Rabu, Desember 2, 2020

Pentingnya Memahami Bahasa Alam

Kemampuan Film Mewujudkan Perubahan

Sebuah film berjudul Silenced (2011) sempat menimbulkan perubahan besar bagi negara Korea Selatan beberapa waktu di saat peluncurannya. Isu yang dibawakan film ini berdampak...

Sosial-Ekonomi Berbasiskan Budaya dan Pendidikan

Kajian Pembangunan Budaya Ekonomi Indonesia: dari kekuatan Kultur (Budaya dan Pendidikan) menjadi kekuatan Struktur (Sosial dan Ekonomi). M. Dudi Hari Saputra, MA. (Dosen Universitas...

Manusia Sosial dan Keluhuran Akhlak Bangsa

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk ciptaan Allah swt, seperti jin dan malaikat. Dikatakan makhluk yang sempurna karena manusia dikarunia oleh...

Carok Politik Mahfud MD

Kalau Prof. Mahfud MD sudah mengatakan bahwa beliau menerima dengan ikhlas keputusan Jokowi menggandeng Prof. Ma'ruf Amin sebagai cawapres, sebenarnya tak perlu dikompor-komporin lagi. Yang...
Lu'luatul Awaliyah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2017 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia

Indonesia memiliki panorama alam yang tersohor hingga seluruh penjuru dunia. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan, dalam sentuhan geologis Indonesia merupakan negeri yang berdiri di atas kawasan rawan bencana. Sebagai negeri yang masuk dalam lingkungan ring of rife (cincin api), negeri ini memiliki potensi bencana alam cukup tinggi. Bagaimana tidak?

Indonesia terletak di zona subduksi (Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia dan berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan (pegunungan sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania) yang banyakterdapat gunung berapi. Ring of fire merupakan rangkaian lempeng yang menjadi ancaman potensial gempa. Hidup di wilayah dengan potensi bencana yang besar, pemahaman akan bahasa alam dan pendidikan bencana menjadi sangat krusial.

Dalam beberapa bulan terakhir, berita bencana alam gempa bumi dan tsunami menjadi topik utama diberbagai media di Indonesia bahkan dunia. Misalnya gempa dan sunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jum’at, 28 September 2018, menewaskan 1.763 jiwa, gempa Lombok, gempa Jawa Timur dan masih banyak lagi.

Banyaknya  korban jiwa akibat gempa bumi disebabkan oleh kurangnya pendidikan bencana serta kurangnya manusia dalam memahami bahasa yang disampaikan alam. Sebagai masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana , haruslah memiliki ilmu mengenai cara mengenali dan memahami karakteristik bencana sebagai upaya preventifuntuk mengurangi jumlah korban jiwa.

Mitigasi Bencana

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (BAB I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Namun, itu semua tidak cukup hanya berupa tulisan saja. Masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan dan usia sedari dini memerlukan bimbingan intensif terkait mitigasi bencana. Kita bisa belajar dari negara dengan tingkat kewaspadaan bencana (emergency preparedness) yang cukup tinggi, misalnya Jepang.

Di Jepang, pendidikan kebencanaan sudah diterapkan sejak di bangku sekolah dan masuk kedalam kurikulum nasional. Diungkapkan oleh UNEP (The United Nations Environmental Programme.

Managing post-disaster debris : the Japan Experience, June 2012). Dalam menghadapi bencana, pemerintah Jepang menyiapkan langkah-langkah penting, yakni dengan merancang bangunan-bangunan tahan gempa, merancang aturan mengenai pemeliharaan lingkungan, seperti perlindungan hutan di pesisir samudra (hutan mangrove) dan perlindungan awal gelombang tsunami dengan menempatkan batu-batu pemecah ombak ditepi laut, untuk mengurangi dampak tsunami.

Kemudian, pemerintah Jepang juga mengembangkan sistem peringatan dini dari bencana alam, agar semua pihak bisa merespon dengan cepat dan masyarakat yang berpotensi terkena dampakbencana supaya segera membpersiapkan diriuntuk berlindung ditempat yang telah disediakan.

Mendirikan shelter (area perlindungan) bagi korban terdampak bencana alam, serta memberikan pelatihan secara rutin kepada masyarakat sebagai responcepat terhadap bencana alam yang bisa datang kapan saja. Tentunya, mereka akan terus mengembangkan sistem tanggap darurat bencana agar dapat bekerja efektif.

Selain itu, sangat penting bagi manusia untuk memahami bahasa-bahasa yang disampaikan alam. Bahasa alam bukanlah sekedar kiasan belaka , sebab alam semesta sesungguhnya tidaklah tidur dan  membisu, melainkani ia berbicara dengan cara dan bahasanya sendiri. Memang, bukan dengan bahasa verbal, melainkan bahasa rasa, bahasa visual dan lambang-lambang yang tertuang dalam berbagai macam fenomena alam.

Setiap fenomena alam sebenarnya merupakan kalimat dalam bahasa alam yang mengandung sederet informasi tentang apa yang telah terjadi (past), sedang terjadi (present), bahkan peristiwa yang akan terjadi (future). Tujuannya supaya dapat dijadikan petunjuk bagi seluruh makhluk hidup tentang apa yang harus dilakukan. Bagaimana pun juga semua itu tergantung pada masing-masing individu, apakah ia mampu memahami bahasa yang disampaikan alam atau tidak.

Sesungguhnya akan lebih baik mana kala pendidikan bencana ditanamkan dan diajarkan sejak dini secara rutin dan terus menerus, sehingga apabila terjadi bencana, masyarakat tidak akan panik dalam menghapinya.

Disamping itu, tidak kalah pentingnya menebar kasih dan sayang kepada  alam dan seluruh makhluk hidup yang menghuninya tanpa terkecuali, dapat menjadi senjata utama untuk menciptakan kesejahteraan di muka bumi. Bukan dengan kekerasan, maupun senjata yang diselimuti kekotoran hati dan angkara murka. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi masing-masing diri untuk menjaga sikap dan perilaku agar senantiasa selaras dengan tata hukum keseimbangan alam.

Lu'luatul Awaliyah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2017 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Mengapa RUU Minol Harus Disahkan

Pada zaman yang serba modern seperti sekarang ini apa saja dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah karena teknologi sudah semakin canggih. Dahulu untuk mendapatkan...

Pay It Forward Merespon Dampak Pandemi Covid-19

Sinopsis Film Pay It Forward Pay It Forward merupakan sebuah film asal Amerika Serikat yang sarat pesan moral. Film ini dirilis pada tahun 2000, yang...

Senyum Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi tak selamanya menyuguhkan berita sedih. Setidaknya, itulah yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Berita apa itu? Sri Mulyani, menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tidak terlalu...

Dubes Wahid dan Jejak Praktek Oksidentalisme Diplomat Indonesia

Pada 5 Oktober 2000 di Canberra dalam forum Australian Political Science Association, pakar teori HI terkemuka Inggris, Prof. Steve Smith berpidato dengan judul, “The...

Gejala ‌Depresi‌ ‌Selama‌ ‌Pandemi‌ ‌Hingga‌ ‌Risiko‌ Bunuh Diri

Kesehatan mental seringkali diabaikan dan tidak menjadi prioritas utama seseorang dalam memperhatikan hal yang di rasakannya. sementara, pada kenyataannya kesehatan mental sangat mempengaruhi banyak...

ARTIKEL TERPOPULER

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.