OUR NETWORK

Penyalahgunaan Psikotropika apa penyebabnya?

Indonesia mengalami kondisi gawat darurat Narkoba dan psikotropika, lihat saja semakin banyak nya penyelundupan narkoba dan psikotropika masuk ke negara ini, tapi sebelumnya kenapa sih orang yang menggunakan narkoba atau psikotropika disebut penyalahgunaan psikotropika atau penyalahgunaan narkoba?

Karena memang sebenarnya narkoba dan psikotropika adalah obat yang digunakan untuk kebutuhan medis di Indonesia, tentunya dengan dosis dan indikasi yang tepat, apabila sembarangan dan tanpa resep dokter maka akan menimbulkan efek yang berbahaya seperti kehilangan kesadaran, berhalusinasi dan efek lainnya.

Menurut Komjen Pol Anang Iskandar dalam sebuah wawancara, dia mengatakan salah satu psikotropika yang sering digunakan adalah ganja. Karena barang tersebut cennderung soft atau ringan, padahal efek yang ditimbulkan bisa berbahaya. Ganja tidak saja banyak digunakan di Indonesia tetapi juga di Amerika dengan prevalensi sekitar 4,2% dan lebih sering digunakan oleh remaja

Jika kita lihat apa sih efek yang ditimbulkan oleh ganja ini sehingga kenapa banyak orang yang menngunakannya? Yang pertama efek yang ditimbulkan oleh zat psikotropika terutama ganja adalah halusinasi, yang apabila terus digunakan oleh remaja makan kemungkinan akan menimbulkan gangguan psikiatri berupa waham.

Karena perkembangan otak, khususnya saat remaja, dapat menyebabkan gangguan yang sangat besar pada sistem endocannabinoid dan pada akhirnya akan mengganggu kinerja otak. Ganja dan sistem endocannabinoid memiliki interaksi yang sangat kompleks dengan dopamin, gamma aminobutyric acid (GABA), dan transmisi glutamat serta faktor lainnya yang merupakan neurotransmiter yang turut berperan dalam terjadinya suatu gangguan psikiatri.

Dan kalo kita lihat apasih penyebab orang orang terutama remaja willingly mereka mengeluarkan uang yang cukup banyak demi menghisap ganja? Kalo menurut saya tekanan digital di era sharing informasi ini merupakan salah satu faktor penyebab yang harus juga dapat perhatian, sekarang kita lihat polarisasi politik yang makin meruncing, kebebasan bicara yang makin terancam dengan adanya UU ITE tentang hate speech dan sejenisnya, sekarang anak-anak jauh lebih mengerti konten sosial media daripada sekolah, mereka jadi depresi karena tekanan digital sekarang.

Mereka melihat di sosial media teman-temannya terlihat bahagia, mempunyai teman yang banyak selain dirinya, sehingga mereka merasa depresi karena tidak bisa dapat perhatian yang sama dengan temannya itu. Sosial media sekarang juga banyak yang menyebar kebencian, sehingga kepala mereka penat dengan masalah yang ada, sekarang ditambah lagi public figure di sosial media yang biasa disebut selebgram juga mencotohkan tindakan yang tidak berakhlak dan juga mengarahkan mereka ke minuman keras, hidup yang hedon dan secara tidak langsung mengarahkan anak muda kebarang haram tersebut.

Saran saya sebagai langkah preventif seharusnya anak muda dapat mengethaui dampak apa yang ditimbulkan oleh zat psikotropika tersebut, dan juga mencari passion mereka dan tekunilah passion tersebut sehingga remaja zaman sekarang tidak mempunyai waktu luang yang kemungkinan besar mereka akan depresi jika memiliki waktu luang yang tidak di isi dengan hal positif,

Saya sebagai remaja megerti sekali bahwa remaja dengan semangat yang menggelora, merasa dirinya ingin dilihat beda dari yang lain, merasa dirinya idealis dan lainnya. Tetapi justru semanggat yang menggelora inilah apabila tidak di handle dengan kegiatan positif seperti mengejar passion mereka atau mendalami hobi mereka, justru akan melarikan mereka ke arah penyalahgunaan zat psikotropika yang berbahaya, which is mereka akan mengalami halusinasi dan membayangkan diri mereka menjadi sosok yang hebat ataupun menjadi seperti apa yang mereka inginkan dengan zat berbahaya tersebut.

Selain itu remaja juga harus punya identitas diri yang kuat, mereka harus mengerti dirinya sendiri, tidak mencari approval dari orang lain, remaja juga harus mengetahui bahwa isi kepala mereka berbeda dengan isi kepala orang lain,pikiran mereka tidak akan mungkin bisa disukai oleh semua pihak, maka dari itu mulai lah suatu kegiatan yang positif tanpa menunggu persetujuan dari orang lain, karena hidup dengan menunggu persetujuan dari orang lain kapan akan mulainya?

Sebagai remaja it`s okay to be failed and try again, mereka harus tahu bahwa hidup di dunia nantinya akan banyak yang tidak sesuai keinginan mereka, dan apabila mereka sudah dapat mental itu, kemungkinan untuk lari kebarang haram tersebut akan berkurang.

Medical Student 2014. Ig: @nabhancody

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.