Sabtu, Desember 5, 2020

Pengantar Ilmu Komunikasi

Jalan Panjang Polemik Pemilu Berlanjut?

Dinamika pemilu 2019 terus berlanjut. Meskipun Komisi Pemilihan Umun (KPU) telah mengumumkan hasilnya. Di mana pada pilpres, kemenangan diraih oleh pasangan 01 yakni Joko...

Cadar Bukan Ekspresi Kebebasan Beragama

Cadar, jika kita bandingkan dengan poligami, maka ia masuk pada ranah penetrasi, yakni suatu tradisi yang hidup jauh sebelum Islam, lalu agama ikut campur...

Ketika Media Berpolitik

Jelang 2019, segala gejala sosial yang tampak di permukaan sarat politik. Gejala sosial itu bermula dari kepentingan politik atau sebaliknya, dikait-kaitkan dengan kepentingan politik. Isu...

Perpustakaan Alternatif

Satu fenomena mutakhir yang dapat kita tangkap dalam dunia literasi ialah menjamurnya perpustakaan alternatif. Yang paling kentara, tentu keberadaan perpustakaan jalanan yang tersebar nyaris...
Anjas Munjazi
Studying Communication Science at State Islamic University Jakarta

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, ia ingin pula mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya, oleh karena itu mereka berkomunikasi.

Mengutip pendapat Dr. Everett Kleinjan, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Sepanjang ia hidup maka ia perlu berkomunikasi.

Komunikasi menjadi tanpa batas, tanpa sekat, dan semua orang bisa terlibat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi memang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam rangka menumbuhkembangkan kepribadian manusia itu sendiri. Lalu apakah komunikasi itu? Komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan manusia lainnya. Komunikasi yang dilakukan bertujuan agar terjadi pengertian bersama.

Komunikasi dan Ilmu Komunikasi

Salah satu syarat ilmu adalah memiliki obyek kajian yang terdiri satu golongan masalah yang sama sifat hakikaktnya. Obyek ilmu dapat dibedakan atas obyek material dan forma. Obyek materia adalah obyek dari mana ilmu dalam bidang yang sama diamati, sedangkan obyek forma adalah sudut dari mana obyek materi dikaji secara lebih spesifik.

Dalam hal ilmu komunikasi, obyek materia adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau antropologi misalnya, dan karenanya masuk dalam rumpun-rumpun ilmu-ilmu sosial. Sedangkan obyek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri. Persoalannya adalah, apakah komunikasi? Apakah ilmu komunikasi? Lebih mendasar lagi: apakah hakikat komunikasi yang menjadi obyek kajiannya? Ilmu komunikasi berada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial yang berobyek abstrak:tindakan manusia dalam konteks sosial.

Komunikasi sebagai kata yang abstrak sulit didefinisikan. Para pakar telah banyak membuat upaya untuk mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis “komunikasi” berasala dari kata communication yang diturunnkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata communis adalah communico yang artinya berbagi.

Dalam hal ini yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan. Benarkah komunikasi sebagai ilmu tidak mengkaji pesan kepada makhluk selain manusia? Untuk itu lihatlah ini: sebagaimana anda ketahui, ilmu komunikasi memiliki sejumlah ilmu praktika: yaitu periklanan, hubungan masyarakat dan jurnalisme.

Jika ilmu komunikasi juga mempelajari penyampaian pesan kepada makhluk selain manusia, bagaimana cara anda menyampaikan pesan periklanan kepada arwah agar membeli produk anda? Atau pesan jurnalisme kepada seekor kucing agar mengetahui berita terjangkitnya flu burung?

Atau pesan kehumasan yang ditujukkan kepada bebetuan serta tumbuhan yang tercemar limbah perusahaan tempat anda berkerja sehingga memberi respn positif mereka?. Dengan kata lain, penyampaian pesan kepada makhluk selain manusia mencederai kriteria-kriteria obyek keilmuannya. Jika berdasarkan obyek materia telah diperoleh gambaran tentang komunikasi, lantas bagaimanakah dengan obyek formanya? Bagaimanakah dengan definisi komunikasi itu sendiri? Sebagai sesutau yang abstrak, setiap orang dapat mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang masing-masing, sebagaimana terkutip berikut ini:

  • Hovland, Janisdan Kelly (1953)
  • Komunikasi adalah proses seseorang yang bertindak sebagai komunikator mengirimkan stimuli atau respon berupa verbal untuk mempengaruhi kepribadian atau sikpa seseorang yang bertindak sebagai komunikan
  • Raymond S. Ross (1970)
  • Komunikasi adalah sebuah proses transaksional yang mencakup kegiatan menyeleksi,memilih, dan membagikan makna. Makna-makna tersebut bisa berasal dari pengalaman sendiri, ataupun beberapa sumber lain.
  • Edwin Neuman (1948):
  • Komunikasi adalah proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi.
  • Joseph A. Devito
  • Komunikasi adalah sebuah tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirimkan dan menerima pesan dengan situasi tertentu. Lalu menghasilkan dampak dan kesempatan untuk menerima pesan. Tindakan komunikasi mencakup beberapa komponen yaitu situasi, pengirim, penerima, media, hambatan, penerimaan, pemahaman, respon dan efek.

Definisi Ilmu Komunikasi

Oleh karena komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antarmanusia, maka ilmu komunikasi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan antar manusia. Tapi dapatkah komunikasi disebut sebagai itu? Salah satu syarat ilmu adalah harus memiliki obyek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya.

Objek Kajian Ilmu Komunikasi

Dalam hal ilmu komunikasi, objek materinya adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau antropologi misalnya, dan karenya masuk dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Sedangkan objek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri.

Tidak sebagaimana ilmu-ilmu alam yang objeknya eksak, ilmu komunikasi berada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial yang berobjek abstrak, yaitu tindakakan manusia dalam konteks sosial. Ilmu komunikasi sebagai salah satu ilmu sosial mutlak memerlukan definsi tajam dan jernih guna menjelaskan objeknya yang abstrak itu.

Tidak semua peristiwa komunikasi yang terjadi merupakan objek kajian ilmu komuniaksi. Sebagaimana telah diturunkan sebelumnya, objek suatu ilmu harus terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya. Manusia memang tidak hanya menyampaikan isi pernyataan kepada manusia saja, namun jenis-jenis objek penyampaian ilmu komunikasi hanya sebatas pada manusia, karena hal ini berbentur dengan sistematik dan pakem objek kajian ilmu sosial, yaitu:

  • Objek ilmu harus terdiri dari suatu golongan masalah yang sifatnya sama
  • Manusia adalah makhluk yang memilki akal budi
  • Isi pernyataan manusia adalah hasil penggunaan akal budi manusia, sehingga hanya manusia sajalah yang dapat mengerti isi pernyataan ini.

Teori-Teori Dasar Komunikasi

  • Teori penyebaran Teori ini memiliki hubungan yang kuat dengan inovasi di dalam teknologi Pendidikan. Apabila suatu komunitas masyarakat telah menerima suatu inovasi yang baru , maka masyarakat akan mendapat dampak dari inovasi tersebut. Pada umumnya teori ini menekankan proses penyebaran pesan setelah berlakunya inovasi di dalam teknologi Pendidikan
  • Teori Kontrukivisme Teori ini menekankan kepada perubahan yang berlaku selama proses komunikasi. Mereka yang berhasil mengubah bentuk komunikasi pada situasi yang berbeda akan lebih ahli dalam berkomunikasi
  • Teori jarum hipodermik Semakin pesan disampaikan secara kontinuitas, maka semakin besar peluang komunikan terpengaruhi. (merubah sikap,pandangan dsb).
  • Teori spiral of silence Di mana seseorang memeiliki opini dari berbagai isu namun terdapat keraguan dan ketakutan untuk memberikan opininya karena merasa terisolasi, sehingga opini tidak bersifat terbuka alias tertutup

Efektivitas Komunikasi 

Efektivitas komunikasi setidaknya meliputi dua komponen, yakni:

  • Field Of Experience (FOE) (bidang pengalaman)
  • Frame Of Reference (FOR) (Kerangka acuan)

Anjas Munjazi
Studying Communication Science at State Islamic University Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Islam Kosmopolitan

Diskursus tentang keislaman tidak akan pernah berhenti untuk dikaji dan habis untuk digali. Kendati demikian, bukan berarti tidak ada titik terang. Justru, keterkaitan Islam...

Kerusakan Lingkungan Kita yang Mencemaskan

Menurut data dari BPS, pada tahun 2018 jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 146.858.759 unit, jumlah tersebut meliputi mobil pribadi, mobil barang, bis dan...

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Nasib Petani Sawit Kalau Premium Dihapus

What? Chaos macam apa lagi ini? Itu pikiran saya saat beberapa bulan lalu terdengar kabar dari radio bahwa ada rencana pemerintah untuk menghapus bahan bakar...

Yesus, Tuhan Kaum Muslim Juga? [Refleksi Natal dari Seorang Mukmin]

Setiap menjelang perayaan Natal, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang boleh tidaknya kaum Muslim mengucapkan selamat Natal menjadi perbincangan. Baru-baru ini MUI kembali menambah...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.