dikenal "angker" oleh sebagian masyarakat, pasalnya mereka menduga IAIN Jakarta adalah sarangnya orang-orang Islam liberal,...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.