Rabu, Maret 3, 2021

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Banjir Bengkulu, Aktivis Lingkungan, Tambang Batu Bara

Beberapa wilayah di Provinsi Bengkulu mengalami banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat pada Jumat (26/04) lalu. Masyarakat Kota Bengkulu, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu...

Paradoks Perkara yang Berat

Siapa tak kenal Imam Malik, seorang mujtahid besar yang diakui kealiman dan kesholehannya. Meski demikian, Ulama yang sempat bercita-cita menjadi penyanyi dimasa kecilnya ini,...

Razia Buku dan Kebebasan Berpendapat yang Tak Dihargai

Kejadian razia dan menyita buku yang diduga bermuatan ajaran komunisme di toko buku yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada tanggal 26 Desember...

Berfilsafat Politik Bareng Semar?

Dalam pewayangan tentu kita tak asing dengan tokoh punakawan “Semar”. Karena merupakan tokoh asli ciptaan pujangga Jawa, maka nama Semar tidak akan ditemukan dalam...
Anisya Amanda
BISMILLAH

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta ingin memberi tahu masyarakat apa yang dialaminya, berikut cerita lengkapnya:

“Kayaknya dari kluster keluarga ya, jadi yang awalnya sakit adalah ayah saya, ibu saya, kemudian saya dan terakhir kakak saya.” Ibu Mawar terinfeksi covid 19 dikarenakan kluster keluarga ujarnya.

Ternyata setelah terinfeksi Ibu Mawar memiliki gejala awal, “Gejala awal yang saya rasakan adalah pegal linu, badan rasanya sakit semua, lalu setiap malam demam, tapi tidak ada flu, kemudian juga ada rasa mual, dan puncaknya sempat kehilangan indra penciuman, tapi tidak lama, hanya sehari, karena saya melakukan terapi penciuman dengan menghirup aroma-aroma yang tajam”

Sebelum swab, ini yang dilakukan Ibu Mawar sekeluarga “Ketika kami sakit beruntun. Saya sudah mencurigai kami sekeluarga suspect covid, tapi waktu belum langsung swab, hanya saya memberi asupan banyak minum air hangat, menghirup dan mengoles minyak kayu putih, minuman vitamin c, habatusauda, berjemur dan minum obat-obat herbal lainnya” ujarnya.

Ibu Mawar akhirnya memutuskan swab untuk mengetahui apa yang terjadi ditubuhnya dan sekeluarga “Ketika akhirnya melakukan swab, dan positif lalu diputuskan harus karantina di wisma atlet, saya sudah tidak lagi bergejala”.

Ini dia pengalaman Ibu Mawar saat dikarantina di Wisma Atlit dengan tidak bergejala “Setelah dikarantina di sana, saya akhirnya sadar, banyak berita simpang siur yang tidak sesuai mengenai wisma atlet. Semua protokol kesehatan terlaksana dengan baik, pasien bergejala dan tidak bergejala dipisahkan tower/gedungnya. Kamar sangat nyaman, satu kamar berdua, fasilitas kamar sangat memadai, tersedia wifi per kamar, ada air hangat, dan kamar cukup luas. Makanan tersedia 3 kali sehari dengan lauk-pauk lengkap dan layak dan 1 kali snack. Para petugas medis maupun non medis sangat baik dan melayani dengan ramah. 10 hari dikarantina di sana, saya merasa nyaman. Kami juga diberi obat penambah daya tahan tubuh. Karena saya pasien tidak bergejala jadi dibebaskan untuk olahraga keluarga kamar. Untuk pasien bergejala, saya tidak mengetahui protokolnya. ”

Pasien yang ringan atau tidak bergejalapun tidak akan di kurung atau tidak dibebaskan “Seperti yg saya sebutkan sebelumnya, karena saya masuk wisma atlet sudah tidak bergejala, maka kami dibebaskan, tidak dikunci atau mendapat perawatan intensif. Saya tetap melakukan pekerjaan rutin saya selama disana, yaitu mengajar online, pagi hari biasanya saya akan melakukan olahraga ringan di sekitar taman gedung bersama pasien-pasien lain”

“Kami dibebaskan keluar kamar asal masih di dalam kompleks wisma atlet, tidak keluar dari wisma atlet” jadi jika terinfeksi atau bergejala jangan takutlah di swab atau karantina , jangan panik dan tetap semangat untuk menaikan imunitas kita agar Covid 19 cepat hilang.

Intinya jangan takut berlebihan pada covid 19, tapi bukan berarti juga meremehkan, karena virus ini belum ditemukan obatnya, dan diduga dapat memancing penyakit penyerta, walau banyak kasus yang ternyata tidak memancing penyakit penyerta, seperti ibu saya yang punya asma, tapi selama covid tidak kambuh.

Tetap patuhi protokol kesehatan dan jaga kebersihan, saat ini virus sudah semakin menyebar luas dan kita bahkan tidak tahu akan terinfeksi oleh siapa.

Tetapi jika terinfeksi jangan panik, tapi juga jangan menutup diri. tidak perlu malu terkena covid, karena covid akan sembuh dan dilawan oleh daya tahan tubuh sendiri. Pahami gejalanya, dan saat merasa bergejala, jangan egois, lakukan isolasi mandiri, agar tidak menularkan orang lain dan langsung lakukan tes swab.

Terus jaga kesehatan, yang paling utama penuhi asupan tubuh dengan vitamin C, E, dan D. Banyak olahraga dan jangan lupa berjemur.

Dalam menanggapi situasi saat ini kita diperlukan untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus, tetap mengikuti protokol kesehatan dan dengan jangan panik tapi tetap waspada. Sayangi dirimu dan lingkungan sekitarmu! Dukung Pemerintah dan Tenaga Kesehatan untuk membasmi virus ini untuk Indonesia dan Bumi yang lebih sehat!

Anisya Amanda
BISMILLAH
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

Mencermati Inflasi Menjelang Ramadhan

Beberapa pekan lagi, Bulan Ramadhan akan tiba. Bulan yang ditunggu-tunggu sebagian umat muslim ini adalah bulan yang istimewa karena masyarakat muslim berusaha berlomba-lomba dalam...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.