Jumat, Februari 26, 2021

Pentingnya Memahami Bahasa Alam

Apa Benar Indonesia Sebaiknya Mencetak Uang?

Beberapa waktu lalu, Badan Anggaran DPR dan sejumlah anggota DPR menyampaikan saran yang menuai perhatian masyarakat. Saran tersebut ditujukan kepada Bank Indonesia (BI), selaku...

Ingin Pulang Kampung

Seperti dikutip Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat (2016), menurut sejarahnya, di Eropa hari libur Sabtu dan Minggu disebut holiday karena diinspirasi...

Merawat Demokrasi dengan Konstitusi

Sebagaimana lzim kita ketahui bersama, bahwa sistem di banyak pemerintahan dunia saat ini sudah bertransformasi dalam bentuk negara demokrasi. Pun dengan Indonesia, pasca era...

Bagaimana Cara Mencegah Prasangka?

Prasangka atau Prejudice merupakan sikap dimana seseorang menilai orang lain (atau sesuatu) yang lain dengan kurang baik tanpa mengenal mereka terlebih dahulu. Prasangka sering terjadi...
Lu'luatul Awaliyah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2017 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia

Indonesia memiliki panorama alam yang tersohor hingga seluruh penjuru dunia. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dalam sentuhan geologis Indonesia merupakan negeri yang berdiri di atas kawasan rawan bencana. Sebagai negeri yang masuk dalam lingkungan ring of rife (cincin api), negeri ini memiliki potensi bencana alam cukup tinggi. Bagaimana tidak?

Indonesia terletak di zona subduksi (Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia dan berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan (pegunungan sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania) yang banyakterdapat gunung berapi. Ring of fire merupakan rangkaian lempeng yang menjadi ancaman potensial gempa. Hidup di wilayah dengan potensi bencana yang besar, pemahaman akan bahasa alam dan pendidikan bencana menjadi sangat krusial.

Dalam beberapa bulan terakhir, berita bencana alam gempa bumi dan tsunami menjadi topik utama diberbagai media di Indonesia bahkan dunia. Misalnya gempa dan sunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at, 28 September 2018, menewaskan 1.763 jiwa, gempa Lombok, gempa Jawa Timur dan masih banyak lagi.

Banyaknya  korban jiwa akibat gempa bumi disebabkan oleh kurangnya pendidikan bencana serta kurangnya manusia dalam memahami bahasa yang disampaikan alam. Sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana , haruslah memiliki ilmu mengenai cara mengenali dan memahami karakteristik bencana sebagai upaya preventifuntuk mengurangi jumlah korban jiwa.

Mitigasi Bencana

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (BAB I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Namun, itu semua tidak cukup hanya berupa tulisan saja. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan usia sedari dini memerlukan bimbingan intensif terkait mitigasi bencana. Kita bisa belajar dari negara dengan tingkat kewaspadaan bencana (emergency preparedness) yang cukup tinggi, misalnya Jepang.

Di Jepang, pendidikan kebencanaan sudah diterapkan sejak di bangku sekolah dan masuk kedalam kurikulum nasional. Diungkapkan oleh UNEP (The United Nations Environmental Programme.

Managing post-disaster debris : the Japan Experience, June 2012). Dalam menghadapi bencana, pemerintah Jepang menyiapkan langkah-langkah penting, yakni dengan merancang bangunan-bangunan tahan gempa, merancang aturan mengenai pemeliharaan lingkungan, seperti perlindungan hutan di pesisir samudra (hutan mangrove) dan perlindungan awal gelombang tsunami dengan menempatkan batu-batu pemecah ombak ditepi laut, untuk mengurangi dampak tsunami.

Kemudian, pemerintah Jepang juga mengembangkan sistem peringatan dini dari bencana alam, agar semua pihak bisa merespon dengan cepat dan masyarakat yang berpotensi terkena dampakbencana supaya segera membpersiapkan diriuntuk berlindung ditempat yang telah disediakan.

Mendirikan shelter (area perlindungan) bagi korban terdampak bencana alam, serta memberikan pelatihan secara rutin kepada masyarakat sebagai responcepat terhadap bencana alam yang bisa datang kapan saja. Tentunya, mereka akan terus mengembangkan sistem tanggap darurat bencana agar dapat bekerja efektif.

Selain itu, sangat penting bagi manusia untuk memahami bahasa-bahasa yang disampaikan alam. Bahasa alam bukanlah sekedar kiasan belaka , sebab alam semesta sesungguhnya tidaklah tidur dan  membisu, melainkani ia berbicara dengan cara dan bahasanya sendiri. Memang, bukan dengan bahasa verbal, melainkan bahasa rasa, bahasa visual dan lambang-lambang yang tertuang dalam berbagai macam fenomena alam.

Setiap fenomena alam sebenarnya merupakan kalimat dalam bahasa alam yang mengandung sederet informasi tentang apa yang telah terjadi (past), sedang terjadi (present), bahkan peristiwa yang akan terjadi (future). Tujuannya supaya dapat dijadikan petunjuk bagi seluruh makhluk hidup tentang apa yang harus dilakukan. Bagaimana pun juga semua itu tergantung pada masing-masing individu, apakah ia mampu memahami bahasa yang disampaikan alam atau tidak.

Sesungguhnya akan lebih baik mana kala pendidikan bencana ditanamkan dan diajarkan sejak dini secara rutin dan terus menerus, sehingga apabila terjadi bencana, masyarakat tidak akan panik dalam menghapinya.

Disamping itu, tidak kalah pentingnya menebar kasih dan sayang kepada  alam dan seluruh makhluk hidup yang menghuninya tanpa terkecuali, dapat menjadi senjata utama untuk menciptakan kesejahteraan di muka bumi. Bukan dengan kekerasan, maupun senjata yang diselimuti kekotoran hati dan angkara murka. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi masing-masing diri untuk menjaga sikap dan perilaku agar senantiasa selaras dengan tata hukum keseimbangan alam.

Lu'luatul Awaliyah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2017 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.