Sabtu, Oktober 31, 2020

Pengantar Ilmu Komunikasi

Peran TNI dalam Prakondisi New Normal

Kalau kita melihat penanganan Covid-19 di berbagai media sangat mudah kita menangkap kehadiran TNI di sana. Apalagi bila mereka mengenakan pakaian loreng yang khas....

Daya Hidup Ritual Kematian

Gotong royong sebuah istilah yang sangat magis. Selalu disebut dan didengungkan oleh bangsa ini yang entah mengerti atau tidak apa maknanya. Saat saya masih duduk...

Fenomena Sesat Pikir Ad Hominem di Media Sosial

Seseorang sedang rindu bercengkerama dengan sahabatnya. Kesibukan kerja dan rutinitas yang lain, membuat dia dan para sahabatnya sulit bersua. Mereka pun mengatur waktu untuk...

Resiliensi BUMN

Beberapa pekan belakangan ini adalah momentum penting dalam membangun kepercayaan berbangsa dan bernegara. Banyak orang berpendapat bahwa bulan Juni adalah bulannya Soekarno, bulan hari...
Anjas Munjazi
Studying Communication Science at State Islamic University Jakarta

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, ia ingin pula mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya, oleh karena itu mereka berkomunikasi.

Mengutip pendapat Dr. Everett Kleinjan, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Sepanjang ia hidup maka ia perlu berkomunikasi.

Komunikasi menjadi tanpa batas, tanpa sekat, dan semua orang bisa terlibat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi memang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam rangka menumbuhkembangkan kepribadian manusia itu sendiri. Lalu apakah komunikasi itu? Komunikasi merujuk pada terjadinya suatu proses yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memberikan respon terhadap perilaku ataupun perlambang yang dilakukan manusia lainnya. Komunikasi yang dilakukan bertujuan agar terjadi pengertian bersama.

Komunikasi dan Ilmu Komunikasi

Salah satu syarat ilmu adalah memiliki obyek kajian yang terdiri satu golongan masalah yang sama sifat hakikaktnya. Obyek ilmu dapat dibedakan atas obyek material dan forma. Obyek materia adalah obyek dari mana ilmu dalam bidang yang sama diamati, sedangkan obyek forma adalah sudut dari mana obyek materi dikaji secara lebih spesifik.

Dalam hal ilmu komunikasi, obyek materia adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau antropologi misalnya, dan karenanya masuk dalam rumpun-rumpun ilmu-ilmu sosial. Sedangkan obyek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri. Persoalannya adalah, apakah komunikasi? Apakah ilmu komunikasi? Lebih mendasar lagi: apakah hakikat komunikasi yang menjadi obyek kajiannya? Ilmu komunikasi berada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial yang berobyek abstrak:tindakan manusia dalam konteks sosial.

Komunikasi sebagai kata yang abstrak sulit didefinisikan. Para pakar telah banyak membuat upaya untuk mendefinisikan komunikasi. Secara etimologis “komunikasi” berasala dari kata communication yang diturunnkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar kata communis adalah communico yang artinya berbagi.

Dalam hal ini yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan. Benarkah komunikasi sebagai ilmu tidak mengkaji pesan kepada makhluk selain manusia? Untuk itu lihatlah ini: sebagaimana anda ketahui, ilmu komunikasi memiliki sejumlah ilmu praktika: yaitu periklanan, hubungan masyarakat dan jurnalisme.

Jika ilmu komunikasi juga mempelajari penyampaian pesan kepada makhluk selain manusia, bagaimana cara anda menyampaikan pesan periklanan kepada arwah agar membeli produk anda? Atau pesan jurnalisme kepada seekor kucing agar mengetahui berita terjangkitnya flu burung?

Atau pesan kehumasan yang ditujukkan kepada bebetuan serta tumbuhan yang tercemar limbah perusahaan tempat anda berkerja sehingga memberi respn positif mereka?. Dengan kata lain, penyampaian pesan kepada makhluk selain manusia mencederai kriteria-kriteria obyek keilmuannya. Jika berdasarkan obyek materia telah diperoleh gambaran tentang komunikasi, lantas bagaimanakah dengan obyek formanya? Bagaimanakah dengan definisi komunikasi itu sendiri? Sebagai sesutau yang abstrak, setiap orang dapat mendefinisikan komunikasi menurut sudut pandang masing-masing, sebagaimana terkutip berikut ini:

  • Hovland, Janisdan Kelly (1953)
  • Komunikasi adalah proses seseorang yang bertindak sebagai komunikator mengirimkan stimuli atau respon berupa verbal untuk mempengaruhi kepribadian atau sikpa seseorang yang bertindak sebagai komunikan
  • Raymond S. Ross (1970)
  • Komunikasi adalah sebuah proses transaksional yang mencakup kegiatan menyeleksi,memilih, dan membagikan makna. Makna-makna tersebut bisa berasal dari pengalaman sendiri, ataupun beberapa sumber lain.
  • Edwin Neuman (1948):
  • Komunikasi adalah proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi.
  • Joseph A. Devito
  • Komunikasi adalah sebuah tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirimkan dan menerima pesan dengan situasi tertentu. Lalu menghasilkan dampak dan kesempatan untuk menerima pesan. Tindakan komunikasi mencakup beberapa komponen yaitu situasi, pengirim, penerima, media, hambatan, penerimaan, pemahaman, respon dan efek.

Definisi Ilmu Komunikasi

Oleh karena komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antarmanusia, maka ilmu komunikasi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan antar manusia. Tapi dapatkah komunikasi disebut sebagai itu? Salah satu syarat ilmu adalah harus memiliki obyek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya.

Objek Kajian Ilmu Komunikasi

Dalam hal ilmu komunikasi, objek materinya adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau antropologi misalnya, dan karenya masuk dalam rumpun ilmu-ilmu sosial. Sedangkan objek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri.

Tidak sebagaimana ilmu-ilmu alam yang objeknya eksak, ilmu komunikasi berada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial yang berobjek abstrak, yaitu tindakakan manusia dalam konteks sosial. Ilmu komunikasi sebagai salah satu ilmu sosial mutlak memerlukan definsi tajam dan jernih guna menjelaskan objeknya yang abstrak itu.

Tidak semua peristiwa komunikasi yang terjadi merupakan objek kajian ilmu komuniaksi. Sebagaimana telah diturunkan sebelumnya, objek suatu ilmu harus terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya. Manusia memang tidak hanya menyampaikan isi pernyataan kepada manusia saja, namun jenis-jenis objek penyampaian ilmu komunikasi hanya sebatas pada manusia, karena hal ini berbentur dengan sistematik dan pakem objek kajian ilmu sosial, yaitu:

  • Objek ilmu harus terdiri dari suatu golongan masalah yang sifatnya sama
  • Manusia adalah makhluk yang memilki akal budi
  • Isi pernyataan manusia adalah hasil penggunaan akal budi manusia, sehingga hanya manusia sajalah yang dapat mengerti isi pernyataan ini.

Teori-Teori Dasar Komunikasi

  • Teori penyebaran Teori ini memiliki hubungan yang kuat dengan inovasi di dalam teknologi Pendidikan. Apabila suatu komunitas masyarakat telah menerima suatu inovasi yang baru , maka masyarakat akan mendapat dampak dari inovasi tersebut. Pada umumnya teori ini menekankan proses penyebaran pesan setelah berlakunya inovasi di dalam teknologi Pendidikan
  • Teori Kontrukivisme Teori ini menekankan kepada perubahan yang berlaku selama proses komunikasi. Mereka yang berhasil mengubah bentuk komunikasi pada situasi yang berbeda akan lebih ahli dalam berkomunikasi
  • Teori jarum hipodermik Semakin pesan disampaikan secara kontinuitas, maka semakin besar peluang komunikan terpengaruhi. (merubah sikap,pandangan dsb).
  • Teori spiral of silence Di mana seseorang memeiliki opini dari berbagai isu namun terdapat keraguan dan ketakutan untuk memberikan opininya karena merasa terisolasi, sehingga opini tidak bersifat terbuka alias tertutup

Efektivitas Komunikasi 

Efektivitas komunikasi setidaknya meliputi dua komponen, yakni:

  • Field Of Experience (FOE) (bidang pengalaman)
  • Frame Of Reference (FOR) (Kerangka acuan)

Anjas Munjazi
Studying Communication Science at State Islamic University Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

Pemuda dalam Pergerakan Nasional Pandemi Covid-19

Peringatan hari Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus di masa Covid-19 saat ini. Tak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.